*Karangreja (Putra) dan Kemangon (Putri) sebagai Juara Pertama

Perwakilan panitia menyerahkan trofi kepada para juara.
PURBALINGGA-EDUKATOR–Sebanyak 216 atlet Sepak Takraw berusia SD mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kabupaten Purbalingga Tahun 2026, selama dua hari, Rabu-Kamis (6-7/5) di GOR Indoor SMA Negeri 2 Purbalingga.
Hasil turnamen ini menempatkan Kecamatan Karangreja sebagai juara kategori putra, disusul Karangjambu, serta Rembang dan Kejobong di posisi ketiga bersama. Sementara pada kategori putri, Kecamatan Kemangkon berhasil meraih juara pertama, diikuti Rembang, serta Karangreja dan Purbalingga sebagai juara ketiga bersama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si mengapresiasi atas terselenggaranya turnamen sepak takraw O2SN tingkat SD sebagai ajang pembinaan karakter, sportivitas, dan prestasi murid sejak usia dini.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, tetapi semangat disiplin, kerja sama, dan sportivitas harus menjadi kemenangan utama bagi seluruh peserta,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, sejak babak awal hingga final, persaingan berlangsung ketat. Teknik permainan, kekompakan tim, dan strategi menjadi faktor penting dalam menentukan kemenangan. Beberapa pertandingan bahkan berlangsung dramatis dan memancing sorak penonton karena aksi atraktif para atlet di lapangan.
“Seluruh peserta menunjukkan semangat juang dan sportivitas yang tinggi selama pertandingan,” ujar salah satu panitia.
Pada kategori putra, Karangreja tampil dominan sepanjang turnamen. Permainan cepat dan koordinasi antarpemain yang solid membuat tim tersebut mampu melewati sejumlah laga berat hingga meraih gelar juara.
Karangjambu yang menempati posisi runner-up juga tampil impresif sepanjang kompetisi. Sementara Rembang dan Kejobong harus puas berbagi tempat ketiga setelah perjuangan mereka terhenti di babak semifinal.
Kemangkon Tampil Konsisten
Di kategori putri, Kemangkon menunjukkan performa stabil dengan pertahanan kuat hingga sukses merebut gelar juara pertama. Pada partai final, Rembang memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya finis di posisi kedua.
Karangreja dan Purbalingga menempati posisi ketiga bersama setelah tampil penuh semangat dan memberikan pertandingan menarik selama turnamen berlangsung.
Kejuaraan sepak takraw antarkecamatan ini menjadi salah satu ajang pembinaan olahraga daerah sekaligus wadah pencarian bibit atlet potensial di Kabupaten Purbalingga. Selain meningkatkan prestasi olahraga, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antarkecamatan melalui semangat fair play dan kebersamaan.
Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan guna melahirkan atlet-atlet sepak takraw berbakat yang mampu mengharumkan nama Purbalingga di tingkat provinsi maupun nasional. (Prasetiyo)