Oleh: Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.
Guru Besar Sekolah Farmasi ITB, Direktur Riset dan Inovasi ITB
Bakal Calon Rektor ITERA Periode 2026–2030
INSTITUT Teknologi Sumatera (ITERA) adalah perguruan tinggi negeri berbasis teknologi yang didirikan oleh pemerintah untuk mencetak lulusan unggul di bidang teknologi. Kehadirannya diharapkan mampu mengikuti jejak keberhasilan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berperan dalam proses pendiriannya. Sejak berdiri pada 2014, ITERA terus berkembang dan menunjukkan berbagai capaian yang membanggakan.
Dalam usia yang masih belia, sekitar 12 tahun, ITERA telah dipimpin oleh tiga rektor, yaitu Prof. Ofyar Z. Tamim, Prof. Mitra Jamal, dan Rektor saat ini, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, beserta jajaran pimpinan lainnya. Di bawah kepemimpinan tersebut, ITERA berhasil menorehkan berbagai prestasi. Jumlah lulusan telah mendekati sepuluh ribu orang, dengan alumni yang tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Rata-rata waktu tunggu kerja lulusan mencapai 2,8 bulan, dengan 74,8 persen bekerja sesuai bidang keilmuan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di ITERA mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sejumlah program studi telah meraih akreditasi unggul, dan secara bertahap akan diikuti oleh program studi lainnya. Prestasi mahasiswa juga terus meningkat, ditandai dengan keberhasilan meraih berbagai kejuaraan. Pada tahun 2025, ITERA menempati peringkat ke-6 nasional dalam jumlah mahasiswa penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.
Prestasi dosen pun tidak kalah membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun yang sama, dosen ITERA yang memperoleh pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kemdikti Saintek masuk dalam 16 besar nasional.
Tenaga kependidikan ITERA juga turut menorehkan prestasi, di antaranya melalui pengelolaan Kebun Raya ITERA yang mendapat penghargaan dari Kepala BRIN, serta capaian humas di tingkat nasional. Berbagai capaian ini menjadi modal besar bagi ITERA untuk terus tumbuh menjadi perguruan tinggi unggul, mengikuti jejak institusi besar lainnya di Indonesia, sekaligus mewujudkan visinya sebagai universitas berkelas global.
Sistem Pendidikan Unggul dan Adaptif
Bidang akademik merupakan inti dari perguruan tinggi dan menjadi kunci bagi ITERA untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam menghasilkan lulusan berkualitas. Oleh karena itu, penguatan sistem akademik yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting.
Kurikulum perlu dirancang kuat dengan memberikan ruang luas bagi mahasiswa untuk berkembang, baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual. Digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) juga harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. Implementasi kurikulum dan pengelolaan kegiatan akademik perlu dirancang agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penguatan Ekosistem Riset dan Inovasi
Budaya riset dan inovasi di kalangan dosen ITERA telah tumbuh dengan baik dan menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem riset yang produktif. Luaran riset tidak hanya berupa publikasi ilmiah, tetapi juga produk teknologi yang dapat dihilirisasi dan dikomersialisasi.
Produk berbasis sains dan teknologi memiliki nilai tambah tinggi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, paradigma hilirisasi riset perlu menjadi kebiasaan bagi dosen dan peneliti, sekaligus ditanamkan kepada mahasiswa melalui penguatan jiwa kewirausahaan.
Percepatan hilirisasi dapat dilakukan melalui teaching factory yang telah diinisiasi di setiap fakultas di ITERA. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pengabdian dan Layanan Masyarakat yang Berdampak
Keilmuan dan teknologi terapan yang dikembangkan di ITERA perlu diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat, khususnya di Lampung dan Sumatera.
Peran aktif civitas akademika menjadi kunci dalam mewujudkan dampak tersebut. Program pengabdian dan layanan masyarakat yang terencana dengan baik akan menghasilkan manfaat luas. Dengan jumlah mahasiswa yang telah mencapai lebih dari 24.000 orang, ITERA memiliki potensi besar untuk menjadikan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam pengabdian masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
Tata Kelola Organisasi yang Lincah dan Profesional
Seiring dengan berkembangnya sumber daya, ITERA membutuhkan tata kelola organisasi yang mampu menjamin tercapainya tujuan institusi. Komunikasi yang efektif serta hubungan harmonis antara dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menjadi energi positif bagi kemajuan kampus.
Optimalisasi peran setiap unit, mulai dari pimpinan hingga tingkat program studi dan laboratorium, menjadi faktor kunci dalam tata kelola. Pengelolaan aset juga perlu dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Transformasi status ITERA dari satuan kerja (satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) akan memperkuat fleksibilitas dan profesionalitas pengelolaan institusi. Dengan tata kelola yang baik, ITERA dapat menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan produktif.
Optimalisasi Potensi Sumatera
Sumatera, khususnya Lampung, memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. ITERA memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi tersebut melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, lembaga swadaya masyarakat, media massa, serta masyarakat luas perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi ini akan menghasilkan sinergi yang kuat dalam pengembangan potensi daerah.
Didukung oleh sumber daya manusia yang relatif muda dan lahan kampus yang luas, ITERA berpotensi menjadi laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan dan hilirisasi inovasi berbasis riset.
Kolaborasi Multikampus
Lampung memiliki sejumlah perguruan tinggi dengan keunggulan masing-masing. Kolaborasi antarkampus menjadi penting untuk saling melengkapi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Sinergi ini akan meningkatkan efektivitas berbagai program, terutama dalam pengabdian masyarakat dan pengembangan potensi daerah. ITERA dapat berperan sebagai inisiator dan penggerak kolaborasi multikampus guna memperkuat kontribusi bagi kemajuan Sumatera dan Indonesia.
Suksesi kepemimpinan ITERA melalui pemilihan rektor periode 2026–2030 bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi merupakan momentum strategis untuk melipatgandakan capaian institusi. Hal ini penting agar ITERA dapat sejajar dengan perguruan tinggi besar di Indonesia dan memperkuat perannya di tingkat nasional maupun global.
Momentum Hari Pendidikan Nasional juga dapat dimanfaatkan untuk mengangkat potensi Sumatera, sekaligus mendorong kampus-kampus di wilayah ini mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional dan global. ITERA optimistis mampu mewujudkan hal tersebut.(*)
Catatan: Opini ini juga publish di Harian Lampung Post, Senin, 20 April 2026