SMP Telkom Purwokerto Produksi Film Babad Baturraden Berbasis AI

Bagikan :

PURWOKERTO, EDUKATOR–SMP Telkom Purwokerto segera meluncurkan film animasi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan berjudul “Jejak Cahaya dari Timur”. Film ini mengangkat kisah Babad Baturraden dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi. Dijadwalkan, film ini tayang perdana pada Selasa, 5 Mei 2026 di Gedung Arpusda Kabupaten Banyumas.

Film ini  diproduksi sebagai upaya menghadirkan karya edukatif, budaya, dan inspiratif di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Proyek ini juga melibatkan sejumlah tokoh penting, seperti sejarawan Banyumas Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum dan budayawan Ahmad Tohari sebagai pemberi arahan cerita.

Mengangkat Sejarah Lokal dengan Teknologi AI
Kepala SMP Telkom Purwokerto, Widyatmoko, ST, MMT, MBA, menjelaskan, perkembangan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang dalam melestarikan budaya lokal.

Kepala SMP Telkom Purwokerto, Widyatmoko, ST, MMT, MBA

Ia menilai generasi muda saat ini cenderung lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya daerah sendiri.

“Film ini kami hadirkan sebagai karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi nilai edukatif dan budaya bagi masyarakat,” ujarnya di Purwokerto, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, film ini menawarkan perspektif berbeda dalam kisah Babad Baturraden. “Kami ingin memperkenalkan sudut pandang Syekh Maulana Maghribi, sekaligus menyampaikan nilai iman, kesetiaan, pengabdian, dan hikmah yang relevan hingga kini,” katanya.

Kolaborasi Kreatif dan Dukungan Berbagai Pihak
Film ini digarap oleh tim kreatif dengan Deuis Nur Astrida, M.Kom sebagai sutradara, didukung Nurkintani Lisan pada visual dan animasi AI, Ais Pratama Islami Putri sebagai editor, serta Fani Nuruz Zamani pada musik.

Deuis menjelaskan, penggunaan AI dipilih untuk mendorong inovasi dalam produksi film sekaligus memperluas jangkauan penyebaran cerita sejarah. “Pemanfaatan AI membuat produksi lebih efisien, kreatif, dan adaptif sehingga cerita budaya dapat lebih mudah diterima masyarakat,” ungkapnya.

Dalam proses produksi, tim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Kantor Arpusda dan Dinas Komunikasi dan Informatika guna memastikan akurasi serta dukungan terhadap karya tersebut.

Persembahan Ulang Tahun ke-10 SMP Telkom
Film Jejak Cahaya dari Timur dibuat dalam rangka peringatan ulang tahun ke-10 SMP Telkom Purwokerto. Karya ini dipersembahkan bagi pemerintah dan masyarakat Banyumas sebagai bentuk kontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Deuis menyebutkan, salah satu bagian penting dalam film ini adalah kisah babad alas yang menggambarkan awal mula terbentuknya kawasan Baturraden. “Versi ini belum banyak dikenal karena tidak berfokus pada cerita Batur dan Raden, melainkan dari sudut pandang Syekh Maulana Maghribi,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, film ini diharapkan mampu memperkaya pemahaman masyarakat tentang asal-usul Baturraden serta memperkuat identitas budaya Banyumas di tengah perkembangan zaman.(Prasetiyo)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

smp telkom4
SMP Telkom Purwokerto Produksi Film Babad Baturraden Berbasis AI
penolih02
Kades Penolih Lantik Dua Perangkat Desa
o2sn2
220 Atlet Ramaikan Pembukaan O2SN Tingkat Kecamatan Karanganyar
etitenku1
Dosen Unsoed Kembangkan E-TITENKU, Solusi Deteksi Dini Hipertensi dan Jantung Koroner
paskibraka bms1
Seleksi Paskibraka di Banyumas Berlangsung Ketat