Seluruh PKBM di Purbalingga Diajak Tampung Anak Tidak Sekolah

Bagikan :

*Kadindikbud Heru Sri Wibowo Buka Jawara Bangga 2026


Kadindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si  (nomer tiga dari kiri) bersama tamu undangan  dan Ketua DPD FK PKBM Purbalingga Dr Jefri Prayitno (paling kanan) foto bersama usai membuka Jawara Bangga 2026. (Foto:Prasetiyo/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si mengajak seluruh pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Purbalingga untuk berkomitmen dan bekerja keras menampung Anak Tidak Sekolah (ATS). Hal itu dilakukan agar mereka  kembali memperoleh layanan pendidikan melalui program pendidikan kesetaraan.

Saat ini masih terdapat 15.054 ATS tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5.000 anak yang telah tertampung di berbagai satuan pendidikan, sehingga masih ada sekitar 10.000 lebih anak yang berpotensi mendapatkan layanan melalui PKBM.

“Masih ada sekitar 10.000 an anak yang siap ditampung oleh PKBM. Inilah pentingnya peran PKBM dalam mengatasi anak tidak sekolah,” ujar Heru Sri Wibowo saat membuka Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Purbalingga (Jawara Bangga) 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Sabtu (13/6/2026).

Pembukaan Jawara Bangga 2026 ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (13/6/2026) hingga Minggu (14/6/2026).

Pemukulan gong menandai pembukaan Jawara Bangga 2026

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPD FKBM Purbalingga Dr. Jeffri Prayitno Bangkit Saputro, S.Kom., S.I.Pust., M.Msi,.Kabid PAUD dan PNF Dindikbud Andika Mardiansah, S.Pd SD,M.Pd, Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal (PNF) Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, S.Pd, Para Koorwilcam Dindikbud dan dan sejumlah undangan

PKBM Perluas Akses Pendidikan Kesetaraan
Heru menegaskan, keberadaan PKBM memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purbalingga.

Peserta Jawara Bangga

Menurutnya, seluruh anak usia 6–18 tahun wajib memperoleh layanan pendidikan melalui program wajib belajar 13 tahun. Apabila tidak tertampung di jalur pendidikan formal, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA, mereka tetap memiliki kesempatan belajar melalui PKBM.

Anak Tidak Sekolah dapat mengikuti pendidikan kesetaraan sesuai jenjangnya, yaitu Paket A yang setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Melalui program tersebut, anak-anak yang putus sekolah atau belum bersekolah tetap dapat melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah yang diakui negara.

“Semua anak usia sekolah wajib mendapatkan layanan pendidikan. Jika tidak tertampung di lembaga formal, mereka bisa tertampung di PKBM-PKBM,” katanya.

Heru menambahkan, masih besarnya jumlah anak tidak skeolah yang tersebar di 18 kecamatan di Purbalingga, menunjukkan kebutuhan layanan pendidikan kesetaraan di Purbalingga masih sangat tinggi. Kondisi tersebut juga membuka peluang hadirnya PKBM baru untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Jawara Bangga Asah Karakter dan Prestasi
Sementara itu Jawara Bangga 2026, yang diikuti 16 PKBM di Purbalingga, merupakan ajang apresiasi sekaligus pembinaan bagi warga pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini mengusung tema “Pendidikan Kesetaraan Berkarya Tanpa Batas, Menuju Indonesia Emas” dengan motto “Berkarya Membangun Purbalingga Sejahtera”.

Berdasarkan petunjuk teknis, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pembentukan karakter, meningkatkan budaya literasi, mengembangkan kepercayaan diri, mempererat persaudaraan, serta memberikan apresiasi kepada warga pendidikan kesetaraan.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang terdiri atas giat umum, giat prestasi, giat hiburan, dan giat wawasan. Beragam perlombaan digelar, mulai dari poster pendidikan kesetaraan, hasta karya dan fashion show, menyanyi bersambung, orasi kebangsaan, yel-yel, tutor berprestasi, pentas seni, hingga pembuatan konten video.

Juara Umum Wakili Purbalingga ke Tingkat Provinsi Jateng
Setiap PKBM mengirimkan delapan warga belajar dan seorang tutor sebagai pembina untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain memperebutkan gelar juara pada setiap cabang lomba, seluruh peserta juga bersaing meraih predikat juara umum.

PKBM yang berhasil menjadi juara umum akan memperoleh uang pembinaan sekaligus mewakili Kabupaten Purbalingga pada ajang Jawara Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar pada 27–28 Juni 2026 di Kabupaten Batang.

Melalui Jawara Bangga, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap pendidikan kesetaraan semakin berkembang dan mampu menjadi solusi nyata bagi ribuan ATS melalui layanan Paket A, Paket B, dan Paket C. Diharapkan,  mereka dapat kembali belajar, memperoleh ijazah yang diakui negara, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

DSC03221
Fakultas Teknik Unsoed Gandeng Tiga Mitra Strategis
WhatsApp Image 2026-06-13 at 09.53
Empat Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi UNY Perkuat Mitigasi Bencana di Kulon Progo
WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.47
Dindikbud Purbalingga Luncurkan SISIR MAS Digital
FULAD6
Timur Tengah Panas, APBN Kita Jebol, dan Demo Jakarta Meledak !
WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.47
Seluruh PKBM di Purbalingga Diajak Tampung Anak Tidak Sekolah