“Sibaja” Masuk 10 Finalis Kompetisi Inovasi Digital Kemendikdasmen

Bagikan :

*Karya Balai Bahasa Jawa Tengah

 

SEMARANG, EDUKATOR–Senarai Istilah Budaya Jawa (Sibaja), kamus digital milik Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, terpilih menjadi 10 finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kiprah) 2026 kategori Inovasi Digital. Sibaja yang berfungsi untuk membantu belajar, mencari arti istilah, dan melestarikan budaya Jawa secara modern dan interaktif ini, dapat diakses melalui https://senaraiistilahjawa.kemendikdasmen.go.id/.

Sibaja dapat menjadi media pendamping pembelajaran bahasa Jawa bagi murid SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd M.Hum

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd M.Hum mengungkapkan, pengumuman masuk 10 finalis itu disampaikan Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kemendikdasmen pada Rabu 13 Mei 2026 lalu, dan akan dilanjutkan dengan tahap wawancara pada Rabu (20/5/2026).

“Kami merasa bersyukur atas capaian tersebut,” ujarnya kepada EDUKATOR di Balai Bahasa Jateng, Selasa (19/5/2026).

Dari 60 inovasi yang diajukan dalam kompetisi itu, Sibaja berhasil masuk 10 besar kategori Inovasi Digital. Kompetisi dengan tajuk Kiprah ini dimaksudkan untuk meningkatkan budaya inovasi dan kualitas pelayanan publik.

Laily mengatakan, keberhasilan Sibaja menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan reformasi birokrasi. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah, mendukung inovasi tersebut dengan mengakses platform Sibaja.

Istilah Budaya Jawa Mulai Jarang Digunakan
Laily menuturkan, istilah budaya Jawa perlahan mulai menghilang dari percakapan sehari-hari. Hal itu terlihat dari indeks vitalitas bahasa Jawa yang berada di angka 0,74 atau masuk kategori bahasa daerah yang berpotensi mengalami kemunduran sehingga perlu dirawat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengembangkan Sibaja sebagai kamus digital budaya Jawa yang terintegrasi.

“Selama ini baru ada kamus umum dan kamus istilah Jawa bidang tertentu yang disusun secara terpisah-pisah,” katanya.

Sibaja memuat kosakata budaya Jawa dari berbagai bidang, meliputi bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, teknologi dan peralatan hidup, mata pencaharian, religi, hingga kesenian.

Dilengkapi Gim Interaktif dan Fitur Difabel
Selain menjadi kamus budaya digital, Sibaja juga dilengkapi fitur urun daya, lembar kerja siswa (LKS), gim interaktif, akses difabel, serta penyuaraan lema.

Menurut Laily, fitur-fitur tersebut dirancang agar Sibaja dapat menjadi media pendamping pembelajaran bahasa Jawa bagi murid SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA.

“Penggunaan Sibaja oleh siswa diharapkan mampu meningkatkan vitalitas bahasa Jawa sehingga bahasa Jawa tetap lestari,” tuturnya.

Potensi Dikembangkan di Berbagai Daerah
Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahardian, mengatakan Sibaja memiliki potensi besar untuk direplikasi secara nasional sebagai strategi pelestarian bahasa daerah.

“Sibaja mudah diadopsi oleh instansi lain yang bergerak dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah karena memiliki POS yang baku dan sistematis,” ujarnya saat Sosialisasi Sibaja kepada peserta Bimtek Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah di Gedung Balairung, Senin, 18 Mei 2026.

Ema menambahkan, jumlah pengguna Sibaja terus meningkat setiap tahun dan telah menjangkau pengguna di berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Norwegia, Jepang, Taiwan, Kamboja, Belanda, dan Hong Kong.

Ia berharap lebih banyak sekolah, instansi, serta pemangku kepentingan di Jawa Tengah menyematkan tautan Sibaja pada laman resmi masing-masing untuk mendukung pelestarian bahasa dan budaya Jawa. (Tukijo/Prs)

 

)

 

 

BERITA TERKINI

igra1
Anggta DPD RI Dr Muhdi: Pemda Tak Boleh Bedakan Guru TK-RA
dwi laily
"Sibaja" Masuk 10 Finalis Kompetisi Inovasi Digital Kemendikdasmen
kalimanah01
61 SMP Ramaikan FLS3N Cabang Mendongeng dan Menulis Cerita
Lewat Dongeng, Bunda PAUD Purbalingga Ajarkan Anak Saling Menghargai dan Hidup Sehat
Bunda PAUD Purbalingga Ajarkan Anak Peduli Sesama Melalui Dongeng
bimtek001
105 Guru SD se-Jateng Ikuti Bimtek Bahasa Daerah