Jalin Kerjasama , Unsoed Bantu Kembangkan TWP Purbasari Pancuranmas

by -774 Views
Rektor Unsoed, Prof. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr, IPU bersama pejabat Unsoed dan Direktur TWP Purbasari Pancuran Mas, Junjung, SE.. (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)

PURBALINGGA, EDUKATOR–Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki kepedulian untuk membantu mengembangkan Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas yang berada di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Purbalingga. Untuk itu, dua lembaga ini melakukan kerjasama. Jelasnya, bertempat di TWP Purbasari Pancuranmas, Sabtu (9/9/2023), Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed, Dr.Endang Hilmi, S.Hut.,M.Si dan Direktur TWP Purbasari Pancuran Mas, H. Junjung, SE menandatangani perjanjian kerjasama MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Penandatanganan naskah kerjasama tersebut dihadiri Rektor Unsoed, Prof. Dr Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr, IPU, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Norman Arie Prayogo S.Pi., M.Si, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsoed Teuku Junaidi, SE, M.Pi.

Endang Hilmi menjelaskan, kerjasama ini dikembangkan untuk mendukung edukasi tentang penanganan ikan invasif, termasuk Arapaima Gigas yang dipelihara di TWP Purbasari Pancuranmas.

Ikan invasif merupakan ikan yang berada di habitat tertentu dan merusak ekosistem di dalamnya. Sejatinya, ikan tersebut tak berasal dari habitat tersebut.

Ikan Arapaima gigas sendiri adalah ikan air tawar yang habitat aslinya di kawasan sungai, danau atau rawa di sekitar hutan Amazon, Amerika Selatan.

Rektor Unsoed, Prof. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr, IPU (nomot tiga dari kanan) menyerahkan cenderamata kepada Direktur TWP Purbasari Pancuran Mas, Junjung SE (nomor tiga dari kiri). (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)

Endang Hilmi juga menjelaskan, kerjasama ini dikembangkan untuk mendukung edukasi tentang penanganan ikan Arapaima Gigas sebagai ikan invasif melalui pola eduwisata pengenalan ikan tersebut, dan dampak yang akan terjadi jika dilepasliarkan.

“Untuk itu perlu pembelajaran kepada masyarakat, yakni melarang proses pelepasliaran ikan tersebut. Selain itu, melalui kerjasama ini juga akan dilakukan berbagai riset terintegratif tentang pengelolaan eduwisata akuatik melalui aktivitas budidaya, promosi, web, dan kerjasama pentahelix,” jelasnya.

Endang Hilmi menyebutkan, kerjasama ini ke depannya dapat diimplementasikan dalam beragam kegiatan MBKM seperti magang mahasiswa, riset mahasiswa dan juga riset dosen.

Direktur TWP Purbasari Pancuran Mas, Junjung menjelaskan, TWP Purbasari Pancuran Mas yang berdiri tahun 2001 merupakan satu-satunya tempat wisata edukasi dengan koleksi ikan invasif di wilayah Jawa Tengah selatan. Di sini, terdapat beberapa ikan Arapaima gigas yang menjadi koleksinya di samping spesies ikan lain seperti alligator dan berbagai jenis spesies asli ikan air tawar lainnya.

Junjung menjelaskan, di sini juga terdapat koleksi hewan dilindungi maupun tidak dilindungi. “Salah satu jenis ikan yang tidak dilindungi adalah arapaima gigas. Namun demikian, meskipun tidak termasuk hewan dilindungi, kami berharap agar ikan tersebut dapat lestari,” jelas Junjung yang juga Ketua Lembaga Konservasi untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta ini.

Atas kerjasama dengan Unsoed, Junjung merasa sangat tersanjung dan bangga. Menurutnya, berbagai kerjasama pelatihan dengan Unsoed selama ini sudah sering dilakukan, salah satunya dengan Fakultas Ilmu Budaya yang telah rutin berjalan setiap tahun.

“Adanya kerjasama terbaru dengan FPIK Unsoed kali ini, semoga TWP Purbasari Pancuranmas semakin berkembang. Kami mengucapkan terima kaish kepada Unsoed, yang telah peduli mengembangkan destinasi wisata ini sebagai wisata edukasi, ” ujar Junjung.

Dosen Praktisi

Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq juga menyambut baik kerjasama pihaknya dengan TWP Purbasari Pancuran Mas. “TWP Purbasari Pancuran Mas bukan hanya lembaga level lokal tapi level nasional, bahkan Asia Tenggara. Untuk itu, Unsoed siap mensuport,” ujar Rektor Akhmad Sodiq.

Rektor berharap, kerjasama yang sudah dijalin ini, saling menguntungkan. Di satu sisi, mahasiswa dan dosen bisa melakukan penelitian, budidaya dan pemberdayaan masyarakat. Disisi lain, Direktur TWP Purbasari Pancuranmas Junjung dapat menjadi dosen praktisi di Unsoed, untuk menularkan pengalamnnya dalam mengelola TWP kepada mahasiswa dan dosen.

Sebagai dosen praktisi, Junjung diminta tidak hanya mengajar di FPIK, namun juga fakultas-fakultas lain di Unsoed. (*/ Prasetiyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.