*Lincah di Matras, Cerdas di Kelas

Salma bersama kedua orang tuanya dan kakaknya.
BANYUMAS, EDUKATOR — Khairunnisa Salma Wardani, karateka cilik dari SD Negeri 1 Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Banyumas, kembali mengukir prestasi. Murid kelas III itu meraih Juara 2 Kategori Kata Sabuk Putih/Kuning pada Kejuaraan Internasional Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI 2026.
Kejuaraan tersebut memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Prestasi Salma menjadi kebanggaan sekolah sekaligus menambah catatan prestasinya di usia yang masih belia.
Khairunnisa Salma Wardani
Disiplin Berlatih sejak Usia Dini
Salma –demikian panggilan akrabnya–lahir di Banjarnegara, 12 Juli 2018. Meski masih duduk di bangku kelas III, gadis mungil tersebut menunjukkan semangat tinggi dalam mengembangkan kemampuan, baik di bidang olahraga maupun akademik.
Ia menggeluti olahraga bela diri karate dan ketangkasan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Salma juga memiliki ketertarikan pada olahraga panjat tebing.
Kemampuan karate Salma diasah melalui latihan rutin di Dojo Hantu Rimba, Desa Somakaton, di bawah asuhan Jumino. Latihan disiplin membuatnya semakin percaya diri ketika tampil di atas tatami.
“Latihan rutin membuat saya semakin percaya diri,” ujarnya ketika ditemui EDUKATOR, Minggu (13/9/2026).
Dalam Kejuaraan Internasional Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI 2026, Salma tampil mantap. Gerakannya di atas tatami mampu memukau dewan juri hingga mengantarkannya meraih posisi kedua.
Prestasi Akademik Tetap Terjaga
Prestasi Salma tidak hanya terlihat di arena olahraga. Di bidang akademik, ia juga menunjukkan hasil yang membanggakan dengan menduduki peringkat kedua saat kenaikan kelas III.
Kegemarannya membaca buku menjadi salah satu kunci menjaga prestasi belajarnya. Salma terbiasa membagi waktu antara belajar, membaca, dan berlatih karate.
Dukungan keluarga turut menjadi bagian penting dalam perkembangan Salma. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru. Saat ini, Salma tinggal bersama keluarganya di Desa Brengkok, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
“Orang tua selalu membimbing Salma belajar dan berlatih,” ujarnya.
Dengan buku pelajaran dan seragam karate sebagai bagian kesehariannya, Salma tumbuh menjadi anak yang aktif, ceria, dan percaya diri. Ia terus mendapat bimbingan orang tua untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus olahraga.
Ke depan, Salma bertekad meningkatkan kemampuan karate agar mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Semangat belajar dan disiplin berlatih menjadi bekal untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Prestasi Salma membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan dukungan keluarga, sekolah, serta latihan yang konsisten, langkah karateka cilik itu masih terbuka lebar untuk menorehkan prestasi yang lebih tinggi. (Muji Prasetyo/Prs)