Mbah Pugianto Kayuh Sepeda dari Klaten ke Mekkah

Bagikan :

Mbah Pugianto (kaos merah) bersama sahabat akrabnya, Dr Ir Nurul Hidayat ST , M.Kom  dan anggota  komunitas Sedulur Pit Klaten (SPK) serta   Klaten Federal (KADAL) saat pelepasan di Alun-alun Klaten, Minggu (31/5/2026).

KLATEN, EDUKATOR–Suasana haru dan penuh doa menyelimuti Alun-Alun Klaten, Jawa-Tengah, Minggu (31/5/2026), saat Mbah Pugianto (55), seorang warga asal Nanggulan, Cawas, Klaten, memulai perjalanan panjang menuju Mekkah, Arab Saudi  dengan mengayuh sepeda. Keberangkatannya dilepas oleh Komunitas Sedulur Pit Klaten (SPK) bersama Klaten Federal (KADAL), serta disaksikan keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memberikan dukungan serta doa keselamatan.

Perjalanan menuju tanah suci yang diperkirakan menempuh lebih dari 10.000 kilometer itu menjadi bukti tekad kuat Mbah Pugianto dalam mewujudkan cita-cita beribadah ke Baitullah.

Tekadnya itu, terinspirasi oleh orang-orang yang sukses bersepeda hingga ke Mekkah, diantaranya Abdul Rahman Yuni Siswanto, atau yang akrab disapa Aris dan juga dikenal dengan panggilan Bang Wanto, warga Bandarlampung. Aris berhasil menuntaskan misinya bersepeda sejauh 12.853 km dan tiba di Tanah Suci tepat sehari sebelum Ramadhan. Perjalanan dimulai dari Bandarlampung 10 September 2023 , dan tiba di Mekkah pada 13 Maret 2024, atau kurang lebih 6 buan.

Dengan berbekal sepeda yang telah dimodifikasi untuk perjalanan jarak jauh, dokumen perjalanan, perlengkapan ibadah, obat-obatan, dan peralatan perbaikan sepeda, Mbah Pugianto yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini  siap menempuh perjalanan lintas negara selama beberapa bulan ke depan.

“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Klaten dan Indonesia. Saya berangkat bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk beribadah dan membuktikan bahwa dengan niat baik, usaha, dan doa, tidak ada yang mustahil,” ujar Mbah Pugianto.

Mbah Pugianto dilepas oleh sahabat-sahabatnya menuju ke Mekkah dengan naik sepeda.  

Perjalanan Spiritual Penuh Tekad
Bagi Mbah Pugianto, perjalanan ini bukan sekadar petualangan fisik. Di balik setiap kayuhan, tersimpan niat kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menguji keteguhan hati, kesabaran, dan keikhlasan dalam menggapai cita-cita mulia.

Pria yang telah menggemari olahraga sepeda sejak tahun 1981 atau saat berusia sekitar 10 tahun itu mengaku terdorong oleh keinginan menunaikan ibadah ke Tanah Suci dengan cara yang berbeda.

“Niat saya ingin beribadah ke Tanah Suci sekaligus membuktikan bahwa kalau ada kemauan dan pertolongan Allah, insya Allah semuanya bisa dijalani,” katanya kepada EDUKATOR.

Selain beribadah, ayah dua anak dan kakek dari dua cucu tersebut ingin membawa nama baik Klaten dan Indonesia ke dunia internasional.

“Misi utama saya beribadah dan mencari ridha Allah. Selain itu saya ingin membawa nama baik Klaten dan Indonesia serta menginspirasi banyak orang agar tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Sahabat Lama Pimpin Doa Pelepasan
Salah satu momen yang paling mengesankan dalam acara pelepasan adalah kehadiran Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.T., M.Kom., atau yang akrab disapa Doktor Enha. Anggota SPK tersebut merupakan sahabat Mbah Pugianto sejak duduk di bangku SMP Muhammadiyah 3 Cawas, Klaten.

Salah satu alumni SMP Muhammadiyah 3 Cawas yang membanggakan adalah Jenderal Polisi Sutarman, yang pernah  menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-21 dari tanggal  25 Oktober 2013 hingga 16 Januari  2015.

“Beliau  kakak kelas saya di SMP Muhammadiyah 3 Cawas,” ujar Doktor Enha, sambil menambahkan Jenderal Sutarman menamatkan pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sukoharjo dan STM Bina Satria Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Doktor Enha memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta. Ia memohon agar Mbah Pugianto diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam perjalanan, serta kesempatan menunaikan ibadah di Tanah Suci dengan penuh keberkahan.

Menurut Dr. Enha yang juga Wakil Dekan Bidang Mahasiswa dan Alunmni Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman (FT Unsoed), langkah yang ditempuh Mbah Pugianto merupakan simbol keteguhan hati dalam mengejar cita-cita yang diyakini.

“Perjalanan ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Semangat Mbah Pugianto dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar berani berjuang dan tidak mudah menyerah,” ujarnya Doktor Enha.

Membawa Nama Baik Klaten
Dukungan masyarakat yang hadir dalam acara pelepasan menunjukkan kebanggaan terhadap perjuangan Mbah Pugianto. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan komunitas pesepeda dan warga Klaten menjadi bukti bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam mewujudkan sebuah cita-cita besar.

Meski belum menetapkan target waktu tiba di Mekkah, Mbah Pugianto optimistis dapat menyelesaikan perjalanan dengan lancar. Ia memilih fokus menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

“Saya tidak terlalu mengejar target waktu. Yang penting perjalanan lancar dan selamat. Insya Allah beberapa bulan ke depan bisa sampai,” katanya.

Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak terus mengirimkan doa dan dukungan agar perjalanan Mbah Pugianto menuju Baitullah berlangsung aman, lancar, dan penuh keberkahan hingga kembali ke tanah kelahirannya di Klaten. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

nok1
Sekolah sebagai Laboratorium Kebhinekaan, Menguatkan Pancasila untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia
mbah3
Mbah Pugianto Kayuh Sepeda dari Klaten ke Mekkah
6116118758079273057
Purbalingga Bergemuruh, 335 Pembalap Adu Kecepatan
tebar ikan1
Alumni SMA Veteran Purwokerto 1992 Tebar 1.400 Benih Ikan di Curug Bayan dan Jenggala
FULAD6
Di Ambang Bara Timur Tengah: Saat Dunia Menunggu, Indonesia Tidak Bisa Diam