*Di Desa Gumelem Kulon

Kirab menuju ke kompleks makam Sunan Geseng sebagai bagian dari Grebeg Suran Sunan Geseng di Desa Gumelem Kulon, Kecaatan Susukan, Banjarnegara. (Foto: Muji Prasetyo/EDUKATOR).
BANJARNEGARA, EDUKATOR–Prosesi penguburan kepala kambing hingga rebutan gunungan mewarnai pelaksanaan Grebeg Suran Sunan Geseng #6 di Kompleks Makam Sunan Geseng, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Selasa (7/7/2026).
Tradisi tahunan yang berlangsung meriah itu digelar oleh Pemerintah Desa Gumelem Kulon, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya warisan leluhur yang terus dijaga masyarakat.
Prosesi Grebeg Siuran Sunan Geseng di Desa GumelemKulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara. (Foto: Muji Prasetyo/EDUKATOR) .
Kegiatan diawali dengan prosesi “Pendeman””, yaitu penguburan kepala kambing di dekat tugu prasasti sebagai simbol doa memohon keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran bagi masyarakat.
Selanjutnya, peserta mengikuti kirab menuju Kompleks Makam Sunan Geseng untuk menggelar doa bersama, dilanjutkan Jamasan Pusaka berupa pencucian keris dan kain peninggalan leluhur, hiburan tradisional embeg, serta ditutup dengan tradisi Rembutan Gunungan yang menjadi puncak acara.
Sunan Geseng dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa sebagai salah seorang murid Sunan Kalijaga yang berperan dalam penyebaran agama Islam. Julukan “Geseng”, yang dalam bahasa Jawa berarti terbakar atau hangus, berasal dari kisah rakyat tentang ketekunannya menuntut ilmu.
Hingga kini, Kompleks Makam Sunan Geseng di kawasan Desa Gumelem menjadi salah satu tujuan wisata religi sekaligus lokasi penyelenggaraan Grebeg Suran setiap bulan Sura.
Ungkapan Syukur Masyarakat
Kepala Desa Gumelem Kulon, Arief Machbub, mengatakan Grebeg Suran merupakan agenda budaya tahunan yang lahir dari inisiatif masyarakat Gumelem bagian atas. Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas nikmat kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang diterima masyarakat.
“Grebeg Suran ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk pelestarian adat dan budaya warisan leluhur,” ujarnya.
Arief menambahkan, Grebeg Suran yang telah memasuki penyelenggaraan keenam ini dapat terlaksana berkat sinergi antara Pemerintah Desa Gumelem Kulon, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
Dorong Pelestarian Budaya dan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., mengatakan Grebeg Suran tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas kemajuan di berbagai sektor.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan berkembang,” katanya.
Menurut Tursiman, Grebeg Suran merupakan ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas peningkatan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kesejahteraan, hingga terpeliharanya kerukunan dan kekompakan warga.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata daerah.
Penyelenggaraan Grebeg Suran Sunan Geseng yang telah berlangsung enam kali berturut-turut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Banjarnegara. (Muji Prasetyo/Prs)