
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si.(Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–“Siapa yang biasa mencuci piring di rumah?” tanya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si., kepada 256 murid baru SMP Negeri 3 Purbalingga saat peluncuran Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Senin (13/7/2026), di Aula SMPN 3 Purbalingga.
Sejumlah murid langsung mengacungkan tangan.
Ketika pertanyaan berlanjut, “Siapa yang biasa mengepel di rumah?”, kembali beberapa murid mengangkat tangan.
Murid baru SMPN 3 Purbalingga.(Foto: Prasetiyo/EDUKATOR)
Kemudian, saat ditanya siapa yang rutin menyiram tanaman, hanya sekitar 10 murid yang merespons. Bahkan, ketika Heru menanyakan siapa yang terbiasa membereskan gelas dan makanan di ruang tamu setelah tamu pulang, hanya segelintir murid yang mengacungkan jari.
Pertanyaan Sederhana yang Mengajak Murid Merenung
Rangkaian pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Heru sengaja mengajak para murid merenungkan pentingnya membiasakan diri membantu pekerjaan rumah tangga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kemandirian sejak usia dini.
Penelitian di Inggris
Heru kemudian menceritakan hasil sebuah penelitian di Inggris yang menyebutkan bahwa anak-anak yang sejak kecil terbiasa melakukan pekerjaan domestik, yakni membantu pekerjaan rumah tangga, cenderung tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta lebih sukses ketika dewasa.
Contoh pekerjaan domestik, diantaranya mencuci piring, menyapu, mengepel, menyiram tanaman, merapikan tempat tidur, membuang sampah di tempat sampah, menyeterika baju, menata meja makan,membersihkan kamar mandi , membantu memasak maupun menyiapkan makanan dan kegiatan positif lainnya.
“Kebiasaan mencuci piring sehabis makan, baik piring sendiri maupun piring yang dipakai ayah, ibu, kakak, atau adik, adalah perbuatan positif untuk membangun kemandirian sejak dini. Itu bagus sekali,” ujar Heru.
Tanpa Harus Diperintah
Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan tanpa harus diperintah orang tua atau berinisiatif sendiri, merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Karena itu, Heru Sri Wibowo mengimbau kepada anak-anak mulailah membiasakan diri melakukan berbagai pekerjaan rumah secara sukarela.
Heru mencontohkan, ketika melihat ruangan kotor, anak sebaiknya segera menyapu dan mengepel. Begitu pula dengan membiasakan menyiram tanaman setiap sore, merapikan bagian rumah, serta melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya tanpa menunggu perintah.
Ia berharap semakin banyak anak di Purbalingga yang menanamkan kebiasaan positif sejak dini. Dengan karakter yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sukses, mampu berdiri di atas kaki sendiri, serta tidak menyulitkan orang lain di kemudian hari. (Prasetiyo).