
Dekan Faperta Unsoed Prof Sakhidin (kanan) memberikan potongan tumpeng kepada Wakil Rektor 1 (Bidang Akademik) Prof. Dr. Eng. Ir. Suroso, S.T., M.Eng., IPU, menandai Dies Natalis ke 64 Faperta Unsoed. Ikut mendampingi Warek 1, Wakil Rektor II (Umum dan Keuangan) Prof. Dr. Wahyuningrat, M.Si.(Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Faperta Unsoed) kini diperkuat 4.179 mahasiswa aktif dan 1.176 mahasiswa baru. Bersamaan dengan itu, fakultas tersebut terus menggenjot inovasi, prestasi, dan jejaring kerja sama untuk menopang pertanian berkelanjutan serta kemandirian pangan.
Penguatan itu mengemuka dalam Dies Natalis ke-64 Faperta Unsoed di Auditorium Faperta Unsoed, Selasa (29/9/2026). Dalam momentum tersebut, Dekan Faperta Unsoed Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P., melaporkan perkembangan akademik, prestasi, dan berbagai kerja sama yang dijalankan sepanjang 2026.
Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Prof Sakhidin didampingi para wakil dekan foto bersama penerima Faperta Award Tahun 2026. (Foto: Rendra/EDUKATOR)
Ribuan Mahasiswa Jadi Kekuatan Akademik
Laporan tahunan Faperta Unsoed mencatat sebanyak 1.176 mahasiswa baru diterima pada 2026. Sedangkan jumlah mahasiswa aktif tahun akademik 2026/2027 mencapai 4.179 mahasiswa.
“Perkembangan akademik tersebut berjalan bersama penguatan akreditasi program studi, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa asing, kolaborasi internasional, masa studi, dan capaian IPK mahasiswa,” ujar Prof Sakhidin.
Faperta juga terus mengembangkan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Pada 2026, sejumlah dosen mencatat prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Prof Sakhidin didmapingi para wakil dekan bersama para dosen dan tenaga kependidikan Faperta yang purna bakti. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR).
Prestasi Dosen Menembus Forum Internasional
Nur Wijayanti, S.TP., M.P., terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam forum internasional ASEAN-China Women Entrepreneurs Exchange di Kamboja.
Selanjutnya Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D., tercatat sebagai tenaga ahli NGO-PARCIC di Timor Leste dengan dukungan Kementerian Luar Negeri Jepang atau MOFA Japan.
Prestasi juga ditorehkan mahasiswa melalui berbagai ajang akademik dan nonakademik. Faperta turut mengirim delegasi pada PIMNAS ke-38 di Makassar serta mengikuti PEKSIMIDA dan PEKSIMITAS.
Mahasiswa Faperta juga tercatat dalam berbagai capaian sebagai duta, peserta kompetisi, mahasiswa berprestasi, serta penerima beasiswa. Pengembangan kreativitas mahasiswa turut dilakukan melalui Expo Capstone Design dan Agro-Technopreneurship.
Jejaring Kerja Sama Terus Diperluas
Selain akademik dan prestasi, Faperta Unsoed memperkuat hubungan dengan dunia usaha, industri, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah.
Kerja sama tersebut antara lain diwujudkan melalui Implementation Agreement Summer Camp UNSOED–YUNTECH 2026, MoU dengan PT Sang Hyang Seri, serta Perjanjian Kerja Sama dengan PT Syngenta. Faperta juga menjalin kerja sama dengan FPP UMNU Kebumen dan SMK IT Warungpring Pemalang.
Prof Sakhidi menjelaskan, penguatan jejaring akademik dilakukan melalui Visiting Lecturer, monitoring dan evaluasi MBKM di berbagai mitra dunia usaha dan dunia industri, serta International Guest Lecture.
Faperta Unsoed, sambungnya, juga menginisiasi kerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Yogyakarta, Badan Standardisasi Nasional (BSN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menuju Fakultas Bertaraf Internasional
Berbagai program tersebut, lanjut Prof Sakhidin, menjadi bagian dari langkah Faperta Unsoed menuju visi 2034. Fakultas Perftanian Unsoed menargetkan keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni bertaraf internasional yang tetap relevan dengan pengembangan pertanian dan kearifan lokal yang berkelanjutan.
Arah tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-64, yakni “Berkarakter, berinovasi, berkontribusi untuk pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan.”
Dengan kekuatan mahasiswa, prestasi dosen dan mahasiswa, serta jejaring kerja sama yang terus berkembang, Faperta Unsoed menempatkan inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan pertanian ke depan. (Prasetiyo)