Peringati Hardiknas, Prodi Pendidikan Sejarah UPY Gelar Webinar

Bagikan :

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menggelar webinar bertajuk Pedagogi Kreatif dalam Pembelajaran Sejarah, Jumat malam (8/5/2026).

Peserta webinar

Kegiatan daring yang diikuti ratusan peserta itu menghadirkan Kaprodi Pendidikan Sejarah UPY Muhammad Iqbal Birsyada sebagai pembicara kunci, bersama Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Jawa Tengah Heni Purwono dan guru sejarah SMAN 1 Karanganyar Tri Endaryati sebagai narasumber.

Peserta webinar

Webinar membahas pentingnya kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang menarik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Para narasumber menilai metode pembelajaran inovatif menjadi kunci agar sejarah tidak lagi dianggap membosankan.

Wakil Dekan FKIP UPY Darsono saat membuka acara menegaskan pembelajaran sejarah harus mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

“Pembelajaran sejarah di kelas harus bermakna dan kontekstual sehingga tidak lagi dianggap membosankan,” ujarnya.

Guru Dituntut Kreatif dan Imajinatif
Kaprodi Pendidikan Sejarah UPY Muhammad Iqbal Birsyada mengatakan pembelajaran sejarah kreatif membutuhkan daya imajinatif guru dalam menyampaikan materi di kelas.

“Pengajaran sejarah perlu menghadirkan hal-hal baru agar siswa tertarik mengikuti pelajaran,” katanya.

Doktor Pendidikan IPS itu juga mengutip pandangan filsuf Plato yang menyebut guru perlu mengubah gaya mengajar agar peserta didik tetap termotivasi, terutama ketika pelajaran sejarah ditempatkan pada jam-jam terakhir sekolah.

Menurut Iqbal, guru sejarah tidak boleh terpaku pada metode konvensional karena siswa membutuhkan pengalaman belajar yang lebih hidup dan menyenangkan.

Belajar Sejarah Harus Menyenangkan
Ketua AGSI Jawa Tengah Heni Purwono menilai anggapan bahwa pelajaran sejarah hanya berisi hafalan merupakan pandangan yang keliru. Ia menegaskan kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru.

“Kalau guru sejarah kreatif, belajar sejarah menjadi menantang dan menyenangkan,” ujarnya.

Heni mendorong guru memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, mengajak siswa aktif beraktivitas, hingga melakukan pembelajaran di luar kelas agar suasana belajar lebih hidup.

Sementara itu, Tri Endaryati menekankan pentingnya metode dan media pembelajaran sejarah yang kontekstual supaya siswa benar-benar termotivasi mengikuti pelajaran.

“Misalnya mengajak murid ke museum atau mencari sumber sejarah di lingkungan sekitar,” jelasnya.

Menurut mantan guru SMAN 8 Yogyakarta itu, pembelajaran sejarah juga harus membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi.

Melalui webinar tersebut, Prodi Pendidikan Sejarah UPY berharap para guru semakin terdorong menghadirkan pembelajaran sejarah yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.(Heni P/Prs)

 

BERITA TERKINI

ott unsoed1
Tiga Klaster Korupsi Jerat Enam Tersangka OTT di Unsoed
ChatGPT Image Aug 21, 2026, 06_44_26 PM
Tiga Pimpinan Unsoed Digelandang KPK
FULAD6
Ketika Negara Membutuhkan Keberanian: Menata Ulang Indonesia dari Akar Persoalan
WhatsApp Image 2026-08-21 at 18.50
Kelurahan Semarang & Argasoka Fasilitasi Halal dan NIB UMKM
WhatsApp Image 2026-08-21 at 11.45
Dua Film Karya Pelajar Pemenang Banjarnegara Movie 2026 Tayang di Bioskop