Festival Gunung Slamet Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Purbalingga

Bagikan :

Penampilan tarian ikut memeriahkan pembukaan FGS #9. 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9 dibuka di kawasan wisata D’Las, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jumat (3/7/2026). FGS yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (5/6/2026), mengusung tema “Culture and Nature” , menampilkan berbagai ragam pertunjukan budaya dan produk unggukan dari berbagai desa.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan FGS ke 9 ini. Ini sebagai momentum kebangkitan pariwisata Purbalingga pascabencana banjir bandang yang melanda lereng Gunung Slamet akhir Januari 2026 lalu,” ujar Wabup Purbalingga Dimas Prasetyahani saat membuka festival tersebut.

Wabup Purbalingga Dimas Prasetayahani bersama para pemangku kepentingan foto bersama usai pembukaan FGS#9. 

Sejak 2024, 2025 dan 2026 ini, FGS masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata sebagai strategi untuk mengembangkan event-event daerah menjadi daya tarik wisata nasional dan internasional.

Wabup Dimas menegaskan, festival ini menjadi bukti kesiapan Purbalingga untuk bangkit sekaligus mempertegas pengakuan nasional terhadap potensi wisata alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki Purbalingga.

“Semoga FGS #9 menjadi daya tarik sekaligus daya ungkit bagi masyarakat yang terdampak bencana,” harap Wabup Dimas Prasetyahani.

Etalase Desa Wisata dan Produk Unggulan
Hari pertama festival diisi Gelar Seni Budaya Desa Wisata yang menampilkan kesenian khas dari Desa Wisata Serang, Karangcengis, Selakambang, Gunung Wuled, dan Tanalum. Penampilan tersebut menjadi daya tarik utama sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya desa-desa wisata di Purbalingga kepada para pengunjung.

Sebanyak 15 desa wisata juga membuka stan untuk mempromosikan paket wisata, kerajinan, kuliner, hingga produk unggulan. Petani kopi lokal turut memamerkan kopi khas Purbalingga sebagai salah satu komoditas andalan daerah.

Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung berasal dari Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang. Desa tersebut menampilkan berbagai produk UMKM seperti cimplung, gula aren, gula kelapa, madu hutan, dan virgin coconut oil (VCO), sekaligus memperkenalkan destinasi wisata alam, religi, sejarah, dan budaya.

Sekretaris Pokdarwis Desa Panusupan, Leni, mengatakan madu yang dipamerkan berasal dari lebah liar yang mengambil nektar bunga alami, termasuk bunga kaliandra.

Selain itu, Panusupan memiliki sejumlah destinasi unggulan seperti Susur Sungai Kaliarus, Curug Kalikarang, Curug Pesantren, dan wisata jelajah hutan.

“Kami siap membantu bahkan menjemput wisatawan dari pertigaan Rajawana agar perjalanan lebih mudah,” kata Leni.

Didukung Puluhan Desa Wisata
Rangkaian pembukaan festival juga diisi Sarasehan Kepariwisataan yang diikuti perwakilan 32 desa wisata di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah serta praktisi pariwisata Arsy Widianto untuk berbagi strategi pengembangan desa wisata agar semakin berdaya saing.

Suguhkan Tradisi, Budaya, dan Hiburan
Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Gunung Slamet menghadirkan beragam agenda budaya dan wisata, mulai dari gelar seni desa wisata, pengambilan air Tuk Sikopyah, prosesi Merti Bumi, kirab budaya, tari kolosal Gunung Slamet, pertunjukan budaya lintas kabupaten, hingga atraksi Tomato Splash.

Festival juga dimeriahkan penampilan grup musik Parade Hujan, band yang digawangi personel eks Payung Teduh, dalam pertunjukan Akustik Kabut Lembut.

Sementara itu, Kepala Desa Serang, Sugito, mengatakan FGS #9 melibatkan sedikitnya 15 desa wisata yang membuka stan promosi potensi wisata dan produk unggulan masing-masing.

Menurutnya, keterlibatan desa-desa wisata tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antardestinasi sekaligus memperluas promosi pariwisata Kabupaten Purbalingga. (Prasetiyo)

Rundown Festival Gunung Slamet #9

Jumat, 3 Juli 2026 (Day 1)

Waktu Acara Lokasi
07.00–09.00 Bersih Desa & Kenduri Wilayah RW
09.00–10.00 Morning Beat Fest Venue FGS
10.00–10.30 Opening Venue FGS
10.30–13.00 Istirahat
13.00–16.30 Gelar Seni Budaya Desa Wisata Purbalingga Kawasan Wisata D’Las
16.30–18.00 Komunitas Petani Kopi Purbalingga Venue FGS
20.00–Selesai Malam Bermunajat Venue FGS

Sabtu, 4 Juli 2026 (Day 2)

Waktu Acara Lokasi
07.00–08.30 Pengambilan Air Sikopyah Mata Air Sikopyah
08.30–10.00 Prosesi Merti Bumi Kawasan Pudang Mas
10.00–10.30 Kirab Budaya Venue FGS
11.30–12.00 Pembagian Air Sikopyah dan Nasi 3G Venue FGS
12.00–13.00 Istirahat
13.00–14.30 Tari Kolosal Gunung Slamet Venue FGS
14.30–17.00 Pentas Seni Lintas Kabupaten Venue FGS
18.00–19.00 Istirahat
19.00–19.15 Sambutan Bupati Purbalingga Venue FGS
19.15–Selesai Akustik Kabut Lembut Venue FGS

Minggu, 5 Juli 2026 (Day 3)

Waktu Acara Lokasi
07.00–10.00 Village Exploration dan Green Activation Kawasan Pudang Mas
10.00–12.00 Perang Tomat Venue FGS
12.00–13.00 Istirahat
13.00–16.00 Suaraloka Gunung Slamet Venue FGS
16.00 Closing Venue FGS

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-04 at 05.41
Keramik Klampok dan Ujungan Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Festival Gunung Slamet ke-9 Resmi Dibuka, Tampilkan Potensi Desa Wisata Purbalingga2
Festival Gunung Slamet Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Purbalingga
WhatsApp Image 2026-07-03 at 13.59
Sekolah Rakyat Banyumas Siap Beroperasi Juli 2026
ChatGPT Image Jul 2, 2026, 07_29_53 PM
BRIN dan FPIK Unsoed Kolaborasi Riset Ikan Senggaringan
FAUZI 2026
Sekolah Ditantang Melahirkan Generasi Bebas Rokok