
Sosialisasi dan Doa Bersama Jelang ASAJ di Masjid SMPN 2 Kutasari. (Foto: Akhmad Fauzi/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–SMP Negeri 2 Kutasari, Purbalingga menggelar sosialisasi dan doa bersama menjelang Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun Ajaran 2025/2026, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di masjid sekolah di tepi Jalan Raya Tobong Kutasari ini dihadiri 185 orang tua dan wali murid kelas IX sebagai bentuk sinergi mendukung kesiapan siswa menghadapi ujian akhir.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Acara berlangsung tertib dan khidmat. Sekolah menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendampingi peserta didik selama masa persiapan ujian.
Kepala SMP Negeri 2 Kutasari, Arif Rakhman, S.Pd., mengingatkan siswa untuk mengatur waktu belajar dengan baik serta tidak mengabaikan peran doa. “Belajarlah sungguh-sungguh dan jangan lupakan doa,” pesannya.
Doa dan Penguatan Spiritual
Doa bersama dipimpin guru Pendidikan Agama Islam, Drs. Ahmad Subhan. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga ibadah.
“Kesuksesan tidak hanya ditentukan usaha, tetapi juga kedekatan kepada Allah,” ujarnya.
Sosialisasi Teknis Pelaksanaan ASAJ
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ākhmad Fauzi, S.S., S.Pd., menjelaskan prosedur operasional standar (POS) pelaksanaan ASAJ. Penilaian ini menjadi dasar pengukuran capaian belajar siswa di seluruh mata pelajaran sebagai penentu kelulusan.
Ujian praktik dijadwalkan pada 20–25 April 2026, sedangkan ujian tertulis berlangsung 27–30 April dan 4–5 Mei 2026. Sebanyak 11 mata pelajaran diujikan dengan bentuk soal pilihan ganda dan uraian. Ujian susulan akan digelar 6–9 Mei 2026 bagi siswa yang berhalangan resmi.
Selanjutnya dijelaskan, kriteria kelulusan meliputi penyelesaian seluruh program pembelajaran, keikutsertaan dalam ASAJ, serta sikap dan perilaku yang baik. Penetapan kelulusan dilakukan melalui rapat dewan guru dan diumumkan pada 2 Juni 2026.
Sekolah juga mengingatkan pentingnya validasi data siswa sebagai syarat penerbitan ijazah, serta mendorong orang tua aktif mendampingi anak selama proses ujian.
Pesan Inspiratif untuk Orang Tua
Dalam kesmepatan itu, Ākhmad Fauzi menyampaikan kisah inspiratif berjudul Cahaya di Jendela Kamar yang menggambarkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga semangat belajar anak.
“Perhatian dan doa orang tua menjadi kekuatan utama bagi mental murid,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga untuk mendukung keberhasilan siswa, baik secara akademik maupun pembentukan karakter dan spiritualitas. (Akhmad Fauzi/Prs)