
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif (Kak Fahmi) foto bersama Kakwacab Tri Gunawan Setyadi dan jajaran Kwarcab Purbalingga, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heru Tri Wibowo, S.Sos, M.Si. (Foto: Prokompin Setda Purbalingga/ EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR–Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif (Kak Fahmi), mengajak Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga memperkuat aksi nyata menjaga dan merawat lingkungan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Sinergi tersebut diwujudkan dalam kegiatan bersih sungai, penghijauan, serta berbagai program kepedulian lingkungan yang melibatkan anggota Pramuka di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga.
Gagasan tersebut disampaikan Kak Fahmi saat menerima audiensi jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga di Ruang Kerja Bupati, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita ingin kehadiran Pramuka di tengah masyarakat bisa lebih masif dan berdampak kepada masyarakat secara luas,” ujar Kak Fahmi.
Pramuka Jadi Mitra Pelestarian Lingkungan
Kak Fahmi menilai, jaringan anggota Pramuka yang tersebar di berbagai sekolah dan wilayah menjadi modal besar untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan Pramuka perlu diperkuat agar gerakan pelestarian lingkungan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya diwujudkan melalui aksi bersih-bersih sungai, tetapi juga dikembangkan dalam kegiatan penghijauan di kawasan yang membutuhkan. Dengan demikian, Pramuka dapat berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Prolingsih Siap Disinergikan
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, Kwarcab Purbalingga telah memiliki Program Lingkungan Bersih (Prolingsih) yang dapat menjadi dasar penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Tri Gunawan menjelaskan, Prolingsih selama ini menjadi salah satu program kepedulian lingkungan yang dijalankan Pramuka. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Melalui Prolingsih tentu bisa kita sinergikan dan kembangkan bersama sehingga Pramuka semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kak Tri Gunawan.
Ia optimistis sinergi tersebut akan memperluas jangkauan kegiatan kepedulian lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi anggota Pramuka dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Siapkan Jambore Nasional dan ETK 2026
Selain membahas kolaborasi di bidang lingkungan, audiensi juga membicarakan sejumlah agenda kepramukaan yang akan digelar dalam waktu dekat. Salah satunya pengiriman 40 Pramuka Penggalang putra dan putri untuk mengikuti Jambore Nasional 2026 yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Menurut Kak Tri Gunawan, seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari Pramuka Penggalang di 28 SMP dan MTs se-Kabupaten Purbalingga.
“Peserta yang kita berangkatkan merupakan hasil seleksi dari Pramuka Penggalang di 28 sekolah, baik SMP maupun MTs se-Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.
Kwarcab Purbalingga juga mempersiapkan rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Dalam kegiatan itu akan dilaksanakan dua agenda timbang terima ETK. Yakni dari Kwarcab Banjarnegara kepada Kwarcab Purbalingga di Balai Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, serta dari Kwarcab Purbalingga kepada Kwarcab Banyumas di Lapangan Desa Silado, Kabupaten Banyumas.
Prestasi Kwarcab Purbalingga yang dua kali berturut-turut menjadi juara ETK tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah diharapkan dapat dipertahankan pada tahun ini.
Menanggapi hal tersebut, Kak Fahmi menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh agenda kepramukaan yang telah disiapkan.
“Kita dukung penuh agenda ETK 2026. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan meraih hasil terbaik,” pungkas Kak Fahmi. (Prasetiyo)