Bupati Buka MPLS, Sekolah Rakyat Banyumas Resmi Beroperasi

Bagikan :

Pembukaan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas.

BANYUMAS, EDUKATOR–Sebanyak 300 murid dari Banyumas dan Kebumen resmi memulai pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas setelah Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (29/7/2026). Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mengubah masa depan mereka.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 300 murid mengikuti MPLS, terdiri atas 141 laki-laki dan 159 perempuan. Mereka berasal dari lima jenjang dan wilayah, yakni Sekolah Rakyat Dasar Banyumas sebanyak 27 murid, Sekolah Rakyat Dasar Kebumen 12 murid, Sekolah Rakyat Menengah Pertama Banyumas 116 murid, Sekolah Rakyat Menengah Pertama Kebumen 30 murid, serta Sekolah Rakyat Menengah Atas Banyumas 115 murid.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama meraih masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Rakyat membuka harapan baru bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Sadewo.

Kesempatan Mengubah Masa Depan
Sadewo mengajak seluruh murid memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi ruang untuk membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan daya saing.

Ia meyakini para murid dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat apabila menjalani pendidikan dengan tekun dan penuh semangat.

Kepada para guru, tenaga kependidikan, serta pengasuh asrama, Sadewo juga berpesan agar mendampingi murid dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan sehingga setiap murid dapat berkembang secara optimal.

Murid Sambut Kesempatan Baru
Suasana haru dan antusias mewarnai hari pertama MPLS. Salah seorang murid baru kelas VIII SMP, Ade Kirana, asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat.

“Senang, kagum juga karena gedungnya,” kata Ade.

Meski harus tinggal di asrama tanpa didampingi kedua orang tuanya yang bekerja di luar kota, Ade tetap bersemangat mengikuti MPLS. Ia berharap dapat menjalani kehidupan sekolah dengan baik meskipun masih memiliki kekhawatiran untuk beradaptasi setelah pernah mengalami perundungan ketika duduk di bangku sekolah dasar.

Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah
Harapan serupa disampaikan Wartiah, salah seorang wali murid yang mengantar cucunya mengikuti MPLS. Ia mengungkapkan rasa syukur karena cucunya akhirnya kembali mengenyam pendidikan setelah lebih dari tiga tahun putus sekolah sejak kelas III SD.

Menurut Wartiah, cucunya sempat menjadi pribadi yang pendiam dan kurang percaya diri. Namun, berkat pendampingan serta motivasi yang diterimanya, sang cucu kini bertekad memulai lembaran baru melalui Sekolah Rakyat.

“Sekarang dia mau sekolah lagi dan ingin menjadi anak yang lebih baik,” tutur Wartiah.(Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Londo Ireng dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
6289458819192525227
Kak Fahmi Ajak Pramuka Perkuat Aksi Lingkungan
ChatGPT Image Jul 29, 2026, 10_16_10 PM
667 Murid SMPN 1 Maos Digembleng Jadi Pemimpin
WhatsApp Image 2026-07-29 at 13.05
Bupati Buka MPLS, Sekolah Rakyat Banyumas Resmi Beroperasi
FAUZI PAKAIAN JAWA
Mengubah Gunjingan Menjadi Umpan Balik