Perpustakaan Bergerak Limbah Pustaka Masuk Enam Besar Jateng

Bagikan :

Pengelola Limbah Pustaka, Roro Hendarti didampingi  Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, S.Sos saat menjelaskan kepada anggota tim verifikasi lomba perpustakan desa  tingkat Jateng tahun 2026.

PURBALINGGA, EDUKATOR–Perpustakaan Bergerak Limbah Pustaka Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, berhasil masuk enam besar Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pengelola perpustakaan desa untuk terus menghadirkan layanan edukatif dan inovatif bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, S.Sos mengatakan keberhasilan Limbah Pustaka membuktikan perpustakaan desa mampu berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, inovasi yang dilakukan pengelola berhasil menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Endi Astono, S.Sos

“Di tempat ini masyarakat belajar bahwa barang yang tadinya dianggap tidak memiliki nilai, ternyata bisa menjadi sesuatu yang berharga. Limbah Pustaka bisa menjadi contoh agar perpustakaan desa semakin dicintai masyarakat,” katanya di sela-sela verifikasi lapangan penilaian lomba perpustakaan desa tingkat provinsi Jateng, Selasa (12/5/2026).

Pengelola Limbah Pustaka, Roro Hendarti, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih perpustakaan desa binaannya.

Perpustakaan Dipadukan Edukasi Pengelolaan Sampah
Roro Hendarti menjelaskan, Limbah Pustaka mengusung konsep perpustakaan bergerak yang dipadukan dengan wisata edukasi pengelolaan sampah. Melalui program tersebut, masyarakat dan pelajar tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Koleksi buku di Limbah Pustaka

Berbagai kegiatan edukasi disiapkan, mulai dari pembuatan eco enzyme, kerajinan daur ulang, hingga pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, konsep itu menjadi keunggulan yang membedakan Limbah Pustaka dengan perpustakaan desa lainnya.

“Keunggulan kami ada pada perpustakaan bergerak yang dipadukan dengan edukasi pengelolaan sampah serta pengembangan aplikasi edukasi ramah anak yang jarang dimiliki perpustakaan lain,” katanya.

Kembangkan Aplikasi Edukasi Ramah Anak
Selain layanan literasi, Limbah Pustaka juga bekerja sama dengan Telkom University Purwokerto dalam pengembangan aplikasi edukasi berbasis digital yang ramah anak dan dapat diakses melalui telepon genggam.

Aplikasi tersebut memuat berbagai materi edukasi, seperti pencegahan diabetes pada anak, pencegahan kekerasan seksual, program Ibu Cerdas untuk pencegahan stunting, hingga permainan edukatif.

Perpustakaan yang berdiri sejak 2007 itu juga menyediakan beragam layanan gratis bagi masyarakat, antara lain baca buku, pinjam buku, akses internet, layanan silang buku, pojok baca, serta pelatihan pengelolaan sampah. Limbah Pustaka turut menerima sedekah sampah dari warga sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan lingkungan.

Roro berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi pengelola perpustakaan desa lainnya untuk terus berinovasi meski memiliki keterbatasan sumber daya.

“Keterbatasan sumber daya bukan menjadi masalah, yang penting mau bekerja sama dan terus belajar,” ungkapnya. (Prasetiyo)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

6194716311703719996
44 Sekolah di Purbalingga Direvitalisasi, Pemerintah Pusat Anggarkan Rp 39,58 Miliar
WhatsApp Image 2026-06-27 at 15.11
Dibubarkan, Panitia Perpisahan SDN 1 Kertanegara Berwisata ke Taman Cempulutan
6194716311703719921
Sekum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti: Muharram Momentum Perkuat Filantropi untuk Pendidikan
FULAD6
Bukan Hama yang Meruntuhkan Kita, Tapi Karung Beras Kosong
WhatsApp Image 2026-06-26 at 13.53
Dua Mahasiswa Politeknik Yakpermas Terapkan Perawatan Luka Diabetes Secara Modern