IJTI Banyumas Raya Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis di Pati

Bagikan :

Ketua IJTI Korda Banyumas Raya Saladin Ayyubi

PURWOKERTO, EDUKATOR– Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyumas Raya menyampaikan pernyataan sikap mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami sejumlah jurnalis di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Aksi kekerasan tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang.

Ketua IJTI Banyumas Raya, Saladin Ayyubi, menegaskan insiden kekerasan yang menimpa para pewarta di Pati tidak hanya mencederai kerja-kerja jurnalistik, tetapi juga mengancam hak publik untuk memperoleh informasi yang benar.

“Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi, ancaman, dan kekerasan terhadap jurnalis. Aparat penegak hukum harus segera bertindak dan mengusut tuntas kasus ini,” tegas Saladin Ayyubi dalam keterangan resminya yang diteeima EDUKATOR,Sabtu (6/9/2025)

IJTI Banyumas Raya juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugas di lapangan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap demokrasi. Kami menyerukan semua pihak untuk menghormati dan mendukung kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi,” lanjut Saladin.

Sementara itu, Mardianto, penasihat IJTI Banyumas Raya, menambahkan bahwa solidaritas lintas daerah sangat penting dalam menghadapi kasus kekerasan terhadap jurnalis.

“Kasus di Pati ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kerja-kerja jurnalis masih rawan mendapat ancaman. Karena itu, kami dari Banyumas Raya menyatakan dukungan penuh bagi rekan-rekan di Pati dan mendesak aparat agar memberikan jaminan perlindungan nyata kepada wartawan di lapangan,” ujar Mardianto.

Melalui sikap ini, IJTI Banyumas Raya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta meminta semua pemangku kepentingan untuk memastikan iklim kerja jurnalistik di Jawa Tengah tetap aman, sehat, dan profesional.(*/Prasetiyo)

BERITA TERKINI

padamara3
Kuota Tetap 288, Persaingan Masuk SMAN 1 Padamara Diprediksi Makin Ketat
pensiunan tertipu
Korban Dugaan Penipuan Oknum Bank "Mandiri Taspen" Purwokerto Bertambah, Kerugian Lebih Rp 1,3 Miliar
uin saizu
UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Simak Jadwal dan Syaratnya
NOKKAOS
Parenting Gen Z dan Alpha, Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak
fauzi27
The Onoda Effect: Mengubah Budaya Terlambat Menjadi Integritas Waktu di Sekolah