297 Murid dari 64 SMP di Purbalingga Ikuti FTBI

Bagikan :

*Upaya Nguri-uri Bahasa, sastra dan Budaya Jawa

PURBALINGGA, EDUKATOR–Sebanyak 297 murid dari 64 SMP se-Kabupaten Purbalingga mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026. Digelar di SMA Negeri 2 Purbalingga, Sabtu (5/9/2026), festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga ruang untuk nguri-uri atau melestarikan bahasa, sastra dan budaya Jawa.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jawa SMP Purbalingga itu dibuka Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. Ada tujuh cabang lomba yang digelar, yakni Menulis dan Membaca Aksara Jawa, Mendongeng, Berpidato/Sesorah, Menulis Cerkak, Membaca Geguritan, Nembang Macapat dan Komedi Tunggal/Ndhagel Ijen.

Dari 297 murid, Membaca Geguritan menjadi cabang dengan peserta terbanyak, yakni 56 murid. Disusul Menulis dan Membaca Aksara Jawa sebanyak 53 murid, Nembang Macapat 47 murid, Menulis Cerkak 43 murid, Berpidato/Sesorah 39 murid, Komedi Tunggal/Ndhagel Ijen 30 murid, dan Mendongeng 29 murid.

Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Purbalingga, Arif Restiyadi, S.Pd.dan Bina Damping MGMP Bahasa Jawa Drs. Haryono turut mendukung pelaksanaan festival yang menjadi salah satu ruang untuk nguri-uri atau melestarikan bahasa, sastra dan budaya Jawa. pengembangan kemampuan murid dalam berbahasa, bersastra, dan berekspresi menggunakan bahasa Jawa tersebut.

Hasil Kejuaraan
Adapun hasil kejuaraan FTBI SMP Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 menunjukkan persaingan yang cukup ketat di setiap cabang lomba.

Pada cabang Menulis dan Membaca Aksara Jawa, juara pertama diraih Sintia Rahmadani dari SMP Negeri 1 Bobotsari dengan nilai 569. Juara II diraih Gendhis Tantri Wandansari dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 535, sedangkan juara III Abhuyudaya Pradipa dari SMP Negeri 3 Purbalingga dengan nilai 530,5.

Juara Harapan I diraih Aysha Ailani Arka dari SMP Negeri 2 Mrebet dengan nilai 503,5. Juara Harapan II Mutiara Fikri Fadilah dari SMP Negeri 2 Purbalingga dengan nilai 497,5, sedangkan Juara Harapan III Elshy Zainatul Atsqiya dari SMP Negeri 3 Karangreja dengan nilai 496.

Pada cabang Mendongeng, juara pertama diraih Kholilan Rosulina dari SMP Negeri 2 Kemangkon dengan nilai 279,65. Juara II diraih Mirza Hibatulloh Khasanin dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga dengan nilai 278,3, sedangkan juara III Haya Naura Fadil Subroto dari SMP Negeri 1 Pengadegan dengan nilai 277,4.

Juara Harapan I diraih Adhyastha Prasraya dari SMP Negeri 1 Karangmoncol dengan nilai 269,6. Juara Harapan II Satriya Zhafif Priyadi dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 266,1, dan Juara Harapan III Aqilah Ayudita Inara dari SMP Negeri 2 Kejobong dengan nilai 262,1.

Pada cabang Berpidato/Sesorah, juara pertama diraih Azzam Khairul Gunawan dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 265. Juara II diraih Daimazda Kamila Zakka dari SMP Negeri 1 Karangmoncol dengan nilai 257 dan juara III Syauqina Nurin Imanina dari SMP Negeri 2 Purbalingga dengan nilai 254.

Juara Harapan I diraih Yanuar Aidha Asofi dari SMP Negeri 4 Bobotsari dengan nilai 254. Juara Harapan II Attaya Azhar Gifaro dari SMP Negeri 1 Kutasari dengan nilai 247, sedangkan Juara Harapan III Aneira Vani Pratiwi dari SMP Negeri 3 Purbalingga dengan nilai 245.

Untuk cabang Menulis Cerkak, juara pertama diraih Aira Nur Rahma dari SMP Negeri 1 Mrebet dengan nilai 275,75. Juara II Arsyfa Salsabila Adristi dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga dengan nilai 273,25, sedangkan juara III Yasmin Elsa Damara dari SMP Negeri 1 Karangmoncol dengan nilai 260,25.

Juara Harapan I diraih Nashwa Aprilia Putri dari SMP Negeri 1 Kemangkon dengan nilai 255,25. Juara Harapan II Kayyisa Bellvania Afrin dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 254, sedangkan Juara Harapan III Nicholas Damar P dari SMP Negeri 2 Bukateja dengan nilai 251,25.

