*Diinisiasi Bank Indonesia Purwokerto

Duta Guru CBP Rupiah Tahun 2026, Tendi Darisman, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri Sidakaya 03 Kabupaten Cilacap, bersama Mukhtori, Pejuang Rupiah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto saat mewawacarai salah satu murid baru SMPN 3 Purbalingga. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR–Puluhan ribu murid baru jenjang SD dan SMP di wilayah Banyumas Raya mengikuti peluncuran Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang digelar serentak pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan secara luring di Aula SMP Negeri 3 Purbalingga, diikuti 256 murid baru kelas 7 SMPN 3 Purbalingga. Kegiatan itu juga disiarkan secara daring melalu kanal youtube oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara, sehingga berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Murid baru kelas 7 SMPN 3 Purbalingga, semangat mengikuti edukasi CBP Rupiah. (Prasetiyo/EDUKATOR).
Peluncuran edukasi yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto bersama Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan di empat kabupaten tersebut, dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga Drs. Suroto, M.Si. mewakili Bupati Purbalingga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si., Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah dan Kepala SMPN 3 Purbalingga Subarno, S.Pd.
Bangun Karakter Sejak Hari Pertama Sekolah
Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo mengapresiasi kegiatan yang dimotori oleh KPwBi Purwokerto ini. Menurutnya, ini bagian dari gerakan literasi keuangan dan membangun karakter sejak dini , untuk menumbuhkan anak-anak cinta, bangga dan paham terhadap mata uang rupiah.
Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si. (Foto: Prasetiyo/EUDKATOR).
“Momen ini tepat dilaksanakan pada saat hari pertama murid baru masuk sekolah,” ujar Heru Sri Wibowo.
Senada dengan itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga Suroto mengajak kepada murid baru untuk semangat belajar, yang diawali dengan kegiatan MPLS.
“MPLS harus menjadi ruang yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari perundungan. Kegiatan edukasi CBP rupiah ini sangat bermanfaat untuk anak-anak agar mebghargai uang rupiah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Suroto memimpin pembacaan Ikrar Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang diikuti 256 murid baru SMP Negeri 3 Purbalingga sebagai peserta luring dan diikuti puluhan ribu murid lainnya secara daring.
Bekal Literasi Keuangan Sejak Dini
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan edukasi CBP Rupiah menjadi bagian dari upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak mencintai rupiah, bangga menggunakan rupiah, serta memahami cara mengenali keaslian uang rupiah dan merawatnya dengan benar,” katanya.
Menurut Mahdi, sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan dinas pendidikan di empat kabupaten menjadi langkah strategis dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan pemahaman murid mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Belajar Mengenali Uang Asli
Pada kesempatan itu, materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh Juara I Duta Guru CBP Rupiah Tahun 2026, Tendi Darisman, S.Pd., M.Pd., guru SD Negeri Sidakaya 03 Kabupaten Cilacap, bersama Mukhtori, Pejuang Rupiah dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.
3D dan 5J
Melalui kuis, permainan edukatif, simulasi, dan lagu, murid diajak memahami sejarah Rupiah, pentingnya menabung, berbelanja secara hemat, serta mengenali ciri-ciri keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Duta CBP Rupiah Tendi Darisman di tengah-tengah murid baru SMPN 3 Purbalingga. (Foto: Prasetiyo/EDUKATOR).
Pada tahap Dilihat, murid mempelajari desain, warna, dan detail gambar uang asli. Tahap Diraba dilakukan dengan merasakan cetak timbul pada gambar pahlawan, lambang Garuda Pancasila, angka nominal, logo Bank Indonesia, serta kode tuna netra.
Kemudian Diterawang dilakukan dengan melihat tanda air (watermark), benang pengaman, dan gambar saling isi saat uang diterawang ke arah cahaya.
Selain itu, peserta juga dikenalkan prinsip 5J dalam merawat Rupiah, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distaples, dan Jangan Dibasahi, agar uang tetap bersih, utuh, dan layak edar.
Edukasi Interaktif dan Menyenangkan
Suasana edukasi berlangsung meriah. Sejumlah murid, di antaranya Abin dan Zahra dari SD Negeri 1 Purbalingga Wetan, aktif menjawab pertanyaan mengenai cara membedakan uang asli dengan uang palsu serta pentingnya menjaga kondisi Rupiah.
Dalam sesi tersebut, Tendi Darisman juga mengajak peserta mengakses portal resmi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah milik Bank Indonesia melalui kode QR yang dibagikan panitia.
Portal tersebut berisi berbagai materi edukasi, mulai dari sejarah Rupiah, cara mengenali keaslian uang, prinsip 5J, hingga video pembelajaran dan permainan interaktif yang dapat dipelajari kembali oleh murid maupun guru.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan uang saku secara bijak, pentingnya menabung, berbelanja sesuai kebutuhan, serta menggunakan Rupiah dengan penuh rasa bangga sebagai mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sela kegiatan, para murid mengikuti kuis, bernyanyi bersama, dan memperoleh berbagai hadiah sehingga suasana pembelajaran berlangsung semarak dan penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto berharap budaya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah semakin tertanam di kalangan generasi muda.
Edukasi sejak hari pertama MPLS diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan, membentuk karakter murid yang bertanggung jawab dalam menggunakan uang, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. (Prasetiyo)