Mahasiswa Teknik Informatika UNY Teliti TikTok dan Konsentrasi Belajar Siswa

Bagikan :

Ketua tim Rajif Ghulam Satria bersama rekan-rekannya dari Teknik Informatika UNY 

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Penggunaan TikTok yang tinggi di kalangan pelajar tidak selalu berdampak buruk terhadap konsentrasi belajar. Bahkan mayoritas siswa tetap mampu menjaga fokus belajar meskipun aktif menggunakan aplikasi TikTok setiap hari. Hasil analisis juga menemukan adanya korelasi negatif antara penggunaan TikTok dan konsentrasi belajar, namun pengaruhnya tergolong lemah.

Temuan tersebut terungkap dalam mini riset mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMKN 5 Yogyakarta.

Mahasiswa Teknik Informatika UNY bersama siswa kelas 11 Jurusan DKV SMKN 5 Yogyakarta melakukan sesi foto bersama.

Penelitian bertajuk “Pengaruh Intensitas Penggunaan TikTok terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Siswa” itu, dilakukan oleh oleh Rajif Ghulam Satria, Mahesa As-Shidiq, Ridho Riestyansah, Shofiyah Mufidah Husnaa, dan Abd Rosyid Kholil di bawah bimbingan Yussi Anggraini, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Sosiologi dan Antropologi Pendidikan.

Menurut ketua tim peneliti, Rajif Ghulam Satria, penelitian tersebut tidak hanya mengkaji dampak penggunaan media sosial terhadap aktivitas akademik siswa, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Yakni agenda pembangunan global yang ditetapkan PBB hingga tahun 2030.

“Kegiatan ini secara khusus mendukung SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang bertujuan mewujudkan pendidikan inklusif, merata, dan bermutu bagi semua,” ujar Rajif Ghulan Satria di Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Penggunaan TikTok Tinggi, Fokus Belajar Tetap Terjaga
Mini riset melibatkan 32 siswa kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 5 Yogyakarta, dilakukan pada 24 April 2026 lalu. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert menggunakan Google Forms yang memuat 24 pernyataan mengenai intensitas penggunaan TikTok dan tingkat konsentrasi belajar.

Hasil penelitian menunjukkan 26 siswa atau 81,3 persen membuka TikTok setiap hari. Bahkan, 22 siswa atau 68,8 persen menghabiskan waktu lebih dari dua jam per hari untuk mengakses aplikasi tersebut.

Meski demikian, tingkat konsentrasi belajar responden tetap tergolong baik. Sebanyak 31 siswa atau 96,9 persen mengaku mampu memperhatikan materi pelajaran dengan baik. Selain itu, 29 siswa atau 90,6 persen menyatakan dapat kembali fokus dengan cepat setelah mengalami gangguan perhatian.

Temuan lainnya menunjukkan 28 siswa atau 87,5 persen memanfaatkan TikTok untuk mengakses konten edukatif. Data tersebut mengindikasikan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber informasi dan pembelajaran.

“Hasil riset kami menunjukkan bahwa siswa mampu membagi waktu dengan bijak. Sebanyak 65,6 persen responden mengaku menghindari penggunaan TikTok saat kegiatan belajar berlangsung,” ujar perwakilan tim peneliti.

Pearson Product Moment Ungkap Hubungan TikTok dan Konsentrasi
Untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan TikTok dan tingkat konsentrasi belajar, tim menggunakan metode Pearson Product Moment, yaitu teknik statistik yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel.

Melalui analisis tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi r = -0,360 dengan tingkat signifikansi p = 0,043. Nilai korelasi yang negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan TikTok, konsentrasi belajar cenderung menurun.

Namun, karena nilai korelasi berada pada rentang 0,20 hingga 0,39, hubungan tersebut termasuk kategori lemah. Sementara itu, nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan hubungan tersebut nyata secara statistik.

Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan TikTok memang memiliki keterkaitan dengan konsentrasi belajar, tetapi bukan faktor dominan yang menentukan fokus siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Faktor lain seperti kemampuan mengelola waktu, kedisiplinan, serta kontrol diri terhadap penggunaan media sosial dinilai lebih berpengaruh dalam menjaga konsentrasi.

TikTok Dinilai Berpotensi Jadi Media Edukasi
Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan agar sekolah dan guru tidak langsung memandang TikTok sebagai pengganggu proses pembelajaran.

Sebaliknya, platform digital tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan keseharian siswa. Pemanfaatannya perlu didukung literasi digital yang baik serta pendampingan dari guru dan orang tua.

“Kuncinya ada pada kedisiplinan siswa dalam mengatur durasi penggunaan. TikTok bukan penghalang jika siswa mampu menentukan prioritas antara hiburan dan tanggung jawab akademik,” tegas tim peneliti.

Ke depan, mahasiswa UNY berencana terus melakukan mini riset serupa sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung implementasi SDGs di tingkat lokal maupun nasional. (Iko/Prs)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-05-29 at 09.37
Mahasiswa Teknik Informatika UNY Teliti TikTok dan Konsentrasi Belajar Siswa
padamara3
Kuota Tetap 288, Persaingan Masuk SMAN 1 Padamara Diprediksi Makin Ketat
pensiunan tertipu
Korban Dugaan Penipuan Oknum Bank "Mandiri Taspen" Purwokerto Bertambah, Kerugian Lebih Rp 1,3 Miliar
uin saizu
UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Simak Jadwal dan Syaratnya
NOKKAOS
Parenting Gen Z dan Alpha, Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak