BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 72 Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) dan 15 Majelis Pembimbing Desa (Mabisa) di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas dilantik. Namun, pelantikan tersebut tidak berhenti pada seremoni. Para pembina justru langsung ditempa melalui capacity building untuk memperkuat kompetensi dan kepemimpinan dalam menggerakkan gugus depan.
Pelantikan berlangsung di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kemranjen, Senin (31/8/2026). Pelantikan dilakukan Camat Kemranjen Ika Suprihatin selaku Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Kemranjen.
Pelantikan Menjadi Awal Pembinaan
Dalam sambutannya, Ika Suprihatin menegaskan bahwa pelantikan Mabigus dan Mabisa bukanlah akhir dari sebuah tugas. Sebaliknya, pelantikan menjadi awal untuk memperkuat pembinaan Gerakan Pramuka di masing-masing gugus depan.
“Pelantikan ini menjadi awal penguatan pembinaan Pramuka,” ujar Ika.
Menurutnya, keberadaan Mabigus dan Mabisa memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan kepramukaan. Mereka diharapkan mampu memberikan dukungan, arahan, sekaligus penguatan terhadap pembinaan di satuan pendidikan dan lingkungan desa.
Karena itu, Ika mengapresiasi Kwarran Kemranjen yang langsung menggelar capacity building setelah pelantikan. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Mabigus serta Mabisa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Capacity building memperkuat kompetensi dan kepemimpinan mereka,” katanya.
Ditempa Menjadi Penggerak Gugus Depan
Ketua Kwarran Kemranjen Maskuri mengatakan, capacity building menghadirkan Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Cabang (Pusdiklatcab) Banyumas Yusup Supriyadi bersama pelatih Didit Arifin Ardiyanto sebagai narasumber.
Menurut Maskuri, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan Mabigus dan Mabisa agar mampu menjalankan peran secara lebih efektif dalam mengembangkan gugus depan.
“Kompetensi kuat akan menggerakkan gugus depan lebih efektif,” kata Maskuri.
Melalui kegiatan tersebut, para Mabigus dan Mabisa tidak hanya didorong memahami tugas administratif dan organisatoris. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya kegiatan kepramukaan yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Maskuri menilai capacity building menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas para pembimbing gugus depan. Penguatan tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen.
“Gugus depan harus aktif, mandiri, dan berprestasi,” tegasnya.
Perkuat Pembinaan Generasi Muda
Dengan dilantiknya 72 Mabigus dan 15 Mabisa, Maskuri berharap pembinaan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kemranjen semakin kuat dan terarah.
Gugus depan sebagai ujung tombak pembinaan peserta didik diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang menarik, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Lebih dari sekadar menjalankan kegiatan organisasi, penguatan peran Mabigus dan Mabisa diharapkan mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai ruang pembentukan karakter. Nilai kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial diharapkan tumbuh melalui kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten.
Dengan demikian, pelantikan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun gugus depan yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mandiri, berprestasi, dan mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda di Kecamatan Kemranjen. (Parsito)