*Tekankan Kecepatan Keputusan di Era Operasi Multidomain

Foto bersama Mayjen TNI (Purn.) Dr. (Can) Fulad, S.Sos., M.Si bersama para perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI). (Foto: Dok Pribadi Mayjen TNI Purn Fulad/EDUKATOR)
BANDUNG, EDUKATOR — Sebanyak 174 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) mengikuti pembelajaran tentang Kepemimpinan Digital pada Kamis (17/9/2026). Mereka digembleng oleh Mayjen TNI (Purn.) Dr. (Can) Fulad, S.Sos., M.Si., sebagai Dosen Utama dalam pembelajaran yang berlangsung di Kelas Graha Widya Adibrata Sesko TNI, Bandung.
“Kepemimpinan digital sebagai materi penting untuk membekali para perwira menghadapi perubahan lingkungan strategis dan perkembangan teknologi dalam operasi pertahanan,” ujar Mayjen TNI Purn Fulad yang pernah bertugas sebagai penasehat mliter RI untuk PBB tahun 2017-2019 ini.
Dari 174 perwira itu, mengikuti pembelajaran melalui dua metode, yakni 136 orang secara offline dan 38 orang secara online. Peserta offline terdiri atas 59 perwira siswa TNI Angkatan Darat, 44 TNI Angkatan Laut, dan 33 TNI Angkatan Udara. Sedangkan peserta online terdiri atas 30 perwira siswa TNI AD, tujuh TNI AL, dan satu TNI AU.
Perang Tak Lagi Hanya Soal Medan Fisik
Fulad selanjutnya menyoroti perubahan karakter perang dari lingkungan konvensional menuju operasi multidomain. Medan operasi kini tidak hanya mencakup darat, laut, dan udara, tetapi juga ruang siber, antariksa, spektrum elektromagnetik, dan informasi.
Perubahan tersebut membuat kecepatan arus informasi menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan. Data real-time, kecerdasan buatan, sistem otonom, drone, sensor, serta ruang informasi disebut semakin memengaruhi kesadaran situasional dan efektivitas tindakan militer.
Fulad menegaskan, keunggulan tidak hanya ditentukan kemampuan menguasai teknologi. Pemimpin juga dituntut memiliki kemampuan memahami informasi, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta mengintegrasikan berbagai domain operasi.
“Lebih cepat memahami, lebih tepat memutuskan, lebih mampu mengintegrasikan,” tegasnya.
Lima Karakter Pemimpin Digital
Fulad juga menempatkan lima karakter sebagai fondasi pemimpin digital, yakni visioner, adaptif, data-literate, integratif, dan berkarakter. Pemimpin visioner dituntut mampu melihat perubahan sebelum berkembang menjadi krisis.
Selanjutnya dijelaskan, karakter adaptif diperlukan agar pemimpin mampu mengubah cara bertindak ketika lingkungan berubah. Kemampuan memahami kualitas, keterbatasan, dan makna data juga menjadi bagian penting dalam kepemimpinan digital.
Di sisi lain, pemimpin harus mampu berpikir lintas matra dan lintas domain. Kemampuan tersebut tetap harus disertai integritas dan kehormatan karena perkembangan teknologi tidak mengubah prinsip dasar kepemimpinan.
Fulad yang kini sedang menempuh pendidikan doktor ilmu pertanian di Unsoed berharap, para perwira mampu memahami, menganalisis, dan menerapkan konsep kepemimpinan digital secara strategis. Pemanfaatan teknologi dan analisis data diharapkan mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akuntabel.
Kepemimpinan Digital Hadapi Operasi Multidomain
Selain memahami konsep dan karakteristik kepemimpinan digital, para peserta diarahkan menganalisis dampak transformasi digital terhadap struktur, budaya, tata kelola, dan efektivitas organisasi pertahanan.
Pada bagian akhir, Fulad menggarisbawahi bahwa komandan digital bukan sekadar komandan yang menguasai berbagai perangkat teknologi. Pemimpin dituntut mampu memahami perubahan, mengolah informasi, mengintegrasikan kemampuan lintas domain, serta tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan.
Dengan demikian, kepemimpinan digital diarahkan bukan untuk menggantikan peran manusia dengan teknologi, melainkan memperkuat kemampuan pemimpin dalam membaca situasi, mengambil keputusan, dan bertindak secara terpadu di tengah perubahan lingkungan strategis.(Prasetiyo)