Tanamkan Antikorupsi, Inspektorat Daerah Banyumas Gelar Lomba Menggambar

Bagikan :

*250 Lebih Pelajar SD dan SMP Ikuti Peringatan Hakordia

Para pelajar sedang menggambar bertema antikorupsi dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah Banyumas.(Foto: Prokompim Banyumas/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Inspektorat Daerah Kabupaten Banyumas menggelar lomba menggambar bertema antikorupsi. Kegiatan ini diikuti 250 lebih pelajar SD dan SMP,  berlangsung di Convention Hall Komplek Menara Pandang Purwokerto, Selasa (9/12/2025), dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie.

Sebelum lomba dimulai, peserta mendapatkan sosialisasi pendidikan antikorupsi dari Dr. Henie Kurniawati, MA, psikolog dan dosen Institut Agama Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Selain itu, duta Integritas Banyumas turut menampilkan aksi kampanye antikorupsi.

Para pelajar saat mengikuti sosialisasi antikorupsi 

Pada kesempatan itu, Sekda Agus Nur Hadie menegaskan pentingnya pendidikan antikorupsi sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak harus diperkenalkan pada nilai kejujuran melalui cara yang menyenangkan, agar karakter tersebut melekat hingga mereka dewasa.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mendidik bagi anak-anak kita, sekaligus menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak dini melalui cara yang kreatif dan penuh keceriaan,” kata Agus.

Ia menyampaikan, peringatan Hakordia merupakan bagian dari komitmen global memberantas korupsi yang merugikan negara dan melemahkan kepercayaan publik. Tema “Satukan Aksi Basmi Korupsi Menuju Banyumas PAS”, selaras dengan visi Banyumas yang Produktif, Adil, dan Sejahtera.

Berani Menyampaikan Kebenaran
“Anak-anak sebagai generasi penerus juga harus dibekali keberanian menyampaikan kebenaran. Nilai-nilai antikorupsi harus ditanamkan sejak dini agar kelak mereka mampu menolak hal yang keliru dan siap membangun Banyumas yang bersih,” tegasnya.

Sekretaris Inspektorat Banyumas, Adi Arianto mengapresiasi antusiasme peserta yang cukup tinggi,karena pendaftaran melebihi batas kuota.

“Sebenarnya panitia membatasi peserta yaitu 125 siswa SD dan 125 siswa SMP. Namun saat pelaksanaan masih ada pelajar yang mendaftar,” ujarnya.

Adi menambahkan bahwa seni menjadi sarana efektif untuk menanamkan integritas. “Melalui menggambar, nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian dapat ditanamkan dengan cara menyenangkan,” imbuhnya.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-24 at 21.32
PMB PKN STAN Dibuka, Purbalingga Dapat Tiga Formasi Jalur Pembibitan
FULADJULI2026
Ketika Negara Kehilangan Teladan: Maulid Nabi dan Jalan Pulang Bangsa
FAUZI AGUSTUS 2026
Seni Menegur Guru Senior dengan Tetap Menghormati dan Menjaga Wibawa
PRIYANTO AGUSTUS 2026
Maulid Nabi dan Pendidikan yang Memanusiakan
WhatsApp Image 2026-08-24 at 20.56
Puncak Panen Jadi Penyangga Pangan Banyumas Raya