PURWOKERTO, EDUKATOR –Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membuka Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan jenjang sarjana (S-1) setelah terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 373/B/O/2026. Prodi yang bernaung pada Fakultas Teknik (FT) ini menjadi yang pertama di Jawa Tengah, dan diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga insinyur pertambangan nasional.
Pada tahun pertama ini, yakni tahun akademik 2026/2027, kuota mahasiswa baru yang akan diterima 50 orang, melalui seleksi jalur mandiri.
Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T mengemukakan, pembukaan prodi ini sebagai langkah strategis. “Ini upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan insinyur pertambangan dalam negeri,” ujarnya yang didampingi Wadek III FT Unsoed Dr Ir Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom, Sabtu (25/4/2026).
Dekan Fakultas Teknik Unsoed, Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Maryoto, S.T., M.T
Jawab Kebutuhan Insinyur Nasional
Selama ini, pilihan studi Teknik Pertambangan masih terbatas di sejumlah perguruan tinggi seperti UPN “Veteran” Yogyakarta, Universitas Trisakti, dan Institut Teknologi Bandung. Kehadiran prodi baru di Unsoed diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga ahli dari luar negeri.
Menurut Agus Maryoto, kebutuhan tenaga profesional di sektor pertambangan sangat mendesak, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam seperti emas, batu bara, dan minyak. “Pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara mandiri agar memberi kontribusi maksimal bagi negara,” katanya.
Persiapan dan Dukungan SDM
Pembukaan program studi ini telah dipersiapkan sejak 2025 dan melalui tiga kali revisi sebelum izin resmi terbit pada April 2026. Dari sisi sumber daya manusia, Unsoed dinilai siap dengan dukungan dosen inti serta tenaga pengajar dari Teknik Geologi yang memiliki lebih dari 10 doktor, termasuk program Magister Geologi.
Untuk mendukung pembelajaran, Unsoed memanfaatkan laboratorium lintas disiplin dari Teknik Geologi, Teknik Industri, dan Teknik Mesin secara terintegrasi. Selain itu, kampus juga merencanakan pembangunan gedung laboratorium terpadu tujuh lantai guna menunjang kegiatan akademik.
Angkatan Pertama Terima 50 Mahasiswa Baru, Jalur Mandiri
Pada tahun pertama ini, yakni tahun akademik 2026/2027 penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui jalur mandiri dengan kuota 50 mahasiswa. Lulusan prodi ini memiliki peluang kerja luas di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia, seperti Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara, dengan prospek gaji yang kompetitif.
Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan ini menegaskan komitmen Unsoed dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.(Prasetiyo)