1.254 Anak di Banyumas Siap Kembali Melanjutkan Pendidikan 

Bagikan :

*72 Persen Data ATS Berhasil Ditangani

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membuka Rapat Koordinasi Progres Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (9/6/2026).

PURWOKERTO, EDUKATOR–Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang sama. Hingga akhir Mei 2026, lebih dari 72 persen data Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 6–18 tahun berhasil ditangani dan sedikitnya 1.254 anak menyatakan siap kembali melanjutkan pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membuka Rapat Koordinasi Progres Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (9/6/2026).

“Hingga akhir Mei 2026, lebih dari 72 persen data anak tidak sekolah berhasil ditangani. Sedikitnya 1.254 anak bersedia kembali melanjutkan pendidikan,” ujar Bupati Sadewo.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang terus melakukan identifikasi, verifikasi, dan intervensi terhadap data anak tidak sekolah di Banyumas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya tersebut masih harus terus dilanjutkan karena masih terdapat anak yang membutuhkan pendampingan serta ribuan data yang memerlukan verifikasi lanjutan.

Penanganan Harus Menyentuh Akar Masalah
Sadewo menjelaskan persoalan anak tidak sekolah dipengaruhi berbagai faktor yang saling berkaitan sehingga tidak cukup diselesaikan melalui pendataan administratif semata. Perubahan zaman juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks.

“Yang kita perlukan adalah pendekatan yang lebih komprehensif, menyentuh akar permasalahan, serta melibatkan seluruh pihak yang memiliki kedekatan dengan anak dan keluarganya,” tegasnya.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat validitas data sebagai dasar pengambilan kebijakan. Selain itu, pemerintah desa dan kelurahan didorong lebih aktif sebagai garda terdepan dalam mendukung percepatan penanganan ATS.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Sadewo berharap seluruh peserta dapat merumuskan langkah yang lebih terukur dan efektif sehingga penanganan anak tidak sekolah di Banyumas dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

SIPATAS Perkuat Validasi Data ATS
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan aplikasi SIPATAS sebagai instrumen terintegrasi untuk perekaman, verifikasi, dan intervensi data Anak Tidak Sekolah secara rinci.

Menurutnya, rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat komitmen serta sinergi lintas sektor dalam mengakselerasi penanganan sisa ATS di setiap wilayah menuju target validasi data 100 persen.

“Kami menyadari hasil intervensi SIPATAS masih sangat dinamis dan survei lapangan terus berjalan demi menghasilkan basis data tunggal yang valid sebagai dasar kebijakan daerah,” kata Widodo.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, terutama para camat, dapat mengawal gerakan tersebut di wilayah masing-masing sehingga proses validasi dan intervensi berjalan optimal serta semakin banyak anak kembali memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-15 at 14.39
Pelepasan 15 Murid SDN 1 Kertanegara Berlangsung Haru
FULAD6
Trump Vs Netanyahu: Ketika Sekutu Strategis Saling Koreksi
ganang2
Mahasiswa Kedokteran UGM Ganang Fattahuddien Attar Raih Perak ONMIPA Nasional
WhatsApp Image 2026-06-15 at 07.39
"Class Meeting" di SMAN 1 Sigaluh Usung Tema Adiwiyata
PRIYANTO JUNI 26
SPMB dan Ikhtiar Hijrah Membangun Keadilan Pendidikan