Imanuello, Murid SD Kristen Bina Harapan Juara 1 Lomba Menulis Cerkak FTBI

Bagikan :

*Tingkat Kecamatan Purbalingga

Imanuello Prince Matthew Artawijaya bersama bina damping  Yustina Dwi Ariyanti, SH. (Foto: Dok SD Kristen Bina Harapan Purbalingga/EDUKATOR). 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Imanuello Prince Matthew Artawijaya (12), murid kelas V SD Kristen Bina Harapan Purbalingga  berhasil meraih juara pertama lomba menulis Cerita cekak (Cerkak) pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD tingkat Kecamatan Purbalingga tahun 2026. Ajang tersebut digelar Koorwilcam Dindikbud Purbalingga, di SD Kristen Bina Harapan Purbalingga, Rabu (9/9/2026).

Imanuello berhasil menyisihkan puluhan peserta, melalui Cerkak berjudul “Sega Bancakan Godhong Jati”.

Prestasi Imanuello–kelahiran Purbalingga 25 September 2014–tak lepas dari bimbingan gurunya, Yustina Dwi Ariyanti, S.H.

Sega Bancakan Godhong Jati
“Saya mengangkat Cerkak berjudul Sega Bancakan Godhong Jati, yang didalamnya mengangkat cerita tentang tradisi dan budaya masyarakat Jawa,” ujar Imanuello yang didampingi Yustina Dwi Aryanti di SD Krsten bina Harapan Purbalingga, Kamis (10/9/2026).

Emanuello Prince Matthew Artawijaya menunjukkan trofi  kebanggaannya. (Foto: Dok SD Kristen Bina Harapan Purbalingga/EDUKATOR). 

Cerkak itu berkisah tentang seorang anak bernama Damar. Damar tinggal bersama Simbah yang masih menjaga tradisi. Suatu hari, Simbah memasak sega bancakan menggunakan godhong jati. Damar merasa penasaran dengan penggunaan godhong jati tersebut.

Simbah kemudian menjelaskan makna tradisi kepada Damar. Menurut Simbah, budaya harus terus dilestarikan. Damar kemudian diajak mengikuti acara genduren. Acara tersebut berlangsung di rumah Pak Karta.

Awalnya, Damar menolak ajakan Simbah tersebut. Namun, nasihat Simbah membuat Damar berubah pikiran. Damar akhirnya bersedia mengikuti acara genduren tersebut. Ia kemudian melihat warga bekerja bersama.

Para bapak menata tempat pelaksanaan acara bersama. Sementara itu, para ibu menyiapkan berbagai hidangan. Damar ikut membantu sesuai dengan kemampuannya. Setelah persiapan selesai, acara genduren dimulai.

Para warga kemudian duduk bersama dan berdoa. Sega bancakan beralaskan godhong jati dibagikan bersama. Damar juga ikut menikmati hidangan tersebut. Ia merasakan cita rasa yang berbeda dari biasanya.

Pengalaman sore itu membuat Damar terasa istimewa. Sesampainya di rumah, Damar membuka buku lama. Ia kemudian menuliskan sebuah janji tentang budaya. Damar berjanji akan terus nguri-uri budaya Jawa, sebagai warsan leluhur nenek moyang.

Menemukan Kembali Janji Lama
Saat duduk di kelas lima, Damar menemukan buku tersebut. Buku itu tersimpan dalam lemari cokelat tua. Lemari tersebut dipenuhi debu karena lama tersimpan. Penemuan itu mengingatkan Damar pada janjinya.

Tidak lama kemudian, sebuah godhong jati ditemukan. Daun itu berada di dalam kamar Damar. Setiap melihat godhong jati, Damar teringat janjinya. Ia bertekad menjaga budaya sepanjang kehidupannya.

Damar juga ingin mengajarkan budaya kepada teman-temannya. Budaya tersebut akan diajarkan kepada anak-anaknya kelak. Bahkan, ia ingin mengajarkannya kepada cucunya. Baginya, budaya merupakan warisan leluhur yang berharga.

Cerkak tersebut juga menggambarkan nilai kebersamaan masyarakat. Di dalamnya terdapat cerita, rasa syukur, dan kasih. Ada pula nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Semua itu menjadi bagian budaya yang harus dijaga.

Melalui tokoh Damar, cerita mengajak generasi muda peduli. Budaya tidak boleh hanya tersisa dalam nama. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya. Pesan tersebut menjadi kekuatan utama cerkak Imanuello.

Latihan Membaca dan Menulis
Guru pembimbing menulis Cerkak, Yustina Dwi Ariyanti mengatakan, Imanuello termasuk anak yang mudah dilatih. “Latihan dilakukan dengan membaca berbagai bahan cerita, menceritakan kembali isi, pengayaan kosa kata, pemahaman karakter tokoh dan menuangkan ide menjadi Cerkak,” ujar Yustina Dwi Ariyanti.

Setelah meraih juara pertama tingkat Koorwilcam, Imanuello kini bersiap mengikuti lomba yang sama di tingkat Kabupaten Purbalingga, 19 September emndatang. Ia pun kini terus berlatih dan berlatih.

Agustinus Indradi, M.Pd dari Koorwilcam Dindikbud Purbalingga memberikan trofi kepada Imanuello Prince Matthew Artawijaya.(Foto: Dok SD Kristen Bina Harapan Purbalingga/EDUKATOR).

Empat Murid SDK Bina Harapan Jadi Juara
Dalam FTBI tingkat kecamatan Purbalingga, SD Kristen Bina Harapan mengirimkan 7 murid terbaiknya. Terdiri Imanuello Prince Matthew Artawijaya, Adriel Krisna Fidelis Ravindra, Gamaliel Devano Panglilih, Lacitra Kenes Aslesha Issadha, Narendra Elhan Setya Ishak S, Kenzie Arsen Jevera dan Adelia Oktavia.

Namun dalam pengumuman kejuaraan, hanya empat yang meraih kejuaraan. Yakni Imanuello Prince Matthew Artawijaya meraih juara pertyama menulis Cerkak.

Selanjutnya  Adriel Krisna Fidelis Ravindra meraih juara harapan 1 Cabang Macapat, Gamaliel Devano Panglilih juara harapan 2 Cabang Ndongeng dan Lacitra Kenes Aslesha Issadha juara harapan 3 Cabang Sesorah/pidato.

Tiga lainnya belum meraih kejuaraan, namun tetap semangat untuk berprestasi di masa mendatang (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

6131861544090934778
Tiga Kali Juara Umum, Purbalingga Kembali Bawa Pulang Piala ETK Kwarda Jateng
sdk1
Imanuello, Murid SD Kristen Bina Harapan Juara 1 Lomba Menulis Cerkak FTBI
WhatsApp Image 2026-09-10 at 09.24
Kwarcab Banyumas Gelar Festival Kehumasan Kendalisada
WhatsApp Image 2026-09-10 at 09.01
SMPN 1 Rembang Borong Prestasi Jambore Ranting 2026
FULAD6
Indonesia Maju Atau Indonesia Terjebak? Ketika Tata Kelola Negara Menguji Masa Depan Republik