*Tugas Akhirnya Angkat Band Santet Lewat Komik Dokumenter

Ragatama Ar-Rauf Rahmaputra yang berpenampilan menarik dan unik, usai sidang skripsi di Prodi DKV Telkom University Purwokerto.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Momen sidang tugas akhir mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University Purwokerto mendadak viral di media sosial. Sorotan publik tertuju pada seorang mahasiswa yang mengikuti sidang skripsi dengan mengenakan kostum lengkap bergaya black metal, mulai dari pakaian serba hitam, riasan wajah (face paint), hingga atribut khas genre musik tersebut.
Aksi unik itu pertama kali ramai setelah diunggah dosen melalui akun Threads @adit505, Rabu (8/7/2026) ,kemudian menyebar ke berbagai platform media sosial, termasuk Instagram melalui akun @ussfeeds, dan menuai ribuan komentar dari warganet.
Ragatama Ar-Rauf Rahmaputra
Mahasiswa yang menjadi perhatian publik tersebut adalah Ragatama Ar-Rauf Rahmaputra. Penampilannya yang tidak lazim saat sidang ternyata memiliki alasan yang kuat dan berkaitan langsung dengan materi tugas akhirnya.
Selaras dengan Tema Penelitian
Ragatama mengangkat tugas akhir berupa perancangan buku komik dokumenter tentang Santet, band black metal asal Purwokerto. Untuk memperkuat penyampaian konsep visual yang menjadi fokus penelitiannya, ia memilih tampil sesuai karakter budaya musik yang sedang dikaji.
Penampilan tersebut bukan semata-mata inisiatif pribadi. Berdasarkan informasi yang beredar, salah satu dosen pembimbing justru menyarankan agar presentasi dilakukan secara total, sehingga mampu menghadirkan pengalaman visual yang lebih kuat.
“Konsep presentasi dibuat selaras dengan tema tugas akhir,” demikian inti penjelasan yang beredar dari pihak pembimbing.
Pendekatan itu dinilai sesuai dengan karakter keilmuan DKV yang tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir karya, tetapi juga proses kreatif, kemampuan membangun cerita (storytelling), serta pengalaman visual yang diterima audiens.
Tuai Apresiasi Warganet
Unggahan mengenai sidang tersebut langsung dipenuhi beragam komentar. Sebagian besar warganet memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan keberanian Ragatama yang dinilai konsisten menerjemahkan konsep penelitiannya hingga ke cara presentasi.
Tidak sedikit yang menyebut aksi tersebut sebagai bentuk “totalitas tanpa batas”. Ada pula komentar bernada humor yang menyebut mahasiswa itu “lulus dengan gelar metal” dan menganggap sidang tersebut sebagai salah satu yang paling unik.
Kreativitas Mahasiswa Didorong Kampus
Di waktu hampir bersamaan, akun resmi Program Studi DKV Telkom University Purwokerto juga mengunggah dokumentasi sidang tugas akhir sejumlah mahasiswa. Melalui unggahan tersebut, program studi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian proses, mulai dari eksplorasi ide, revisi, hingga presentasi karya.
Program studi menilai setiap tugas akhir merupakan bukti kreativitas, ketekunan, serta kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia industri kreatif.
Fenomena presentasi dengan pendekatan kreatif kini semakin diterima di lingkungan akademik, terutama pada bidang seni, desain, animasi, komunikasi visual, dan industri kreatif. Selama memenuhi standar akademik, penyampaian yang selaras dengan tema penelitian dinilai mampu memperkuat gagasan yang disampaikan sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi penguji maupun audiens.
Kasus yang dialami Ragatama menjadi contoh bahwa kreativitas tidak hanya tercermin dalam karya yang dihasilkan, tetapi juga pada cara menyampaikan hasil penelitian secara profesional dan relevan dengan konsep yang diangkat.
Dengan perencanaan yang matang, sidang tugas akhir dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kompetensi sekaligus identitas kreatif mahasiswa. (Prasetiyo)