*Raih Prestasi Tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional

Foto bersama penerima penghargaan
PURBALINGGA, EDUKATOR–Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Alun-alun Purbalingga berlangsung khidmat dan penuh makna, Sabtu (2/5/2026. Dalam momentum ini, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif tidak hanya memimpin upacara, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para murid berprestasi sebagai simbol kemajuan pendidikan daerah sekaligus dorongan menuju level global.
Upacara diikuti 2.875 pendidik dan tenaga kependidikan serta 2.450 murid dan mahasiswa, dihadiri pula jajaran Forkopimda, kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan pemangku kepentingan pendidikan. Hardiknas tahun ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan kerja bersama untuk memuliakan manusia dan mengembangkan potensi bangsa.

Apresiasi Prestasi, Cermin Kemajuan Pendidikan
Usai upacara, tujuh murid dari jenjang TK hingga SMP menerima penghargaan atas capaian di tingkat nasional hingga internasional. Mereka antara lain Lisa Fiorenza (SMP Negeri 1 Purbalingga) peraih medali emas olimpiade sains, serta Kalila Najwa Fidelya (SMP Negeri 2 Kalimanah) yang berprestasi di kejuaraan pencak silat internasional.

Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif memberikan penghargaan kepada murid-murid berprestasi
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Abizar Maulana Yahya dan Humaira Jena Mahendra di bidang seni, Ilyas Romadhoni Afian dan Muhammad Farel Hidayat di cabang pencak silat tingkat Jawa Tengah, serta Marhaeni yang meraih prestasi bahasa Jawa tingkat provinsi.
Wakil Bupatri Dimas Prasetyahani menerahkan penghargaan kepada salah satu murid berprestasi.
Bupati Fahmi menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Ini menandakan pendidikan di Purbalingga berada pada arah yang baik. Harapannya ke depan prestasi ini terus meningkat hingga tingkat global,” ujarnya.
Komitmen Mutu dan Akses Pendidikan
Dalam amanatnya, Bupati membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tantangan era digital.
Lima fokus utama menjadi perhatian, meliputi peningkatan sarana prasarana dan digitalisasi, kualitas serta kesejahteraan guru, penguatan karakter murid, kurikulum berbasis literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.
Ia juga mengingatkan bahwa capaian pendidikan masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data 2025, Harapan Lama Sekolah di Purbalingga mencapai 12,11 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah masih 7,37 tahun. “Kita harus terus meningkatkan angka ini agar kualitas SDM semakin baik dan mampu bersaing,” tegasnya.
Pakta Integritas dan Tata Kelola Pendidikan
Dalam rangka menjaga transparansi, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) oleh Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Komitmen ini menegaskan penyelenggaraan penerimaan murid yang objektif, akuntabel, dan tanpa diskriminasi.
Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif menandatangani Pakta Integritas terkait SPMB 2026/2027.
Rangkaian Hardiknas tidak berhenti pada seremoni. Kegiatan donor darah digelar di OR Graha Adiguna, melibatkan ASN, tenaga pendidik, dan masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial.
Di sisi lain, Purbalingga Skill Expo 2026 di Pendopo Dipokusumo menampilkan karya lembaga kursus dan pelatihan serta PKBM, menghadirkan inovasi pendidikan nonformal. Kegiatan ini turut dikunjungi berbagai kalangan, termasuk Rofik Hananto, anggota DPR RI.
Secara bersamaan, sekitar 200 guru dan kepala sekolah mengikuti pembinaan peningkatan profesionalitas melalui pembelajaran Al-Qur’an secara daring bekerja sama dengan LPIQ Jakarta, sebagai bagian dari penguatan karakter pendidik.
Kadindik Heru Sri Wibowo Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si menilai, keberhasilan rangkaian kegiatan Hardiknas ini tidak lepas dari kekuatan koordinasi lintas sektor.
“Ini bukan kerja satu dua pihak. Semua bergerak bersama—komunikatif, kompak, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dan menjaga marwah insan pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan formal seperti upacara, agar tetap khidmat dan tertib di tengah sorotan publik.
Rangkaian Hardiknas 2026 di Purbalingga memperlihatkan wajah pendidikan yang menyeluruh, mulai dari penghargaan prestasi, penguatan tata kelola, hingga aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia unggul tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi berkelanjutan di berbagai lini kehidupan. (Priyanto/Prs)