*Mahasiswi Fakultas Pertanian Unsoed

Syifa Dyah Puspita. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Mbekayu Banyumas 2025, Syifa Dyah Puspita (22), berhasil menembus 20 besar finalis Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) itu lolos seleksi tingkat nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta pada 2-4 Juni 2026.
Hasil seleksi diumumkan pada 7 Juni 2026 dan mengantarkannya menjadi salah satu wakil daerah yang akan membawa nama serta potensi Banyumas ke panggung nasional.
Keberhasilan menembus 20 besar seleksi Putri Otonomi Indonesia itu menjadi langkah awal bagi Syifa untuk melaju ke tahapan berikutnya. “Selain menampilkan bakat dan kemampuan komunikasi, saya juga dituntut memiliki wawasan yang kuat mengenai pembangunan daerah dan otonomi daerah,” kata Syifa di Purwokerto, Senin (8/6/2026).
Keberhasilan tersebut menambah deretan prestasi Syifa setelah sebelumnya dinobatkan sebagai Mbekayu Banyumas 2025. Bersama Ridho Andika Satria, ia resmi menyandang gelar Kakang-Mbekayu Banyumas 2025 setelah menjadi yang terbaik pada Grand Final Kakang Mbekayu Banyumas 2025 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 30 November 2025.
Berbekal Pengalaman Mbekayu Banyumas
Dalam ajang tersebut, Syifa mewakili Fakultas Pertanian Unsoed, sedangkan Ridho Andika Satria merupakan perwakilan Universitas Wijayakusuma Purwokerto (Unwiku). Keduanya berhasil mengungguli puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan kalangan masyarakat di Banyumas.
Mereka adalah yang terbaik dari 49 finalis Mbekayu dan 23 finalis Kakang yang mengikuti pemilihan Kakang Mbekayu Banyumas 2025.
Persiapan Menuju Grand Final Nasional
Syifa selanjutnya menjelaskan, Pemilihan Putri Otonomi Indonesia merupakan ajang yang mempertemukan perwakilan dari berbagai kabupaten di Indonesia untuk menjadi duta promosi daerah sekaligus mengampanyekan semangat otonomi daerah.
Gadis asli Banyumas kelahiran 24 April 2004 itu kini terus memperdalam pengetahuan mengenai potensi unggulan daerah sebagai bekal menghadapi Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026.
Selain grand final, ia juga akan mengikuti retreat bela negara dan karantina peserta yang dijadwalkan berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 28 Juni 2026 mendatang.
Siap Promosikan Potensi Banyumas
Syifa bertekad memperkenalkan berbagai potensi Banyumas kepada masyarakat Indonesia, mulai dari sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, hingga kekayaan budaya lokal.
“Sebagai Putri Otonomi Indonesia asal Banyumas, saya harus mampu memperkenalkan potensi unggulan Banyumas kepada masyarakat Indonesia,” katanya.
Perempuan yang aktif di Forum Generasi Berencana Kabupaten Banyumas (2022-2025), Dewan Kerja Ranting Purwokerto Timur (2021-2025), serta Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (2025-sekarang) itu juga meminta dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat Banyumas.
Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi energi tambahan untuk tampil maksimal dalam ajang nasional dan membawa nama Banyumas semakin dikenal di tingkat nasional. (Prasetiyo)