
Ketua Yayasan Arshada Mulya beserta pengurus, ketua PKBM Maju Lestari dan warga belajar Paket C dan B foto bersama usai acara wisuda.(Foto: Istimewa/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR –Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Lestari Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, menggelar wisuda dan perpisahan bagi 32 warga belajar yang lulus tahun pelajaran 2025/2026, Minggu (24/5/2026). Dalam prosesi tersebut, lembaga pendidikan nonformal itu meluluskan 24 warga belajar Paket C/Setara SMA dan 8 warga belajar Paket B/Setara SMP atau sederajat.
“Kendati mengenyam pendidikan kesetaraan, namun jangan berkecil hati dan tetap percaya diri di tengah kehidupan masyarakat. Saya tegaskan bahwa ijazah Paket C dan Paket B setara dengan pendidikan formal,” tegas Ketua PKBM Maju Lestari Purbalingga, Titin Wahdiyati dalam acara tersebut, di Purbalingga.
Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Arshada Mulya beserta pengurus, tutor, tokoh masyarakat, orang tua dan warga belajar.
Titin mengapresiasi atas perjuangan warga belajar hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
Ketua Yayasan Arshada Mulya yang membawahi PKBM Maju Lestari , Tohar, mengatakan, lulusan pendidikan kesetaraan harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di era modern.
“Para warga belajar yang lulus diharapkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Tohar saat memberikan motivasi kepada wisudawan.
Dorong Lulusan Lanjut Kuliah
Menurut Tohar, persaingan dunia kerja dan perkembangan zaman menuntut kemampuan yang lebih luas dibanding sekadar memiliki ijazah. Karena itu, para lulusan diminta tidak cepat puas dan berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi demi masa depan yang lebih baik.
Ia menilai pendidikan kesetaraan dapat menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang sempat terhambat mengakses pendidikan formal.
Solusi bagi Warga Putus Sekolah
PKBM Maju Lestari menilai sistem pembelajaran nonformal yang fleksibel mampu menjadi solusi efektif bagi warga yang pernah mengalami putus sekolah.
Dengan pengakuan legalitas ijazah oleh negara, para lulusan kini memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan maupun bersaing di dunia kerja.
Momentum wisuda tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Prasetiyo)