
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana (kiri) bersama mahasiswa program doktoral (S-3) Universitas Sahid Jakarta, Lusiana Indira Ismi, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Senin (21/9/2026).
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana menerima kunjungan mahasiswa program doktoral (S-3) Universitas Sahid Jakarta, Lusiana Indira Ismi, di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Senin (21/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan disertasi mengenai komunikasi kepala daerah perempuan di tengah budaya patriarki.
Lusiana secara khusus datang ke Banjarnegara untuk melakukan penelitian disertasi berjudul “Komunikasi Emansipatoris Kepala Daerah Perempuan di Jawa Tengah di Tengah Budaya Patriarki”. Dalam penelitian tersebut, Amalia Desiana dipilih sebagai salah satu narasumber.
Menggali Pengalaman Memimpin Banjarnegara
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan santai itu, Bupati Amalia menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan Lusiana. Ia menceritakan pengalamannya sejak awal mencalonkan diri sebagai Bupati Banjarnegara hingga menjalankan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali.
Amalia mengatakan, dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan penting ketika dirinya memutuskan maju sebagai kepala daerah. Dukungan tersebut juga datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Banjarnegara.
“Dukungan keluarga menjadi energi untuk berani melangkah,” kata Amalia.
Selain dukungan keluarga dan masyarakat, Amalia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dalam menjalankan pemerintahan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan ayahandanya, mendiang Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.
Ia mengungkapkan prinsip yang terus dipegang dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Prinsip tersebut berkaitan dengan bagaimana memperlakukan orang lain secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan,” ujar Amalia.
Amalia berharap kepemimpinannya bersama Wakhid Jumali dapat memberikan hasil yang dirasakan langsung masyarakat. Dengan sisa masa kepemimpinan sekitar tiga tahun, keduanya ingin menyelesaikan pembangunan Banjarnegara secara optimal.
“Semoga pembangunan Banjarnegara bermanfaat bagi semua,” katanya.
Komunikasi Jadi Bagian Penting Penelitian
Sementara itu, Lusiana Indira Ismi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Amalia yang telah menerima kunjungannya sekaligus bersedia menjadi narasumber penelitian.
“Terima kasih Bu Amel telah menerima kunjungan saya,” ungkap Lusiana.
Menurut Lusiana, Amalia memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam membangun hubungan dengan internal birokrasi maupun masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikaji dalam penelitian tentang komunikasi emansipatoris kepala daerah perempuan.
Lusiana juga menilai Amalia mampu memahami berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pengumpulan data untuk disertasinya.
“Beliau menguasai berbagai persoalan di masyarakat,” kata Lusiana.
Ia berharap hasil penelitian yang disusunnya dapat memberikan manfaat dan inspirasi, khususnya bagi perempuan. Penelitian tersebut juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman kepala daerah perempuan berkomunikasi dan menjalankan kepemimpinan di tengah budaya patriarki.(Muji Prasetyo/Prs)