
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Widya Utama Purwokerto, Alfian Hidayat di Malaysia .
PURWOKERTO, EDUKATOR–Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK Widya Utama Purwokerto, Alfian Hidayat, mengikuti program pengabdian masyarakat lintas negara melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Sanggar Belajar Kampung Melayu Sungai Buloh, Malaysia. Program bertajuk Mangunsari Goes Abroad 2026 tersebut merupakan agenda strategis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah. yang melibatkan berbagai perguruan tinggi swasta se-Jawa Tengah di tingkat internasional.
Alfian tergabung dalam satu kelompok bersama Universitas Duta Bangsa Surakarta, untuk menjalankan program bertema “Pendidikan Digital Legal Empowerment bagi Anak Indonesia di Malaysia” yang berlangsung pada 1-28 April 2026.
Alfian Hidayat ketika sedang membimbing anak-anak Pekerja Migran Indonesia
Tanamkan Nasionalisme Anak PMI
Ketua STMIK Widya Utama, Ir. Bambang Nooryanto, M.M yang dihubungi di kampus STMIK Widya Utama Purwokerto mengatakan, kegiatan KKN Internasional itu difokuskan pada penanaman nasionalisme dan penguatan karakter bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
“Orientasi utama program ini adalah membentuk anak-anak agar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga sadar hukum dan bangga terhadap identitas bangsa Indonesia,” ujar Bambang Noryanto.
Dengan tekun dan telaten, Alfian Hidayat membimbing anak-anak Pekerja Migran Indoensia
Menurutnya, proses pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modern melalui penggunaan perangkat lunak edukatif dan interaktif agar kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Empat Program Utama Dijalankan
Bambang menjelaskan, dampak program mulai terlihat dari meningkatnya rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme anak-anak di Sanggar Belajar. Anak-anak PMI yang tumbuh di lingkungan perantauan kini memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Program pengabdian tersebut dijalankan melalui empat bidang utama, yakni pendidikan digital modern, kepedulian lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, serta pelatihan kewirausahaan untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian sejak dini.
“Sinergi program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak diaspora Indonesia di perantauan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan itu juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan sosial sekaligus membawa nama baik institusi dan Indonesia di tingkat internasional.
Pendampingan Mahasiswa Tetap Intensif
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Internasional sekaligus dosen pembimbing, Rianti Yunita Kisworini, S.Pd., M.Kom mengapresiasi semangat mahasiswa selama menjalankan program KKN Internasional di Malaysia.
“Meskipun terpaut jarak, pendampingan dan koordinasi tetap dilakukan secara intensif agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi anak-anak Indonesia di Sanggar Belajar binaan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur,” ujarnya. (Prasetiyo)