
Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng
PURWOKERTO, EDUKATOR—Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk periode 2026–2030. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang senat tertutup yang berlangsung di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rabu (1/4/2026).
Hasil pemungutan suara menunjukkan Prof. Akhmad Sodiq memperoleh 87 suara, unggul atas Prof. Ali Rokhman yang meraih 35 suara dan Dr Adi Indrayanto yang tidak mendapatkan suara. Dengan perolehan tersebut, Prof Akhmad Sodiq terpilih sebagai Rektor Unsoed periode 2026–2030.
Pemilihan dilakukan dalam rapat senat yang melibatkan Senat Akademik serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari tata kelola perguruan tinggi yang menjunjung prinsip akuntabilitas dan profesionalitas.
Sidang senat tertutup pemilihan Rektor Unsoed yang berlangsung di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rabu (1/4/2026).
Proses Seleksi Berjalan Transparan
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsoed, Prof. Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S., menyatakan seluruh tahapan telah berjalan sesuai ketentuan.
“Seluruh proses pemilihan rektor telah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahapan dimulai dari pendaftaran bakal calon, seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga penyampaian visi dan program kerja.
Pemungutan suara menjadi tahap penentu dalam proses tersebut. Semula pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026. Namun, setelah mendapat persetujuan dari kementerian, jadwal tersebut dimajukan menjadi 1 April 2026.
Menurutnya, proses pemilihan berjalan lancar dan kondusif tanpa dinamika berarti, baik di internal senat maupun lingkungan kampus. “Tidak ada gejolak. Perbedaan dukungan terhadap masing-masing calon merupakan hal yang wajar, tetapi secara umum proses berlangsung tertib,” ujarnya.
Pelantikan Kewenangan Kementerian Dikti Saintek
Prof. Akhmad Sodiq yang meraih suara terbanyak akan ditetapkan sebagai rektor, sembari menunggu tahapan resmi berikutnya.
Dwi menambahkan, proses selanjutnya berupa penetapan dan pelantikan sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Dikti Saintek, meskipun jadwal pelaksanaannya belum ditentukan.
“Namun, jika mengacu pada periode sebelumnya, kemungkinan dilaksanakan sekitar pertengahan Mei,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menggabungkan gagasan dari seluruh kandidat demi kemajuan Unsoed ke depan. “Program dari masing-masing calon sangat baik. Harapannya dapat dikolaborasikan untuk menghasilkan yang terbaik bagi pengembangan Unsoed,” ujarnya.
Melanjutkan Program Kerja
Sementara itu, Rektor Unsoed terpilih, Prof Akhmad Sodiq, menyatakan akan melanjutkan program kerja yang sejalan dengan visi besar Unsoed 2034. Yakni menjadikan Unsoed pada tahun 2034 bukan hanya menjadi kampus terkenal, tetapi: diakui dunia, berkontribusi nyata ke masyarakat dan berbasis potensi lokal (perdesaan).
“Selain itu, kami juga berkomitmen menyinergikan program kampus dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengembangan sumber daya perdesaan dan kearifan lokal,” katanya.
Ia menjelaskan, arah kebijakan tersebut selaras dengan program pemerintah yang menekankan kemandirian, termasuk swasembada pangan, energi, dan air, serta hilirisasi industri.
“Kami akan mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi yang dapat diintegrasikan dengan program pemerintah, seperti penguatan koperasi desa dan BUMDes,” tuturnya.
Profil Singkat Rektor Terpilih
Prof. Akhmad Sodiq lahir di Kabupaten Batang pada 28 Januari 1969. Ia merupakan akademisi di bidang peternakan yang saat ini berprofesi sebagai dosen.
Pendidikan yang ditempuh :
S1 Peternakan di Universitas Jenderal Soedirman
S2 (Animal Science) di Georg-August University, Jerman
S3 (Animal Science) di University of Kassel, Jerman
Sebelum memimpin Unsoed, ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto periode 2017–2018 ,serta Rektor Unsoed periode 2022–2026.
Selain aktif di dunia akademik, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan, khususnya di bidang peternakan dan pembangunan pedesaan.(Prasetiyo)