*BNN Masuk Sekolah, Perkuat Benteng Anti Narkoba

Humas BNNK Purbalingga, Awan Pratama saat memberikan sosialisasi antinarkoba.
PURBALINGGA, EDUKATOR— Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk memasyarakatkan gerakan antinarkoba di lingkungan pendidikan. Sebanyak 57 sekolah di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara mengajukan permohonan pemateri Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Banyaknya sekolah yang meminta BNNK melakukan sosialisasi, menandakan semakin banyak sekolah yang berkomitmen membentengi murid dari ancaman narkoba,” ujar Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Dr. H. Nasrudin, M.M.Pd di kantornya, Senin (13/7/2026).
Edukasi Serentak di Delapan Sekolah
Pada hari pertama MPLS, Senin (13/7/2026), personel BNN diterjunkan ke delapan sekolah untuk memberikan edukasi serta penguatan karakter antinarkoba kepada 1.102 murid.
Delapan sekolah dimaksud, terdiri SMP Negeri 4 Satu Atap Karangjambu, MTs Muhammadiyah 05 Purbalingga di Tamansari, SMP Negeri 2 Pengadegan, SMP Negeri 1 Kutasari, MTs ‘Ushriyyah, SMP Negeri 3 Karangreja, dan SMP Negeri 2 Kutasari.
Dalam kegiatan itu, BNN memberikan materi mengenai berbagai jenis narkoba, dampak fisik dan psikis, kerugian sosial maupun ekonomi, ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan, hingga mekanisme rehabilitasi bagi penyalah guna narkoba.
Bangun Ketahanan Diri Murid
Humas BNNK Purbalingga Awan Pratama SIP, M.I.Pol menambahkan, pihaknya memanfaatkan MPLS untuk menanamkan pemahaman sejak dini agar murid memiliki ketahanan diri dan berani menolak narkoba.
Selain memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba, BNN juga menekankan pentingnya membangun individual strength atau ketahanan diri pelajar agar mampu mengambil sikap tegas menolak segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
“Pembentukan karakter menjadi salah satu kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh ajakan mencoba narkoba maupun pergaulan yang berisiko,” tegasnya..
Momentum MPLS juga menjadi langkah awal mengintegrasikan muatan kurikulum antinarkoba di lingkungan sekolah melalui program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).
Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menjadi calon pemimpin menuju Indonesia Emas 2045. (Prasetiyo)