Dindikbud Purbalingga Luncurkan SISIR MAS Digital

Bagikan :

*Inovasi Berbasis Digital Perluas Akses Pendidikan Nonformal

Foto bersama sebelum pelepasan balon, menandai launching SISIR MAS Digital. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR) 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga meluncurkan SISIR MAS Digital (Menyisir Anak Masuk Sekolah), sebuah inovasi pelayanan pendidikan nonformal berbasis digital untuk mengurangi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Purbalingga.

Peluncuran dilakukan oleh Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara di halaman SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Sabtu (13/6/2026), usai pembukaan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Purbalingga (Jawara Bangga) 2026.

Sebelum pelepasan balon, Heru Sri Wibowo bersama para tamu undangan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah melalui pendidikan nonformal berbasis digital.

Kadindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo S.Sos, M.Si menandatanganipakta integritas, mendukung inovasi SISIR MAS Digital.(Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan. SISIR MAS Digital menjadi sarana untuk menyisir dan mengembalikan mereka ke bangku belajar,” kata Heru Sri Wibowo.

Kabid PAUD dan PNF Dindikbud Purbalingga Andika Mardiansah, S.Pd SD,M.Pd menandatangani pakta integritas , mendukun inovasi SISIR MAS Digital. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)

Jawab Tantangan 15.054 Anak Tidak Sekolah
Peluncuran SISIR MAS Digital menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mengatasi persoalan Anak Tidak Sekolah yang masih cukup tinggi.

Data Dindikbud per Maret 2026 mencatat terdapat 15.054 Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 7–18 tahun, terdiri atas 3.429 anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), 3.986 anak Drop Out (DO), dan 7.639 anak Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).

Anak-anak tersebut umumnya tidak bersekolah karena berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, lingkungan sosial, pernikahan dini, hingga keterbatasan akses pendidikan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan angka pengangguran, kemiskinan, dan menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pertama di Jateng, Bangkitkan Kembali Gerakan Menyisir ATS
Heru Sri Wibowo mengungkapkan, program pengentasan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Purbalingga sejatinya telah dirintis sejak 2013 dan menjadi yang pertama di Jawa Tengah. Konsep tersebut kemudian diadopsi oleh Kabupaten Brebes dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.

“Program yang kami rintis pada 2013 ditiru Kabupaten Brebes. Berkat melibatkan PKBM, pemerintah desa dan kelurahan, Babinsa, Polsek, serta berbagai unsur lainnya, Brebes berhasil menjadi juara I Jawa Tengah sekaligus juara nasional dalam penanganan anak tidak sekolah,” ujar Heru.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa persoalan ATS tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Melalui inovasi SISIR MAS Digital, Purbalingga ingin kembali menjadi pelopor dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah. Sistem berbasis digital ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi sekaligus mempercepat penanganan anak-anak yang putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan.

Pendataan hingga Pendampingan Terintegrasi
SISIR MAS Digital merupakan sistem berbasis teknologi yang digunakan untuk mendata, memetakan, memantau, serta melakukan pendampingan terhadap Anak Tidak Sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, maupun layanan pendidikan nonformal lainnya.

Melalui sistem tersebut, data ATS dapat dihimpun secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran. Selain itu, perkembangan peserta didik dapat dipantau secara real time.

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, S.Pd menandatangani pakta integritas, mendukung SISIR MAS Digital. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)

Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan Nonformal Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Dwi Anita Setyaningrum, S.Pd. menambahkan, SISIR MAS Digital dikembangkan sebagai solusi untuk mempercepat penanganan ATS secara efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pada tahap awal, SISIR MAS digarap di empat desa di wiayah Kecamatan Bobotsari, yakni Desa Talagening, Palumbungan, Pekunven dan Karangtalun. Setelah itu, seluruh desa dan kelurahan di Purbalingga jadi sasaran SISIR MAS Digital.

Program ini juga memperkuat sinergi antara Dindikbud, pemerintah desa dan kelurahan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satuan pendidikan nonformal, dunia usaha, tokoh masyarakat, Babinsa, Polsek, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pelaksanaannya dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan tim efektif, pengembangan aplikasi dan basis data ATS, sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, pendataan lapangan, pendampingan peserta didik, implementasi pendidikan nonformal, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Targetkan Penurunan ATS dan Peningkatan Akses Pendidikan
Melalui inovasi ini, lanjutnya, Dindikbud menargetkan meningkatnya efektivitas pendataan dan penanganan Anak Tidak Sekolah, memperluas akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang putus sekolah, menurunkan angka ATS di Kabupaten Purbalingga, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung transformasi pelayanan publik berbasis digital di bidang pendidikan.

Sebaran ATS saat ini terdapat di seluruh 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga. Kecamatan Mrebet menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi sebanyak 1.474 anak, disusul Kutasari 1.339 anak dan Rembang 1.267 anak.

Dalam jangka panjang, SISIR MAS Digital diharapkan menjadi model inovasi daerah yang mampu mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.

Dengan semangat “SISIR MAS, Mari Kita Bersinergi Mewujudkan Purbalingga yang Maju, Mandiri, dan Bebas Anak Tidak Sekolah,” Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berbasis teknologi agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk kembali belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

DSC03221
Fakultas Teknik Unsoed Gandeng Tiga Mitra Strategis
WhatsApp Image 2026-06-13 at 09.53
Empat Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi UNY Perkuat Mitigasi Bencana di Kulon Progo
WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.47
Dindikbud Purbalingga Luncurkan SISIR MAS Digital
FULAD6
Timur Tengah Panas, APBN Kita Jebol, dan Demo Jakarta Meledak !
WhatsApp Image 2026-06-13 at 11.47
Seluruh PKBM di Purbalingga Diajak Tampung Anak Tidak Sekolah