Kelas Inspirasi Ikapero, dari Memotivasi hingga Sensasi Diajar Pak Toto Endargo

Bagikan :

*Rangkaian HUT ke 62 SMPN 2 Purbalingga

Foto bersama sebelum mengisi kelas inspirasi.

PURBALINGGA, EDUKATOR – Kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 2 Purbalingga, Kamis (30/7/2026) pagi, tidak seperti biasanya. Kali ini, selama kurang lebih satu jam, sejak jam 08.30 hingga 09.30 WIB, 24 ruang kelas atau seluruh ruang kelas diajar oleh para alumni sebagai rangkaian HUT ke 62 sekolah ini, yang didukung oleh Ikapero (Ikatan Alumni SMP Loro).

Beragam profesi alumni mulai mantan bupati, dosen, kepala sekolah, anggota TNI /Polri, camat, lurah, pengusaha hingga pegiat literasi berbagi pengalaman hidup sekaligus menginspirasi 768 murid kelas 7, 8 dan 9.

Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga Soderi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi penyelenggaraan kelas inspirasi yang  mampu menanamkan semangat belajar kepada murid melalui pengalaman nyata para alumni.Kegiatan ini mengusung tema Membuka Cakrawala, Menyalakan Mimpi dengan slogan Mendekatkan Alumni Secara Alami

“Kegiatan ini sangat bagus dan menginspirasi anak-anak kami agar terus semangat belajar hingga kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni yang berkontribusi dalam kelas Inspirasi Espero ini,” ujar Soderi.

Foto bersama Prasetiyo, alumni tahun 1982 bersama para murid kelas 7A yang didampingi wali kelas dan guru pendamping. 

Sejak pukul 08.30 WIB, para alumni memasuki 24 ruang kelas yang terdiri  kelas 7A-7H, 8A-8H, dan 9A-9H. Selama satu jam mereka memperkenalkan diri, mengenang masa sekolah, menceritakan perjalanan karier, memberikan motivasi, hingga berdialog langsung dengan murid.

Bupati Purbalingga (2013-2015) Drs. H. Sukento Rido Marhaendrianto, M.M mengisi kelas inspirasi di kelas 9A.

Di kelas 9A, para murid mendapat inspirasi dari Drs. H. Sukento Rido Marhaendrianto, M.M., alumni tertua SMP Negeri 2 Purbalingga angkatan 1970 yang pernah menjabat sebagai Bupati Purbalingga periode 2013–2015. Dalam sesi tersebut, ia mengajak murid mengenang perjalanan hidupnya sejak menjadi pelajar yang tumbuh dalam kesederhanaan.

Sukento menceritakan, semasa bersekolah ia berangkat ke SMP dengan berjalan kaki maupun bersepeda. Berbekal ketekunan dan semangat belajar, ia berhasil menapaki berbagai jenjang karier hingga dipercaya memimpin Kabupaten Purbalingga sebagai bupati. Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di pemerintahan, kini ia melanjutkan kiprahnya sebagai pengusaha.

Pak Kento–demikian sapaan akrabnya–menggantikan bupati sebelumnya, Drs Heru Sudjatmoko, M.Si, karena terpilih sebagai Wakil Gubernur Jawa-Tengah. Heru Sudjatmoko juga alumni SMPN 2 Purbalingga, tahun 1967 atau kakak kelas Sukento.

“Siapa diantara kalian yang ingin jadi bupati,” tanya Sukento kepada anak-anak.

Sontak, seluruh kelas angkat tangan.

Sukento pun memotivasi anak-anak, agar semangat belajar. “Jangan mudah putus asa, teruslah belajar dan belajar. Tetap menurut nasihat orang tua dan guru. Dan yang terpenting, selalu diiringi doa,” pesan Sukento.

Sukento mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini. Waktu satu jam yang disediakan panitia terasa berlalu begitu cepat,” ungkapnya.

Selain Sukento, di ruang kelas lain hadir berbagai tokoh dengan latar belakang profesi yang beragam, ada dosen, kepala sekolah, anggota TNI /Polri, camat, lurah, pengusaha hingga pegiat literasi.

Kelas Sensasi Diajar Pak Toto Endargo
Usai para alumni berbagi pengalaman di setiap kelas, kemudian mereka berkumpul di salah satu kelas, untuk mengikuti sensasi diajar Pak Toto Endargo.

