Inilah Delapan Tips Tetap Sehat Selama Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

by -41 Views
Kepala Klinik Pratama Rawat Jalan Soedirman, Unsoed Purwokerto, Dokter Madya Wicaksono, M.Si

PURWOKERTO, EDUKATOR–Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan berat badan, serta menjaga stabilitas tekanan darah dan glukosa darah.

Secara umum, berpuasa terbukti dapat memperbaiki kondisi kesehatan tanpa mengganggu fungsi tubuh.

“Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dapat berjalan dengan baik apabila kesehatan juga dijaga dengan baik. Puasa juga akan memperbaiki kondisi kesehatan, kekebalan tubuh, dan kebugaran, apabila dijalankan dengan tepat dan menggunakan cara yang sehat,” kata Kepala Klinik Pratama Rawat Jalan Soedirman, Unsoed Purwokerto, Dokter Madya Wicaksono, M.Si dalam rilis yang diterima EDUKATOR, Sabtu (16/3/2024).

Berikut tips dari dr Madya Wicaksono, untuk menjaga tubuh kita tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan :

Pertama, Memperhatikan kecukupan konsumsi air untuk mencegah dehidrasi.
Untuk mengatasi kehilangan cairan selama berpuasa disarankan untuk tetap minum air putih dalam jumlah yang cukup.
Air putih lebih disarankan dibandingan dengan air berwarna dan berasa.

Minuman seperti teh dan kopi memiliki sifat diuretik ringan, atau memicu pengeluaran cairan melalui air kencing. Sedangkan minuman dengan pemanis berlebihan dapat meningkatkan kadar glukosa/gula darah dan lebih mudah memicu rasa haus. Direkomendasikan untuk berbuka dengan air putih terlebih dahulu, untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

Kedua, Mengatur pola makan supaya kecukupan gizi harian terpenuhi.
Konsumsi karbohidrat sebagai sumber energi, protein, buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral tetap diperlukan saat berbuka dan sahur, untuk mempertahankan metabolisme tubuh.

Hindari makan makanan berlebih saat berbuka puasa, karena dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah serta menimbulkan gangguan lambung. Asupan garam berlebih yang terdapat dalam berbagai makanan atau cemilan dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga perlu dibatasi jumlahnya.

Ketiga, Menjaga kuantitas dan kualitas tidur dalam sehari.
Kualitas dan kuantitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan secara umum. Seseorang dengan gangguan tidur dapat mengalami mood yang buruk, kelelahan, dan penurunan kekebalan tubuh.

Saat berpuasa, jumlah dan kualitas waktu tidur yang cukup diperlukan untuk tetap sehat selama bulan puasa. Manusia dewasa memerlukan waktu tidur sejumlah 6 hingga 8 jam dalam sehari. Sehingga, saat berpuasa, distribusi waktu tidur dapat disesuaikan dengan rutinitas sahur. Tidur di siang hari dapat digunakan sebagai alternatif untuk mempertahankan jumlah waktu tidur dalam sehari.

Keempat, Berolahraga supaya kebugaran tubuh tetap terjaga.
Olahraga dapat tetap dilakukan saat seseorang berpuasa. Kuncinya terletak pada pengendalian waktu dan intensitas olahraga yang dilakukan. Berolahraga ringan seperti jogging atau bersepeda dapat dilakukan kapanpun, sesuai dengan kemampuan individu.

Berolahraga setiap hari selama 30 menit selama bulan puasa terbukti memperbaiki kebugaran dan kekebalan tubuh selama berpuasa. Olahraga yang dipilih dapat berupa olahraga aerobik seperti berlari, bersepeda, atau senam. Olahraga anaeoribik seperti angkat beban dan plank dapat dilakukan untuk mempertahankan kekuatan otot.

Kelima, Menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Masalah kesehatan rongga mulut seringkali terabaikan saat berpuasa. Hal ini dapat berakibat pada berbagai keluhan, terutama bau mulut yang tidak sedap dan sakit gigi. Kesehatan rongga mulut dapat dipertahankan dengan menggosok gigi secara teratur setelah berbuka, setelah sahur, dan saat sebelum tidur. Apabila ada keluhan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi, supaya masalah tersebut di atas dapat diatasi.

Keenam, Mempertahankan pola hidup bersih dan sehat.
Pandemi Covid-19 banyak mengajarkan untuk melakukan pola hidup sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak apabila sedang mengalami pinyakit pada saluran nafas. Kebiasaan baik yang sama juga baik untuk diterapkan selama menjalankan ibadah puasa.

Tetap mencuci tangan, terutama sebelum berbuka puasa dan menyantap makanan sahur. Menjaga kebersihan diri dapat mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk infeksi saluran cerna dan saluran nafas.

Ketujuh, Menyesuaikan waktu konsumsi obat apabila diperlukan.
Apabila anda sedang dalam pengobatan, sebaiknya obat tetap diminum. Obat-obatan tuberkulosis, antibiotik, dan obat rutin lainnya seharusnya tetap dikonsumsi untuk mencapai keberhasilan terapi. Silakan berkonsultasi dengan dokter yang merawat anda, apabila anda sedang dalam pengobatan suatu penyakit tertentu, untuk dapat disesuaikan dengan jadwal berpuasa.

Konsumsi suplemen seperti vitamin pada umumnya aman untuk diberikan selama berpuasa. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai suplemen yang tepat dengan kondisi anda, apabila diperlukan.

Kedelapan, Mengunjungi fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami masalah kesehatan.
Masalah kesehatan dapat timbul kapanpun, termasuk saat sedang berpuasa. Ketika anda mengalami masalah kesehatan saat berpuasa, silakan mengunjungi fasilitas layanan kesehatan untuk berkonsultasi dan mendapat pengobatan bila diperlukan. (*/Prasetiyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.