
PURBALINGGA, EDUKATOR–Puluhan pesilat muda Kabupaten Purbalingga adu prestasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga pencak silat tingkat SD/MI Tahun 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung di Aula Jenderal Sudirman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat sportivitas sekaligus menjadi bagian pelestarian budaya bangsa melalui olahraga pencak silat. Sebanyak sembilan atlet putra dan sembilan atlet putri dari 18 kecamatan se Kabupaten Purbalingga tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.
Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si mengemukakan, selain menjadi ajang kompetisi, O2SN pencak silat juga menjadi sarana pembinaan karakter pelajar melalui penguatan disiplin, keberanian, mental bertanding, dan rasa percaya diri.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan O2SN Cabang pencak silat ini,” ujarnya.
Hasil Kejuaraan
Pada kategori putra, Adhyasta Hanindhito dari SD Negeri 1 Panican, Korwilcam Dindikbud Kemangkon, berhasil meraih juara pertama setelah tampil konsisten dan mampu mengungguli lawan-lawannya.
Posisi juara kedua ditempati Arfa Razka Alkhalifi dari SD Negeri 2 Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah.
Kemudian dua posisi juara ketiga diraih Nayaka Kenzie Abqori dari SD Negeri 1 Karangmalang, Bobotsari, serta Khairul Anam dari SD Negeri 1 Tidu, Bukateja.
“Peserta tampil penuh semangat dan tetap menjunjung sportivitas,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Atlet Putri Tampil Gemilang
Pada kategori putri, Raisya Al Ghaniayu dari SD Negeri 2 Purbalingga Lor tampil gemilang dan sukses meraih juara pertama. Teknik serta ketangkasannya dinilai mampu memukau dewan juri sepanjang pertandingan.
Juara kedua diraih Aura Latifa Adzkia dari SD Negeri 1 Panican, Kemangkon.
Sedangkan posisi juara ketiga bersama ditempati Hana Ayuningtyas dari SD Negeri 1 Kedungwuluh, Kalimanah, dan Earlyta Arsyfa Salsabila dari SD Negeri 1 Kebutuh, Bukateja.
Pencak Silat Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Panitia menyampaikan O2SN tidak hanya bertujuan mencari atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berbudaya.
Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa diharapkan terus diminati dan dikembangkan sejak usia dini melalui pembinaan di lingkungan sekolah.
Melalui ajang tersebut, para juara diharapkan mampu melanjutkan prestasi hingga tingkat lebih tinggi dan menjadi wakil terbaik Kabupaten Purbalingga pada kompetisi berikutnya.
Dukungan sekolah, orang tua, dan pembina dinilai memiliki peran penting dalam mencetak atlet muda berprestasi di cabang olahraga pencak silat.(Prasetiyo)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Puluhan pesilat muda Kabupaten Purbalingga adu prestasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga pencak silat tingkat SD/MI Tahun 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung di Aula Jenderal Sudirman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat sportivitas sekaligus menjadi bagian pelestarian budaya bangsa melalui olahraga pencak silat. Sebanyak sembilan atlet putra dan sembilan atlet putri dari 18 kecamatan se Kabupaten Purbalingga tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.
Kepala Dindikbud Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si mengemukakan, selain menjadi ajang kompetisi, O2SN pencak silat juga menjadi sarana pembinaan karakter pelajar melalui penguatan disiplin, keberanian, mental bertanding, dan rasa percaya diri.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan O2SN Cabang pencak silat ini,” ujarnya.
Hasil Kejuaraan
Pada kategori putra, Adhyasta Hanindhito dari SD Negeri 1 Panican, Korwilcam Dindikbud Kemangkon, berhasil meraih juara pertama setelah tampil konsisten dan mampu mengungguli lawan-lawannya.
Posisi juara kedua ditempati Arfa Razka Alkhalifi dari SD Negeri 2 Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah.
Kemudian dua posisi juara ketiga diraih Nayaka Kenzie Abqori dari SD Negeri 1 Karangmalang, Bobotsari, serta Khairul Anam dari SD Negeri 1 Tidu, Bukateja.
“Peserta tampil penuh semangat dan tetap menjunjung sportivitas,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Atlet Putri Tampil Gemilang
Pada kategori putri, Raisya Al Ghaniayu dari SD Negeri 2 Purbalingga Lor tampil gemilang dan sukses meraih juara pertama. Teknik serta ketangkasannya dinilai mampu memukau dewan juri sepanjang pertandingan.
Juara kedua diraih Aura Latifa Adzkia dari SD Negeri 1 Panican, Kemangkon.
Sedangkan posisi juara ketiga bersama ditempati Hana Ayuningtyas dari SD Negeri 1 Kedungwuluh, Kalimanah, dan Earlyta Arsyfa Salsabila dari SD Negeri 1 Kebutuh, Bukateja.
Pencak Silat Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Panitia menyampaikan O2SN tidak hanya bertujuan mencari atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media pembentukan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berbudaya.
Pencak silat sebagai warisan budaya bangsa diharapkan terus diminati dan dikembangkan sejak usia dini melalui pembinaan di lingkungan sekolah.
Melalui ajang tersebut, para juara diharapkan mampu melanjutkan prestasi hingga tingkat lebih tinggi dan menjadi wakil terbaik Kabupaten Purbalingga pada kompetisi berikutnya.
Dukungan sekolah, orang tua, dan pembina dinilai memiliki peran penting dalam mencetak atlet muda berprestasi di cabang olahraga pencak silat.(Prasetiyo)