BEM Farmasi UMP Luncurkan Program Dopamin di Desa Kalisalak

Bagikan :

Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP foto bersama dosen pembimbing dan  tamu undangan usai peluncuran Program Dopamin di Balai Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/7/2026). (Foto: Istimewa/EDUKATOR). 

BANYUMAS, EDUKATOR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meluncurkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 melalui Program Dopamin. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (8/7/2026).

Selama kurang lebih tiga bulan ke depan, tim PPK Ormawa akan menjalankan enam program unggulan, yaitu Pro-Inovena, Maju Ceria, Probio, Besti Tani, Bu Nila, dan Mandiri MP.

Dopamin merupakan akronim kreatif (creative acronym) yang dipilih agar mudah diingat. Yakni D = Desa, O = Optimalisasi, P = Program, A = Anemia, M = Masyarakat, I = Integrasi, N = MeNuju Desa Sehat. Istilah Dopamin terinspirasi dari dopamine, yaitu zat kimia alami di otak yang berperan dalam membangun motivasi, semangat, dan perilaku positif.

Jelasnya, Program Dopamin adalah program Revitalisasi, Optimalisasi, dan Integrasi Masyarakat Desa Kalisalak Guna Mencegah dan Mengurangi Angka Anemia Remaja Menuju Desa Sehat. Program ini disusun berdasarkan hasil survei lapangan dengan fokus pada penanganan tingginya angka anemia remaja melalui pendekatan kesehatan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kelembagaan desa.

Kegiatan peluncuran dihadiri Kepala Desa Kalisalak Ilham Triyono, S.Pd., Dosen Pembina sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP apt. Anjar Mahardian Kusuma, M.Sc., mahasiswa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Fokus Tekan Angka Anemia Remaja
Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP Tahun 2026, Meilani Wiji Astuti, mengatakan PPK Ormawa merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi mahasiswa sekaligus menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat melalui inovasi yang berkelanjutan.

“Kami berharap Program Dopamin mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan anemia sekaligus membangun kemandirian desa melalui pemberdayaan potensi lokal,” ujarnya.

Selama kurang lebih tiga bulan ke depan, tim PPK Ormawa akan menjalankan enam program unggulan, yaitu Pro-Inovena, Maju Ceria, Probio, Besti Tani, Bu Nila, dan Mandiri MP.

Seluruh program tersebut saling terintegrasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, mengoptimalkan pengelolaan lingkungan, meningkatkan perekonomian warga, serta membangun kelembagaan desa yang mampu melanjutkan program secara mandiri setelah PPK Ormawa berakhir.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Desa
Kepala Desa Kalisalak, Ilham Triyono mengapresiasi BEM Fakultas Farmasi UMP yang telah mempercayakan Desa Kalisalak sebagai lokasi pelaksanaan Program PPK Ormawa Tahun 2026.

Menurutnya, program yang dibawa mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, karena disusun berdasarkan hasil survei lapangan dan potensi desa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UMP di Desa Kalisalak. Semoga seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi awal kolaborasi yang terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Dosen Pembina sekaligus Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP, apt. Anjar Mahardian Kusuma, M.Sc., mengatakan, PPK Ormawa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan kegiatan pengabdian yang memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program Dopamin diharapkan menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutann sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan,” ujarnya.

Bentuk Kader Sehat Berbasis Teknologi
Selain menjalankan berbagai program pemberdayaan, Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP akan membentuk Ksatria (Kader Sehat Zero Anemia) sebagai kader keberlanjutan yang bertugas mendampingi masyarakat dalam upaya pencegahan anemia serta pengembangan Desa Sehat berbasis potensi lokal.

Program ini juga didukung pemanfaatan teknologi melalui Website SEHATI (Sehat, Aktif, Tanpa Anemia) sebagai media edukasi dan pemantauan kesehatan masyarakat.

Setelah peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja kepada masyarakat, diskusi bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Dopamin. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-08 at 18.10
Perwira Dojo Purbalingga Kenalkan Aikido untuk Melindungi Diri Tanpa Melukai Lawan
WhatsApp Image 2026-07-08 at 20.00
Pelatihan Metode CARANGAPAK Mudahkan Guru Ajarkan Aksara Jawa
FULAD6
Indonesia Menghadapi Tiga Perang Sekaligus: Militer, Pangan, dan Ideologi
WhatsApp Image 2026-07-08 at 16.26
Media Kredibel Jadi Kunci Bertahan di Era Digital
a35f518f-0173-49b6-be3c-e1db8eb903fa
Kepala Sekolah dan Guru Wajib Kuasai Perangkat Digital