*Edukasi dan Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Penyakit

dr. Andreas AK. Tandelilin, Sp.B., Ph.D
YOGYAKARTA, EDUKATOR–Edukasi kesehatan dan deteksi dini menjadi kunci utama mencegah berbagai penyakit berkembang menjadi lebih serius.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Kesehatan yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FK UAJY) sebagai rangkaian Dies Natalis ke-1 FK UAJY, di Auditorium Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas, Senin (27/7/2026).
Seminar bertema “Sehat Sejak Dini, Waspada Sejak Awal: Membangun Keluarga Sehat melalui Edukasi, Pencegahan, dan Deteksi Dini Penyakit” itu menghadirkan sejumlah dokter spesialis yang membahas pentingnya pola hidup sehat, skrining penyakit, serta upaya pencegahan kanker sebagai bagian dari investasi kesehatan keluarga.
Wakil Rektor UAJY, Samiaji Sarosa, M.I.S., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen kampus dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, pengetahuan mengenai pencegahan penyakit perlu terus disebarluaskan agar masyarakat tidak hanya berobat ketika sakit, tetapi juga mampu menjaga kesehatannya sejak dini.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup,” ujarnya.
Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Kesembuhan
Pada sesi pertama, dr. Andreas AK. Tandelilin, Sp.B., Ph.D. memaparkan materi “Jangan Abaikan Gejala: Mengenal Ambeien dan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara”. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul pada tubuh karena pemeriksaan sejak dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan penanganan penyakit.
Dalam paparannya, dr. Andreas menjelaskan penyebab, gejala, tingkat keparahan, hingga langkah pencegahan ambeien dan kanker payudara. Menurutnya, pemeriksaan ke tenaga medis memungkinkan penyakit dikenali lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif dan risiko keterlambatan diagnosis dapat diminimalkan.
Skrining dan Vaksinasi Cegah Kanker Serviks
Materi berikutnya disampaikan dr. Yohanes Adhitya Prakasa, S.P., Sp.OG. yang mengulas pencegahan dan deteksi dini kanker serviks, salah satu penyebab tingginya angka kematian perempuan di berbagai negara.
dr. Yohanes Adhitya Prakasa, S.P., Sp.OG
Dalam presentasinya yang berjudul “Perempuan Sehat, Masa Depan Terjaga: Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks”, ia menjelaskan faktor risiko, tanda awal penyakit, kondisi prakanker, pentingnya skrining, serta manfaat vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan.
“Kanker serviks dapat dicegah dan disembuhkan apabila dideteksi serta ditangani sejak dini,” tegas dr. Yohanes.
Ia menambahkan, pemeriksaan rutin dan vaksinasi HPV mampu menekan risiko terjadinya kanker serviks secara signifikan sehingga perempuan perlu lebih peduli terhadap kesehatan reproduksinya.
Keluarga Berperan Membentuk Pola Hidup Sehat
Perhatian terhadap kesehatan anak turut menjadi pembahasan dalam seminar tersebut. Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A. menyoroti tantangan tumbuh kembang anak di era modern, mulai dari pola hidup yang semakin pasif hingga penggunaan gawai yang berlebihan.
Dr. dr. FX. Wikan Indrarto, Sp.A
Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini, termasuk menjaga kualitas tidur anak.
“Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak,” ungkapnya.
Melalui seminar ini, FK UAJY berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan tidak cukup dilakukan saat penyakit sudah muncul. Edukasi, pencegahan, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta penerapan pola hidup sehat menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.
Semangat Dies Natalis ke-1 FK UAJY sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat yang sehat berawal dari kesadaran setiap individu untuk mengenali gejala penyakit sejak dini, melakukan langkah pencegahan, dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan keluhan yang tidak biasa. (Sulist DS/Prs)