
Alesha Wina Prisilian, murid kelas VI MI Muhammadiyah Walik, Purbalingga
PURBALINGGA, EDUKATOR–Alesha Wina Prisilian, murid kelas VI MI Muhammadiyah Walik, Purbalingga, meraih peringkat ketiga Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Purbalingga pada bidang IPAS Terintegrasi. Prestasi tersebut mengantarkan Alesha melaju ke OMI tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 5-6 Oktober mendatang.
“Prestasi Juara 3 ini memiliki makna sangat besar bagi kami,” kata Kepala MI Muhammadiyah Walik, Siti Sofiah, S.Ag kepada EDUKATOR di MI Muhammadiyah Walik, Senin (28/9/2026)..
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa madrasah dengan jumlah murid terbatas tetap mampu bersaing melalui kualitas, karakter, dan semangat juang peserta didik.
Tiga Minggu Persiapan Intensif
OMI merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Tahun ini, OMI mengusung tema “Sains dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”.
Kompetisi tersebut mempertandingkan Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi bagi murid MI/SD kelas V dan VI. Di tingkat Kabupaten Purbalingga, tiga peserta terbaik setiap bidang berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat provinsi.
Alesha bersama tiga murid MI Muhammadiyah Walik lainnya menjalani persiapan sekitar tiga minggu. Pembinaan dimulai setelah sosialisasi juknis pada 21 Agustus 2026 hingga pelaksanaan lomba pada awal September.
MI Muhammadiyah Walik mengirimkan empat murid hasil seleksi tingkat madrasah. Tiga murid mengikuti IPAS Terintegrasi, yakni Alesha Wina Prisilian, Aida Nur Ramadhani, dan Azkia Falen Yontiara. Sementara itu, Ibnu Mubarok menjadi wakil pada Matematika Terintegrasi.
Pembinaan IPAS dilakukan langsung Siti Sofiah, S.Ag. Adapun bidang Matematika dibimbing Sudarno, S.Pd.I., guru kelas V yang ditunjuk khusus sebagai pembimbing Matematika.
Para peserta mendapat pendampingan untuk menghadapi soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Materi latihan diarahkan untuk mengintegrasikan kemampuan sains dan matematika dengan nilai keislaman, teknologi, serta budaya lokal.
Diuji 25 Soal Berbasis Komputer
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Purbalingga menggunakan ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT). Peserta menghadapi 25 soal pilihan ganda dalam waktu yang telah ditentukan.
Untuk peserta dari Kecamatan Kutasari, ujian dipusatkan di ruang komputer MI Muhammadiyah Kedungjampang. Pengumuman hasil tingkat kabupaten dilakukan pada 12 September 2026.
Bagi Alesha, capaian tersebut menjadi tiket menuju kompetisi tingkat provinsi. Simulasi atau uji coba dijadwalkan 1–2 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan utama berlangsung 5–6 Oktober 2026.
Pada tingkat provinsi, Alesha akan menghadapi format soal yang lebih kompleks, terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan lima soal pilihan ganda kompleks. Madrasah kini meningkatkan latihan melalui simulasi ujian berbasis komputer, bedah soal, serta penguatan kesiapan mental.
Madrasah Kecil, Semangat Bersaing Besar
Pada tahun ajaran 2026/2027, MI Muhammadiyah Walik memiliki total 62 murid. Siti mengatakan, capaian Alesha menjadi bukti bahwa jumlah murid yang tidak besar bukan penghalang untuk melahirkan prestasi.
“Ini buah kerja keras anak dan guru pembimbing,” ujarnya.
Menurut Siti, keberhasilan tersebut juga menjadi hasil kerja keras Alesha bersama tiga peserta lainnya yang telah mengikuti pembinaan secara intensif. Dedikasi para guru dalam mendampingi peserta didik juga menjadi bagian penting dari capaian tersebut.
Ia berharap prestasi Alesha dapat menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat di lingkungan madrasah. Prestasi itu juga diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong pertambahan jumlah murid baru.
Bersiap Hadapi OMI Tingkat Provinsi
Menghadapi kompetisi tingkat provinsi, pembinaan Alesha kini semakin diintensifkan. Materi latihan mencakup simulasi ujian berbasis komputer, bedah soal, penguatan kemampuan menghadapi soal kompleks, serta persiapan mental.
“Kami berharap Alesha tetap fokus dan semangat berlatih,” kata Siti.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan doa dan dukungan agar Alesha dapat menampilkan kemampuan terbaiknya pada OMI tingkat provinsi.
OMI merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang dirancang untuk memperkuat mutu pendidikan madrasah, mengembangkan daya nalar, serta meningkatkan literasi sains dan numerasi murid.
Kompetisi ini juga diarahkan untuk mengasah kemampuan bernalar kritis melalui integrasi sains, keislaman, teknologi, dan budaya lokal. (Prasetiyo)