UI, Unsoed dan Kemenlu RI Kenalkan ASEAN di Lima Sekolah

Bagikan :

Mengenal negara-negara ASEANmelalui permainan edukatif.

PURWOKERTO, EDUKATOR — Universitas Indonesia (UI) menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengenalkan Literasi ASEAN kepada pelajar di lima sekolah Banyumas. Program berlangsung di SMA Negeri 2 Purwokerto, SMA Al Irsyad Al Islamiyyah, SMP Negeri 1 Karanglewas, SD Al Irsyad Al Islamiyyah, dan SMK Telkom Purwokerto.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (10-12/6/2026) ini , untuk menumbuhkan kesadaran pelajar sebagai bagian dari komunitas regional dan warga dunia.

Dr. Nurul Isnaeni, M.A., Ph.D., anggota tim pengabdian masyarakat UI, menegaskan pentingnya mengenalkan ASEAN sejak dini. “ASEAN harus dikenal dan menjadi milik bersama,” katanya.

Menurut Nurul Isnaeni, masyarakat Indonesia masih kurang memahami negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Karena itu, pelajar perlu mengenal sejarah, nilai, dan peran organisasi tersebut sejak usia sekolah.

Program ini dirancang untuk membumikan ASEAN agar lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pelajar juga diajak memahami nilai kesetaraan, saling menghormati, dialog, konsensus, dan kerja sama.

“Anak sekolah harus merasa ASEAN rumah bersama,” ujarnya.

Libatkan Mahasiswa Internasional Unsoed
Tim pengabdian terdiri atas tiga dosen FISIP UI, satu dosen Fakultas Kedokteran Gigi UI, serta dua mahasiswa Departemen Hubungan Internasional FISIP UI. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Unsoed dan Kemlu RI.

Program ini melibatkan sembilan mahasiswa internasional Unsoed . Yakni   Josep Mamvura (dari Zimbabwe), Quach Phan Nhat Quynh (Vietnam), Dorothea Clement Lymba (Tanzania), Aqsa Khan (Pakistan), Naledi Sebalo (Botswana), Fahmisabila Doloh (Thailand), Matiullah Mansoor (Afghanistan), Mariama Abdulai (Ghana), serta Avazzoda Sadii (Tajikistan).

Pojok Literasi ASEAN Hadir di Sekolah
Sebagai bagian dari kegiatan, tim pengabdian menghadirkan Pojok Literasi ASEAN di setiap sekolah yang dikunjungi. Fasilitas tersebut dilengkapi buku, media pembelajaran, alat peraga, dan permainan edukatif.

Materi disampaikan secara interaktif agar lebih mudah dipahami siswa. “Belajar harus interaktif dan menyenangkan,” jelas Nurul Isnaeni.

Kemlu RI Dukung Penguatan Literasi ASEAN
Konselor Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu RI, Berhan A. Muqtadir, S.H., LL.M., mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan literasi ASEAN di kalangan pelajar.

“Anak-anak perlu mengetahui manfaat ASEAN,” katanya.

Menurutnya, siswa perlu memahami sejarah ASEAN, tujuan pembentukannya, serta manfaat keanggotaan Indonesia dalam organisasi regional tersebut. Dengan pemahaman itu, generasi muda dapat melihat kepentingan Indonesia tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional dan internasional.

Kemlu RI juga menyumbangkan sejumlah buku bertema ASEAN untuk melengkapi Pojok Literasi ASEAN. Buku-buku tersebut memuat sejarah, profil negara anggota, serta permainan dan kuis edukatif yang dapat dimanfaatkan siswa maupun guru.

Purwokerto menjadi kota pertama di Pulau Jawa yang melaksanakan Program Literasi ASEAN. Kolaborasi UI, Unsoed, dan Kemlu RI diharapkan mampu memperluas pemahaman ASEAN serta menumbuhkan generasi muda yang memiliki wawasan global, semangat kerja sama, dan kepedulian terhadap kawasan Asia Tenggara. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

geo3
Fakultas Teknik Unsoed Buka Magister (S2) Teknik Geologi
fulad2-1024x768
Rudal, Drone, dan Ilusi Perdamaian Dunia
WhatsApp Image 2026-06-13 at 14.12
Fesdoramas Digelar, Asyiknya Bermain Dolanan Anak "Tempo Doeloe",
DSC03221
Fakultas Teknik Unsoed Gandeng Tiga Mitra Strategis
WhatsApp Image 2026-06-13 at 09.53
Empat Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi UNY Perkuat Mitigasi Bencana di Kulon Progo