SMPN 2 Kutasari Gelar Reviu Kurikulum dan Susun RKT

Bagikan :

*Libatkan Guru, Orang Tua, Komite, dan Murid Perkuat Mutu Pendidikan

PURBALINGGA, EDUKATOR–SMP Negeri 2 Kutasari, Kabupaten Purbalingga menggelar In House Training (IHT) reviu (peninjauan kembali) Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2025/2026, sekaligus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA sekolah setempat, Rabu (22/7/2026) itu, menjadi forum untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan dokumen kurikulum agar selaras dengan regulasi terbaru, kebutuhan murid, serta arah kebijakan pendidikan nasional.

Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rakhman, S.Pd., mengatakan reviu Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan agenda tahunan yang sangat penting karena menjadi dasar penyusunan program kerja sekolah pada tahun ajaran berikutnya.

Kegiatan diikuti 49 peserta, terdiri atas 40 guru dan tenaga kependidikan, empat perwakilan orang tua atau wali murid, tiga pengurus komite sekolah, serta dua perwakilan murid. Hadir sebagai narasumber sekaligus pengawas pendamping SMP Negeri 2 Kutasari, Dra. Dartini, M.Pd., yang memberikan pendampingan dalam proses reviu kurikulum dan penyusunan RKT.

Arif Rakhman mengemukakan,  melalui IHT ini  sekolah mengkaji pelaksanaan kurikulum selama satu tahun terakhir, mengidentifikasi berbagai kelebihan dan kekurangan, kemudian menyusun langkah perbaikan agar layanan pendidikan semakin berkualitas.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi pedoman utama dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara kolaboratif agar benar-benar sesuai dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan sekolah, dan arah kebijakan pendidikan nasional,” ujar Arif.

Ia menjelaskan, kegiatan reviu kurikulum biasanya dilaksanakan saat libur semester. Namun, pelaksanaannya tahun ini menyesuaikan padatnya agenda sekolah, mulai dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga berbagai persiapan menyambut kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke SMP Negeri 2 Kutasari.

Reviu Kurikulum Bukan Sekadar Membaca Ulang
Sebelum sesi reviu dimulai, Dartini memberikan arahan mengenai berbagai aspek yang harus diperhatikan dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa reviu berarti peninjauan kembali atau pengkajian terhadap dokumen kurikulum, bukan sekadar membaca ulang, melainkan mengevaluasi isi dokumen secara menyeluruh agar sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan sekolah.

Menurutnya, proses tersebut mencakup pembaruan dasar yuridis sesuai peraturan terbaru, penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah, penyempurnaan sistematika dokumen, hingga memastikan seluruh isi kurikulum sejalan dengan arah pembangunan pendidikan nasional.

Dartini menambahkan, Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan gambaran nyata layanan pendidikan yang diberikan sekolah kepada masyarakat. Oleh sebab itu, penyusunannya harus dilakukan melalui evaluasi bersama dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, dan perwakilan murid agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan seluruh warga sekolah.

Ia juga mengingatkan agar visi dan misi sekolah tetap selaras dengan visi pendidikan nasional. Selain itu, dokumen kurikulum perlu mengakomodasi berbagai program prioritas pemerintah, seperti Sekolah Ramah Anak, pendidikan karakter, implementasi Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran koding, serta penguatan Kemampuan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bekal menghadapi tantangan era digital.

Berbagai Masukan untuk Penyempurnaan Kurikulum
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan mengenai penyempurnaan dokumen kurikulum, pengembangan pembelajaran, asesmen, hingga strategi implementasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Pembahasan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler menjadi salah satu sesi yang paling menarik. Pengurus komite sekolah mengusulkan penguatan pendidikan karakter melalui program yang menumbuhkan jiwa kebangsaan, cinta tanah air, dan kepedulian sosial.

Sementara itu, perwakilan murid menyampaikan usulan peningkatan program kedisiplinan, penguatan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pembentukan Bank Sampah Sekolah sebagai sarana meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membantu pengelolaan sampah di SMP Negeri 2 Kutasari.

Melalui diskusi dan tanya jawab, seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang sesuai dengan regulasi sekaligus mampu menjawab kebutuhan nyata sekolah.

Menjadi Pedoman Tahun Ajaran 2026/2027
Pada akhir kegiatan, Arif Rakhman menyampaikan apresiasi kepada Pengawas Pendamping atas pendampingan dan arahan yang diberikan selama proses reviu berlangsung.

Ia berharap hasil kegiatan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menyempurnakan Kurikulum Satuan Pendidikan sekaligus menyusun Rencana Kerja Tahunan sebagai landasan peningkatan mutu layanan pendidikan di SMP Negeri 2 Kutasari.

Sebagai tindak lanjut, Tim Pengembang Kurikulum Sekolah akan menyempurnakan dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan dan RKT. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi acuan pelaksanaan pembelajaran selama Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui kegiatan In House Training ini, SMP Negeri 2 Kutasari berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin memahami proses penyusunan serta implementasi Kurikulum Satuan Pendidikan, sehingga mampu menghasilkan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif, inovatif, dan berpusat pada murid. (Akhmad Fauzi/Prs)

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Perang Iran–AS: Jalan Menuju Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?
WhatsApp Image 2026-07-22 at 16.28
SMPN 2 Kutasari Gelar Reviu Kurikulum dan Susun RKT
WhatsApp Image 2026-07-22 at 12.33
Banjarnegara Kekurangan 2.177 Guru
WhatsApp Image 2026-07-22 at 12.35
Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi Tegaskan Besarnya Perjuangan PGRI Untuk Guru
FULAD6
Masa Depan Indonesia, Indonesia Masa Depan: Akankah Menjadi Negara Maju atau Negara Gagal?