Bupati Fahmi Ajak Murid SMKN 1 Kaligondang Jadi Generasi Produktif

Bagikan :

Bupati Fahmi M Hanif bersama para murid SMKN 1 Kaligondang

PURBALINGGA. EDUKATOR– Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif mengajak ratusan murid SMKN 1 Kaligondang untuk menjadi generasi produktif dan siap menghadapi bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia dalam dua dekade mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan saat apel pagi di halaman SMKN 1 Kaligondang, Kamis (18/9/2025), yang juga menjadi rangkaian peringatan HUT ke-21 SMKN 1 Kaligondang.

“Jadilah generasi yang produktif. Jangan jadi generasi konsumtif yang kelak justru menjadi beban negara. Kita semua adalah tulang punggung dan motor penggerak untuk memanfaatkan bonus demografi,” tegas Bupati Fahmi di hadapan murid dan guru sekolah tersebut.

Fahmi juga mengingatkan,  agar para murid menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan menumbuhkan semangat untuk terus mengembangkan diri.

Ia menekankan pentingnya membangun karakter produktif melalui disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan menghindari gaya hidup konsumtif.

Selain itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan Purbalingga. 

“Kualitas pendidikan memiliki peranan sangat penting bagi masa depan Indonesia, termasuk keberlanjutan pembangunan di Purbalingga,” ungkapnya.

Ia berharap SMKN 1 Kaligondang dapat terus melahirkan lulusan yang unggul dan siap bersaing, baik di dunia kerja maupun di perguruan tinggi.

Seusai apel, Bupati Fahmi mengikuti sesi ramah tamah bersama murid  dan melepas peserta jalan sehat yang disambut meriah seluruh warga sekolah. (Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

Gemini_Generated_Image_r35pb8r35pb8r35p
Dari Ejekan ke Tragedi Kematian, Sekolah Kita Kurang Apa?
fulad2
Israel dan Amerika Merobek Gencatan Senjata di Depan Mata Dunia
sma2
Bawaslu Sosialisasi Pengawasan Pemilu di SMAN 2 Purbalingga
pgri banyumas
Disiapkan 732 Formasi CASN, Tidak Ada PHK PPPK Guru di Banyumas
fulad2
Gencatan Senjata AS-Iran di Ambang Batal, Damai Palsu di Tengah Mayat Anak-anak Lebanon