Selanjutnya  cabang Membaca Geguritan dimenangi Aribah Nur Muflikhah Kultsum dari SMP Negeri 1 Bobotsari dengan nilai 272. Juara II diraih Nadhifa Nailah Athaya dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 272, sedangkan juara III Shilla Dwi Asanti dari SMP Negeri 3 Kutasari dengan nilai 270,5.

Juara Harapan I diraih Azzam Nabhan Zulfadli dari SMP Negeri 1 Rembang dengan nilai 264,5. Juara Harapan II Julio Nur Saputra dari SMP Negeri 2 Bukateja dengan nilai 262, dan Juara Harapan III Rasika Tarifa dari SMP Negeri 5 Purbalingga dengan nilai 261,5.

Pada cabang Nembang Macapat, juara pertama diraih M. Widodo Panca Prasetyo dari SMP Negeri 1 Kertanegara dengan nilai 280,6. Juara II Handinata Banu Widyadhana dari SMP Negeri 4 Karangmoncol dengan nilai 274,6 dan juara III Queenza Adelia Athfah Jasmine dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga dengan nilai 265,8.

Juara Harapan I diraih Azahra Syifa Amanda dari SMP Negeri 1 Padamara dengan nilai 263,8. Juara Harapan II Relina Indah Maharti dari SMP Negeri 1 Rembang dengan nilai 260, sedangkan Juara Harapan III Wisnu Prawira dari SMP Negeri 1 Kejobong dengan nilai 254,6.

Adapun cabang Komedi Tunggal/Ndhagel Ijen dimenangi M. Khoerul Anam dari SMP Negeri 2 Bukateja dengan nilai 259. Juara II diraih Hessa Zaidan AR Rafii dari SMP Negeri 5 Mrebet dengan nilai 254 dan juara III Raziq Hanan Januar dari SMP Negeri 1 Purbalingga dengan nilai 245.

Juara Harapan I diraih Kalingga Dulhanino Akbar dari SMP Istiqomah Sambas Purbalingga dengan nilai 244. Juara Harapan II Giesta Frisky Desviantika dari SMP Negeri 1 Kemangkon dengan nilai 241, sedangkan Juara Harapan III Amelia Khoerulnisa dari SMP Negeri 2 Kertanegara dengan nilai 240.

Juara Pertama Disiapkan ke Tingkat Provinsi
Sesuai keputusan panitia, juara pertama pada setiap cabang lomba berhak menjadi peserta FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sebagai utusan Kabupaten Purbalingga. Para juara juga mendapatkan pembinaan dari guru Bahasa Jawa sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

Sementara itu, keberadaan juara harapan menunjukkan bahwa setiap peserta yang berhasil masuk dalam jajaran terbaik tetap mendapatkan apresiasi atas kemampuan dan kreativitas yang ditampilkan selama festival.

FTBI Tidak Hanya Mengejar Kemenangan
Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga Priyanto saat membuka kegiatan berpesan, agar murid tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian tampil di depan publik, kreativitas, kemampuan mengolah bahasa, kedisiplinan, serta pengalaman berkompetisi merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

“Juara menentukan hasil, karakter menjadi bekal sepanjang kehidupan,” ujar Priyanto.

Karena itu, murid didorong untuk berani tampil dan tidak takut melakukan kesalahan maupun menghadapi kekalahan.

“Jangan takut salah, berani tampil dan terus berkarya,” pesannya.

Pesan tersebut menempatkan FTBI bukan hanya sebagai arena kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk membangun kepercayaan diri, kreativitas, keberanian, dan karakter murid.

Selanjutnya Priyanto mengemukakan, di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital, keberlangsungan bahasa daerah menghadapi tantangan. Pelestarian bahasa Jawa karena itu membutuhkan keterlibatan sekolah, guru, keluarga, masyarakat, serta generasi muda sebagai penutur masa depan.

Priyanto menegaskan, pelestarian bahasa Jawa tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

“Tugas kita memastikan bahasa Jawa memiliki masa depan,” ujarnya.

Ia berharap murid mampu menggunakan bahasa Jawa secara positif dan kreatif, bukan hanya ketika mengikuti perlombaan. Dengan demikian, bahasa Jawa tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas generasi muda Purbalingga. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

kafapet1
Kafapet Talks, Alumni Fapet Unsoed Bawa Inspirasi untuk Negeri
WhatsApp Image 2026-09-05 at 19.28
Estafet Tunas Kelapa di Kwarran Purbalingga Disambut Meriah
IMG_20260905_172857
297 Murid dari 64 SMP di Purbalingga Ikuti FTBI
WhatsApp Image 2026-09-06 at 01.20
ETK Tiba di Purbalingga, Bupati Fahmi Tekankan Persatuan, Gotong Royong dan Pengabdian
WhatsApp Image 2026-09-05 at 20.12
Tukijo Dorong Guru Jadi Penggerak Literasi Numerasi