Prof. Nita Triana, dari Ciamis Menuju Guru Besar UIN Saizu Purwokerto

Bagikan :

*Pakar Hukum Lingkungan

PURWOKERTO, EDUKATOR–Perjalanan panjang Prof. Dr. Nita Triana SH, M.Si (59) dari seorang ibu rumah tangga hingga meraih gelar guru besar menjadi kisah inspiratif yang patur diteladani. Dosen Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN-Saizu) Purwokerto ini resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Hukum Lingkungan pada Selasa (14/4/2026), setelah melewati berbagai tantangan.

Prof. Dr. Nita Triana SH, M.Si

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Merawat Bumi Menjaga Kehidupan: Penegakan Hukum Lingkungan untuk Mewujudkan Keadilan Ekologis”, ia menegaskan pentingnya peran hukum dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Ilmu harus memberi manfaat nyata bagi kehidupan,” ujarnya singkat kepada EDUKATOR di  Purwokerto, Sabtu (25/4/2026)

Dari Ciamis Menyusuri Dunia Akademik
Lahir di Ciamis pada 3 Oktober 1967, Nita merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Hj. Kurnaeni dan H. Tarmadji. Masa kecil hingga remaja dijalaninya di Bogor , sebelum melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman pada 1986.

Saat memasuki semester akhir kuliah pada tahun 1990, ia mengambil keputusan penting dalam hidupnya: menikah dengan Totok Agung, yang belakangan dikenal sebagai Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D, dosen Fakultas Pertanian Unsoed.

Bersama suami, Prof Totok Agung, guru besar Fakultas Pertanian Unsoed

Dari pernikahan tersebut, Prof. Nita kini dikaruniai empat anak, dua menantu, serta tiga cucu—semuanya laki-laki.

Prof Nita Triana bersama keluarga 

Setia Mendampingi, Tetap Berkarya
Usai lulus, Nita memulai karier sebagai dosen di Universitas Djuanda Bogor sambil melanjutkan studi magister di Institut Pertanian Bogor. Ia juga setia mendampingi suami menempuh studi doktoral di Fukuoka, Jepang.

Sekembali ke Indonesia, ia menetap di Purwokerto dan mengajar di beberapa perguruan tinggi, sebelum akhirnya menjadi dosen tetap berstatus CPNS di UIN Saizu Purwokerto pada tahun 2006.

Konsisten di Jalur Hukum Lingkungan
Komitmennya terhadap ilmu terus terjaga. Ia meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro dengan fokus hukum lingkungan.

Risetnya tidak hanya menyentuh persoalan lokal di Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap, tetapi juga berkembang ke isu global seperti energi terbarukan melalui micro hydro hingga konsep carbon pricing di Australia.

“Penelitian harus menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus masa depan bumi,” katanya.

Ujian Panjang Menuju Guru Besar
Perjalanan menuju guru besar tidak mudah. Pengajuan yang berulang kali ditolak menjadi ujian ketekunan. Ia bahkan sempat berhenti sejenak untuk mendampingi anak-anaknya menghadapi seleksi CPNS dan TNI.

Namun, jeda itu justru menjadi titik balik. Ia kembali menulis, meneliti, dan menghasilkan karya berbasis riset energi terbarukan yang akhirnya mengantarkannya meraih jabatan akademik tertinggi.

Dedikasi dan Pengakuan Akademik
Selain mengajar, Nita aktif sebagai peneliti, pembimbing mahasiswa dari jenjang S1 hingga doktoral, serta reviewer nasional Litapdimas (Penelitian , publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat) di berbagai UIN.Dalam hal ini, Litapdimas adalah program hibah sekaligus sistem nasional milik Kementerian Agama untuk mendanai dan mengelola kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat bagi dosen.

Ia juga pernah mengikuti short course di Leiden University dan menjadi presenter dalam forum ilmiah internasional.

Kini, di usia kematangan akademik, Prof. Nita menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi agar bermanfaat bagi masyarakat. Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa ketekunan, kesabaran, dan konsistensi mampu mengantarkan seseorang mencapai puncak prestasi.

Biografi Singkat
Nama Lengkap: Prof. Dr. Nita Triana, S.H., M.Si
Nama Suami: Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D

Riwayat Karier
1.Dosen Fakultas Syariah UIN Saizu Purwokerto
2.Pernah menjabat Wakil Dekan Fakultas Syariah
3.Pengelola Program Pascasarjana (S2)
4.Guru Besar Hukum Lingkungan (2026)

Bidang Keahlian
1.Hukum Lingkungan
2.Penyelesaian Sengketa Lingkungan
3.Energi Terbarukan
4.Kebijakan Lingkungan dan Keadilan Ekologis

Pengalaman Penelitian
1.Sengketa lingkungan di Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap
2.Energi terbarukan (micro hydro) di Cilongok, Pekalongan, hingga Malaysia
3.Kajian carbon pricing di Australia
4.Riset berbasis masyarakat terkait keberlanjutan lingkungan

Pengalaman Akademik dan Profesional
1.Reviewer Nasional Litapdimas Kementerian Agama
2.Presenter dalam forum ilmiah nasional dan internasional (AICIS)
3.Pembimbing mahasiswa S1, S2, hingga S3
4.Penguji eksternal program doktoral
5.Penerima hibah penelitian dari berbagai institusi

Pengembangan Internasional
1.Penerima Beasiswa Short Course di Leiden University (2 kali)
2.Kegiatan akademik internasional terkait hukum dan lingkungan. (Alief Einstein/Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

ft unsoed10
Pertama di Jateng, Unsoed Buka Prodi Teknik Pertambangan
jalan sehat
Meriah, Perayaan HUT 70 TK Santa Maria Purbalingga
lum1
Luminor Hotel Purwokerto Hadirkan "All You Can Eat" Favorit
nita triana
Prof. Nita Triana, dari Ciamis Menuju Guru Besar UIN Saizu Purwokerto
FULAD6
Epic Fury: Ketika Saya Menyaksikan Sendiri Teater Diplomasi yang Berulang