Empat Dosen FPIK Unsoed Ikuti Workshop Perikanan di Semarang

Bagikan :

Foto bersama narasumber dan peserta Workshop Stock Assessment Batch III .

SEMARANG, EDUKATOR–Empat dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengikuti Workshop Stock Assessment Batch III di Hotel Novotel Semarang, Senin–Jumat (8–12/6/2026). Mereka terdiri, Dr. Lilik Kartika Sari, S.Pi., M.Si., Adinda Kurnia Putri, S.Pi., M.Si., Fajar Adiyanto, S.Pi., M.Pi., dan Ahmad Naufal Attaqi, M.Sc.

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas KAJISKAN).

Workshop dibuka Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Syahril Abd Raup. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pengkaji stok ikan untuk mendukung kebijakan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. “Pengkajian stok ikan yang akurat menjadi fondasi pengambilan kebijakan perikanan nasional,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan meninjau kembali sekaligus memperbarui perhitungan potensi sumber daya ikan, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan (JTB), serta tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 573, 711, dan 712.

JTB merupakan batas maksimal hasil tangkapan yang diperbolehkan agar populasi ikan tetap terjaga dan tidak mengalami eksploitasi berlebihan. Adapun WPPNRI merupakan pembagian wilayah laut Indonesia yang menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan nasional.

Fokus Pengkajian Tiga Wilayah Perikanan Strategis
Pada workshop tersebut, peserta memfokuskan pembahasan pada tiga wilayah pengelolaan perikanan strategis. WPPNRI 573 meliputi Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian barat. Sementara WPPNRI 711 mencakup Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara, sedangkan WPPNRI 712 meliputi kawasan Laut Jawa.

Kegiatan ini diikuti pejabat KKP, anggota Komnas KAJISKAN, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta perwakilan lembaga konservasi.

Pelatihan Analisis Data dan Metode Terkini
Selain membahas pengumpulan data statistik perikanan tangkap, peserta memperoleh pelatihan pengelolaan data melalui Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP), pemanfaatan data logbook penangkapan ikan, hingga penerapan metode stock assessment menggunakan aplikasi R dan RStudio.

Peserta juga mendapatkan praktik langsung analisis model surplus produksi menggunakan metode cMSY++ dan Just Another Bayesian Biomass Assessment (JABBA). Materi mencakup pemilihan model, interpretasi hasil analisis, hingga penyusunan laporan pengkajian stok ikan sebagai dasar rekomendasi ilmiah.

Dukung Kebijakan Perikanan Berkelanjutan
Melalui kegiatan ini, KKP bersama Komnas KAJISKAN berharap semakin banyak tenaga pengkaji stok ikan yang memiliki kompetensi tinggi dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hasil pengkajian tersebut nantinya menjadi dasar penetapan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan di setiap WPPNRI. Dengan demikian, kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota dapat diterapkan secara efektif untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

mim1
24 Murid MIM Wirasana Terbitkan Antologi "Cerita Madrasahku"
WhatsApp Image 2026-06-10 at 08.43
SMPN 2 Pengadegan Raih Dua Juara 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga
WhatsApp Image 2026-06-10 at 08.30
Tim 69 Dibentuk, IAI Banjarnegara Siap Beroperasi dan Buka Empat Prodi
FULAD6
Jenderal Yang Takut Memberi Kepercayaan Adalah Ancaman Terbesar TNI
korban baru1
100 Pensiunan Melapor, Muncul Nama Baru Dugaan Penipuan Bank Mantap Purwokerto