Asyiknya Belajar Matematika dengan Papan JuRang

Bagikan :

Oleh: Meananingsih, S.Pd.
Guru Kelas I
SD Negeri Sendangmulyo 02
Kecamatan Tembalang, Kota Semarang

MATEMATIKA merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar. Mata pelajaran ini berperan dalam mengembangkan kemampuan dasar berhitung. Melalui pembelajaran matematika, siswa diharapkan mampu berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Kemampuan tersebut menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Matematika juga tidak dapat dipisahkan dari berbagai aktivitas manusia. Kemampuan berhitung digunakan saat melakukan jual beli, mengatur waktu, mengukur sesuatu, dan menyelesaikan persoalan sederhana. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu disampaikan sesuai perkembangan dan karakteristik siswa.

Siswa kelas I sekolah dasar masih berada pada tahap berpikir konkret. Menurut Piaget (1970), anak pada tahap operasional konkret lebih mudah memahami konsep melalui benda nyata dan pengalaman langsung. Karena itu, materi matematika yang bersifat abstrak perlu disampaikan menggunakan media konkret dan menarik.

Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas I SD Negeri Sendangmulyo 02. Kondisi itu terjadi pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2023/2024. Materi yang dipelajari adalah penjumlahan dan pengurangan bilangan.

Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, sebanyak 42 persen atau delapan dari 19 siswa masih memerlukan bimbingan. Mereka mengalami kesulitan memahami materi penjumlahan dan pengurangan. Pembelajaran yang masih didominasi penjelasan guru juga membuat siswa kurang aktif.

Papan JuRang Sebagai Media Pembelajaran
Berdasarkan permasalahan tersebut, guru perlu melakukan inovasi pembelajaran. Inovasi tersebut harus sesuai dengan karakteristik siswa kelas I. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan Papan JuRang. JuRang merupakan singkatan dari Penjumlahan dan Pengurangan.

Papan JuRang merupakan media pembelajaran sederhana. Media ini dirancang untuk membantu siswa memahami penjumlahan dan pengurangan. Pembelajaran dilakukan secara konkret dan menyenangkan.

Papan tersebut dilengkapi angka dan tanda operasi hitung. Media ini juga menggunakan benda atau penanda. Siswa dapat menggunakannya untuk melakukan proses berhitung secara langsung.

Cara Menggunakan Papan JuRang
Penggunaan Papan JuRang diawali dengan pengenalan bagian-bagian papan. Guru menjelaskan fungsi setiap bagian kepada siswa. Selanjutnya, guru memberikan contoh penggunaannya.

Misalnya, guru memberikan soal 5 + 3. Siswa menunjukkan angka 5 pada Papan JuRang. Kemudian, siswa menempatkan lima benda pada posisi yang sesuai. Setelah itu, siswa menambahkan tiga benda lagi. Siswa menghitung seluruh benda tersebut. Hasil perhitungannya adalah delapan.

Pada materi pengurangan, guru dapat memberikan soal 8 – 3. Siswa menempatkan delapan benda pada Papan JuRang. Selanjutnya, tiga benda diambil atau dipindahkan. Siswa kemudian menghitung benda yang tersisa. Hasil perhitungannya adalah lima.

Setelah mendapatkan contoh dari guru, siswa mencoba secara bergantian. Guru memberikan beberapa soal untuk dikerjakan. Siswa maju ke depan kelas dan menyelesaikan soal tersebut. Mereka menggunakan Papan JuRang sebagai media berhitung.

Setelah memperoleh jawaban, siswa menjelaskan proses perhitungannya. Penjelasan tersebut disampaikan kepada teman-teman di kelas. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui hasil akhir. Mereka juga memahami proses memperoleh jawaban tersebut.

Kegiatan ini membuat siswa melihat proses perubahan bilangan. Mereka dapat memahami hubungan antara bilangan dan benda konkret. Siswa juga dapat melihat hasil perhitungan secara langsung.

Belajar Matematika Sambil Bermain
Pembelajaran dapat dikemas dalam bentuk permainan sederhana. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat kesempatan menyelesaikan soal menggunakan Papan JuRang.

Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mencoba. Mereka juga belajar berhitung dan menyampaikan jawaban. Kegiatan tersebut membuat suasana pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan.

Menurut Bruner (1966), pembelajaran lebih mudah dipahami melalui pengalaman langsung. Pengalaman tersebut diberikan sebelum siswa memahami konsep dalam bentuk simbol. Papan JuRang memberikan pengalaman berhitung secara nyata. Dengan demikian, konsep penjumlahan dan pengurangan menjadi lebih mudah dipahami.

Penggunaan Papan JuRang membuat siswa lebih antusias. Mereka terlihat senang ketika mendapat kesempatan menggunakan papan. Siswa yang sebelumnya cenderung pasif mulai berani tampil. Mereka juga berani mencoba menyelesaikan soal di depan kelas.

Selain membantu memahami konsep, Papan JuRang memiliki manfaat lain. Kegiatan ini melatih keberanian dan kerja sama siswa. Siswa juga belajar mengomunikasikan hasil pemikirannya.

Siswa belajar menghargai teman yang sedang tampil. Mereka juga memberikan semangat kepada teman yang mengalami kesulitan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mengembangkan kemampuan berhitung.

Pembelajaran Menjadi Lebih Bermakna
Hasil penerapan Papan JuRang menunjukkan perubahan positif. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mereka juga lebih antusias mengikuti kegiatan berhitung.

Pemahaman siswa terhadap penjumlahan dan pengurangan menjadi lebih baik. Pembelajaran yang sebelumnya terasa monoton menjadi lebih hidup. Hal tersebut terjadi karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran tidak harus mahal. Media juga tidak harus dibuat dengan cara yang rumit. Media sederhana dapat memberikan pengalaman belajar bermakna.

Hal terpenting adalah kesesuaian media dengan kebutuhan siswa. Kreativitas guru juga menjadi salah satu faktor penting. Guru perlu memilih media yang menarik dan mudah digunakan.

Melalui Papan JuRang, siswa belajar bahwa matematika tidak selalu sulit. Matematika juga tidak harus menjadi pelajaran yang membosankan. Penjumlahan dan pengurangan dapat dipelajari secara menyenangkan.

Siswa dapat belajar sambil bermain dan mencoba. Mereka juga dapat berhitung, berdiskusi, dan tampil di depan kelas. Kegiatan tersebut membuat pembelajaran lebih aktif dan konkret.

Pada akhirnya, pembelajaran matematika bukan sekadar mendapatkan jawaban. Siswa juga perlu memahami proses memperoleh jawaban tersebut. Papan JuRang menjadi salah satu inovasi sederhana dalam pembelajaran matematika.

Media tersebut membantu menciptakan pembelajaran yang konkret dan aktif. Pembelajaran juga menjadi lebih bermakna bagi siswa. Dengan Papan JuRang, belajar matematika menjadi lebih asyik bagi siswa kelas I. (*)

BERITA TERKINI

faperta1
2020-2026, Faperta Unsoed Perkuat Sinergi dengan 451 Mitra
WhatsApp Image 2026-09-15 at 11.54
AI dan Data Tantang Hukum Memahami Masa Depan
WhatsApp Image 2026-09-15 at 21.04
Tekan Stunting, Pemkab Banjarnegara Perkuat Peran Kader Posyandu
WhatsApp Image 2026-09-14 at 20.53
PGRI Purbalingga Salurkan Empat Tangki Air Bersih di Kutasari
oplus_2
487 Pramuka Siaga Ikuti Persari Kwarran Bukateja