Pak Toto Endargo

“Ini permintaan para alumni yang telah lulus puluhan tahun lalu. Saya diminta mengajar seperti dulu. Mereka ingin bernostalgia menjadi murid SMP kembali, ” ujar Toto Endargo yang masih terlihat muda meski usianya kini memasuki 69 tahun.

Kelas sensasi diajar Pak Toto Endargo. Bernoistalgia jadi murid SMP dan penuh gelak tawa.

Di mata alumni, Pak Toto Endargo, salah satu guru favorit yang mengajar di SMP Negeri 2 Purbalingga pada periode 1978-2017.

Sebelum pelajaran dimulai, para alumni diminta berhitung untuk absensi layaknya saat masih bersekolah dahulu. Tidak lama kemudian, canda khas pun bermunculan.

Bernostalgia jadi murid SMPN 2 Purbalingga.

Suasana kelas pun berubah menjadi penuh gelak tawa. Para “murid” yang rata-rata telah berusia di atas 40 tahun itu, bahkan ada yang mencapai 70 tahun lebih, kembali duduk di bangku sekolah dan mengikuti pelajaran IPA tentang gelombang dan getaran.

Dengan gaya mengajar khas Pak Toto yang diselingi humor-humor segar, ruangan kelas itu berubah menjadi tempat nostalgia.

Gaya khas Pak Toto Endargo saat mengajar

Saat Pak Toto bertanya, “Ada yang kurang jelas, anak-anak?”

Seorang alumni spontan menjawab, “Maaf Pak Guru, saya belum jelas. Apa hubungannya gelombang cinta dan getaran hati?”

Jawaban itu langsung disambut tawa seluruh isi kelas.

Suasana semakin meriah ketika muncul pertanyaan lain dari seorang alumni, “Pak, ijin sebentar mau keluar, saya kebelet pipis.”

Suasana gelak tawa pun kembali pecah.

Pak Toto yang sudah 9 tahun lalu pensiun dan dulu juga mengajar mata pelajaran Elektronika, tetap tampil energik dan mampu menghidupkan suasana kelas seperti puluhan tahun silam.

Momen tersebut menjadi penutup yang berkesan bagi rangkaian Kelas Inspirasi Ikapero, sekaligus mempererat ikatan emosional antara alumni, guru, dan almamater.

Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-62 SMP Negeri 2 Purbalingga itu menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh ilmu, tetapi juga ruang yang menumbuhkan karakter, semangat belajar sepanjang hayat, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.

Ngopi Bareng Alumni
Sementara itu, rangkaian HUT berikutnya berupa Ngobrol Program Ikapero (Ngopi) Bareng Alumni, yang akan digelar Sabtu malam minggu (1/8/2026), di halaman dalam SMPN 2 Purbalingga mulai jam 19.00 WIB. Agenda ini akan menghadirkan ribuan alumnus lintas angkatan yang terdiri 60 ketua angkatan beserta pengurus dan anggota.

Melalui kegiatan Ngopi Bareng Alumni, Ikapero ingin menciptakan sebuah ruang perjumpaan yang santai, hangat, serta bersahaja. Forum ini membawa harapan mampu menjadi wadah bertukar pikiran, berdiskusi santai, memperkokoh ikatan kekeluargaan.

Juga untuk  memperkuat sinergi potensi antaralumnus untuk ikut berkontribusi positif ke depan.

Ketua Panitia, Aris Budiarto mengemukakan, secangkir kopi akan menjadi media pengikat obrolan, melarutkan sekat pembatas antar-angkatan, dan mendekatkan kembali keakraban yang mungkin sempat renggang oleh waktu.

“Monggo, kami tunggu rawuhnya bapak ibu dan teman-teman-teman  alumni untuk mengikuti Ngopi Bareng Alumni, sambil bermalam minggu ketemu teman lama ,” ajak Aris Budiarto yang didampingi Sekretaris Umum Ikapero Mahendra Yudhi Krisnha . (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-30 at 15.13
103 ASN Pemkab Banyumas Terima SK Pensiun
fuladdidesa
Indonesia 2045: Ketika "Londo Putih" Lebih Berbahaya daripada "Londo Ireng"
WhatsApp Image 2026-07-30 at 14.01
PGRI Jateng Salurkan 65 Tangki Air Bersih untuk Banjarnegara
WhatsApp Image 2026-07-30 at 11.16
PGRI Banjarnegara Canangkan Tahun 2026 sebagai Tahun Kekuatan
WhatsApp Image 2026-07-30 at 11.29
Kelas Inspirasi Ikapero, dari Memotivasi hingga Sensasi Diajar Pak Toto Endargo