*Fokus Pengenalan Lingkungan dan Pembentukan Karakter
BANJARNEGARA, EDUKATOR–Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Pancabakti Banjarnegara resmi dimulai, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang diikuti 680 murid baru itu menegaskan komitmen sekolah menghadirkan MPLS yang ramah, edukatif, bebas perpeloncoan, serta berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter.
Pembukaan MPLS dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si. selaku inspektur upacara. Hadir pula Kepala SMK Pancabakti Banjarnegara Muldiyanto, S.Pd., M.M., beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan.
MPLS Harus Ramah dan Bermakna
Dalam sambutannya, Hendro Cahyono menegaskan bahwa orientasi bagi murid baru tidak boleh lagi diwarnai praktik perpeloncoan maupun tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.
“MPLS bukan ajang perpeloncoan. Kegiatan ini harus ramah, bermakna, menggembirakan, dan memuliakan murid,” tegasnya.
Ia juga melarang segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, termasuk penggunaan atribut yang tidak relevan selama MPLS. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mampu memberikan perlindungan kepada setiap murid sejak hari pertama masuk sekolah.
Hendro menambahkan, MPLS menjadi momentum awal untuk mengenalkan lingkungan sekolah, kurikulum, potensi diri, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti bangun pagi, beribadah, disiplin, dan gemar belajar.
Jumlah Murid Baru Meningkat
Kepala SMK Pancabakti Banjarnegara, Muldiyanto, mengungkapkan sekolahnya menerima 680 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai sekitar 600 murid.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta didik baru menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Pancabakti.
MPLS dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menekankan pelaksanaan MPLS tanpa kekerasan.
“Sudah tiga tahun kami melaksanakan MPLS tanpa perpeloncoan, tanpa atribut yang aneh-aneh, dan tanpa kegiatan fisik. Fokus kami pengenalan tata tertib, lingkungan sekolah, guru, serta demonstrasi ekstrakurikuler,” kata Muldiyanto.
Kenalkan Dunia Kerja Sejak Awal
Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, SMK Pancabakti juga membekali murid baru dengan wawasan dunia kerja sejak dini. Sekolah memiliki lima program keahlian, yaitu Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Elektronika, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, sekolah telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan.
“Jurusan TKJ bekerja sama dengan Axioo dan BCA. Murid dapat mengikuti magang selama enam bulan dan memperoleh gaji. Kami juga bermitra dengan Daihatsu untuk TKR serta PLN Icon Plus untuk jurusan elektronika,” jelas Muldiyanto.
Selama MPLS, murid baru juga diajak mengenal bengkel praktik dan fasilitas pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sehingga murid memiliki motivasi belajar yang tinggi sejak awal.
Melalui MPLS yang humanis dan berorientasi pada karakter, SMK Pancabakti Banjarnegara berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berkarakter, disiplin, serta siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(Muji Prasetyo/Prs)