Penting, Penguatan Layanan BK Berbasis Pendekatan “Deep Learning”

Bagikan :

*MGBK SMP Purbalingga Gelar Seminar dan Reorganisasi Pengurus

Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga Dra. Rudi Mulyatiningsih M.Pd (kiri) dan bina damping MGBK yang baru Siti Markhamah S.Pd bersama pengurus baru MGBK SMP Kabupaten Purbalingga.

PURBALINGGA, EDUKATOR— Peserta didik di sekolah saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan sosial, kecanduan gawai, krisis percaya diri, hingga persoalan kesehatan mental.

Oleh karena itu, penguatan layanan bimbingan dan konseling (BK) berbasis pendekatan deep learning dinilai penting, agar mereka mampu mengenali potensi diri, berpikir kritis, memiliki kesadaran diri, serta tumbuh menjadi pribadi sehat dan berkarakter.

“Pendekatan deep learning tersebut menekankan peningkatan layanan konseling yang lebih mendalam, humanis, dan membantu peserta didik mengenali potensi diri serta menghadapi berbagai persoalan secara reflektif,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Dndikbud Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I, M.Pd.I saat membuka Rapat Pleno dan Seminar  Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Purbalingga, di SMP Negeri 4 Purbalingga, Kamis (21/5/2026).

Kabid Pembinaan SMP Priyanto, S.Pd,I. M.Pd.I yang Mewakili Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si saat memberi pengarahan pada kegiatan rapat pleno dan smeinar MGBK SMP Purbalingga.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua MKKS SMP Purbalinga Murdiyono M.Pd, narasumber Dra. Rudi Mulyatiningsih M.Pd, dan 76 guru BK dari berbagai SMP di Purbalingga.

Wakil Ketua MKKS SMP Murdiyono, M.Pd , memberikan sambutan.

Reorganisasi Pengurus MGBK
Dalam kesempatan tersebut, dirangkai dengan reorganisasi kepengurusan MGBK. Terpilih sebagai Ketua MGBK yang baru, periode 2026-2030, Dedi W. Hartanto, S.Pd (guru BK SMPN 1 Purbalingga), yang menggantikan ketua sebelumnya, Jais Mudin, S.Pd (guru BK SMPN 2 Purbalingga). Sedangkan bina damping MGBK yang baru, Siti Markhamah, S.Pd, Kepala SMPN 5 Rembang.

Selanjutnya Priyanto mengingatkan, bahwa layanan BK saat ini tidak cukup hanya menyelesaikan masalah peserta didik, tetapi juga harus menjadi ruang pendampingan yang empatik dan bermakna.

“Guru BK hari ini bukan hanya konselor sekolah, tetapi juga sahabat, pendamping, dan penjaga karakter generasi muda,” ujarnya.

Priyanto juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam praktik konseling di sekolah.

“Teruslah menjadi guru yang mau mendengar sebelum menghakimi, memahami sebelum menyimpulkan, dan mendampingi sebelum menuntut,” pesannya.

Peserta Antusias
Sementara itu Rudi Mulyatiningsih yang juga pengawas SMP DIndikbud Purbalingga dalam seminar itu menyampaikan materi implementasi deep learning dalam praktik layanan BK. Materi itu meliputi penguatan kemampuan berpikir kritis murid, layanan reflektif, serta strategi konseling yang lebih berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai . Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penguatan profesionalisme guru BK di tengah perubahan tantangan pendidikan yang semakin dinamis. (Priyanto/Prs)

 

 

BERITA TERKINI

mgmpips2
MGMP IPS SMP Gelar Reorganisasi dan Pelatihan Penyusunan Soal Literasi-Numerasi
bk1
Penting, Penguatan Layanan BK Berbasis Pendekatan "Deep Learning"
fls1
FLS3N Jenjang SMP Ditutup, SMPN 1 Purbalingga, SMPN 2 Kemangkon dan SMPN 1 Kemangkon Raih Juara 1
fauzi27
Cinta Palsu di Balik Jeruji Besi, Ketika "Love Scam" Menjadi Ancaman Baru Dunia Pendidikan
geo1
Pendidikan Geografi UNY Ajak 45 Guru Geografi SMA Jelajahi Geowisata Gunungkidul